gaya hidup, reportase

Smartfren WOWLabs : WOW Apakah Itu?

Acara konferensi pers peluncuran Smartfren WOWLabs yang berlangsung secara virtual melalui akun resmi media sosial dari Smartfren, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Desember 2020. (Istimewa)

Hai hai. Frens, kalau kamu dalam beberapa hari terakhir ini mengikuti akun media sosial dari Smartfren, pasti udah pada penasaran waktu kamu nemuin ada konten menarik yang menampilkan jajaran pejabat tinggi Smartfren yang muncul. Ada Bapak Djoko Tata Ibrahim yang merupakan  Deputy CEO Smartfren, yang beberapa kali muncul sambil berkata “tiga hari lagi”. Kemudian ada pula Bapak Roberto Saputra selaku Chief Brand Officer Smartfren, yang juga berkata hal yang sama.

Bapak Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren, pada saat acara konferensi pers peluncuran Smartfren WOWLabs yang berlangsung secara virtual melalui akun resmi media sosial dari Smartfren, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Desember 2020. (Istimewa)

Dan itu berlangsung selama beberapa hari, dengan kalimat yang berubah menjadi “dua hari lagi”, kemudian “besok”. Kedua orang sosok inspiratif dari Smartfren ini seolah-olah sedang melakukan hitung mundur (countdown) pada sesuatu hal yang akan terjadi pada suatu hari yang istimewa.

Well….hari apakah itu?

And here we goes. Hari istimewa itu pun tiba. Yakni tepatnya pada hari Kamis, 3 Desember 2020, Smartfren secara resmi meluncurkan sebuah program baru yang teramat sangat keren, yang akan mewadahi dan juga mengumpulkan para generasi konten di seluruh Indonesia, ya generasi kita ini a.k.a. generasi millennial yang muda, kreatif, dan penyuka tantangan, di dalam sebuah ajang yang bernama Smartfren WOWLabs. Acara press conference peluncuran Smartfren WOWLabs ini diselenggarakan secara virtual pada tanggal 3 Desember 2020 di akun resmi media sosial milik Smartfren, dengan dipandu oleh host kenamaan, Kenny Djafar.

Bapak Roberto Saputra, Chief Brand Officer Smartfren, pada saat acara konferensi pers peluncuran Smartfren WOWLabs yang berlangsung secara virtual melalui akun resmi media sosial dari Smartfren, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Desember 2020. (Istimewa)

Melalui ajang Smartfren WOWLabs ini, Smartfren akan mengajak para anak muda yang kreatif untuk turut serta bergabung untuk bersama-sama mengekspresikan ide-ide kreatif yang out of the box, yang harapannya dapat memajukan industri kreatif Indonesia sehingga karya-karya dunia kreatifitas Indonesia dapat semakin dikenal, dihargai dan diapresiasi di mata dunia internasional. Hal ini merupakan wujud nyata dari komitmen Smartfren untuk selalu memberikan dukungan secara penuh kepada para generasi millennial Indonesia yang kreatif.

Untuk saat ini, Smartfren WOWLabs telah menggandeng beberapa jenama dunia kreatif muda Indonesia yang telah dikenal luas di masyarakat, yang adalah pengelola Intellectual Property (IP) Show the Monster dan Hana Madness, wirausaha sepatu Pijak Bumi, serta jenama fashion Stayhoops dan juga Ahha Official Store. Nah kelimanya ini akan difasilitasi untuk bersama-sama menciptakan produk limited edition yang bisa kamu dapatkan dan bisa kamu pakai tentunya.

Pada saat press conference ini, udah ada produk sepatu produksi Pijak Bumi dan kaos kaki produksi Stayhoops yang keduanya dihiasi ilustrasi yang unique dan imut karya dari perupa muda asal Bandung, Addy Debil.

FYI, dengan membeli produk limited edition dari program Smartfren WOWLabs ini, kamu juga dapat berperan serta untuk mensupport pembangunan berbasis komunitas di seluruh wilayah operasional Smartfren. Karena sebagian dari hasil pendapatan produk limited edition dari program Smartfren WOWLabs ini akan digunakan untuk menyalurkan komputer, sarana pendukung kegiatan ekonomi kreatif dan pendidikan, melalui rumah kreatif binaan Smartfren yang sudah ada di 11 kota yang mempunyai Smartfren Community, seperti di Surabaya, Bojonegoro, Cilegon, Tangerang, Cilacap, dan Natuna.

Acara konferensi pers peluncuran Smartfren WOWLabs yang berlangsung secara virtual melalui akun resmi media sosial dari Smartfren, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Desember 2020. (Istimewa)

Nah pada saat press conference ini, Bapak Roberto Saputra mengatakan bahwa ” Lewat WOWLabs, kami ingin mewujudkan semangat kokreasi untuk bersama-sama mengembangkan satu wadah yang berkontribusi mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Kami akan mulai dari membuat produk khusus yang hasil penjualan seluruhnya didedikasikan untuk memberikan akses internet pada sekolah dan siapapun yang membutuhkan. Harapannya, semangat kokreasi ini lebih dari sekadar menginspirasi, tapi juga turut membuka peluang berusaha serta mengembangkan diri untuk banyak orang. Smartfren WOWLabs merupakan sebuah kanvas kokreasi dari, oleh, dan untuk kita semua.”

Acara konferensi pers peluncuran Smartfren WOWLabs yang berlangsung secara virtual melalui akun resmi media sosial dari Smartfren, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Desember 2020. (Istimewa)

By the way, Smartfren udah pernah berkolaborasi juga lho dengan Addy Debil. Saat itu, hasil karya dari Addy Debil ini ditampilkan pada WOW Virtual Concert 2020 yang berlangsung pada bulan Agustus 2020 yang lalu. Karya-karya Addy Debil yang berkolaborasi dengan Smartfren tersebut juga muncul pada kaus dan masker yang bisa kamu peroleh di Ahha Official Store. Pada saat itu, sebagian hasil penjualan dari kaos dan masker ini didonasikan untuk kegiatan charity sosial yang didukung oleh Smartfren melalui platform Benih Baik.

Jadi, kamu mau kan menjadi bagian dari Smartfren WOWLabs ini? Nantikan info selanjutnya ya.

gaya hidup, memoar

Smartfren, Community and I: Sebuah Memoar

Saya bersama dengan tim Smartfren Community Development, kak Dani dan kak Linda, serta kak Ipan Leader Smartfren Community Garut, sesaat setelah saya dilantik sebagai Leader Smartfren Community Yogyakarta, 23 September 2018. (Dokumentasi pribadi)

23 September 2018, saat itu adalah hari Minggu, dimana pada hari itu pula saya dinobatkan menjadi Leader dari Smartfren Community Yogyakarta. Jujur terus terang, saya tidak menyangka jika sejak hari itu, perjalanan saya sebagai seorang blogger dan influencer memasuki tahapan baru, yang tidak pernah saya sangka sebelumnya.

Ya, tentu saja. Karena jika pada komunitas-komunitas lain yang saya ikuti, saya biasanya hanyalah berlaku sebagai member (anggota) biasa, mentok-mentok paling “hanya” menjadi Koordinator Seksi Humas. Namun kali ini, saya menjadi seorang pemimpin dari sebuah komunitas. Yup, saya memimpin sebuah komunitas.

Sebuah Kenangan Manis mengenai Saya dan Smartfren Community

Jadi, pada saat hari Minggu 23 September 2018 itu, saya berkesempatan untuk menghadiri acara gathering yang diselenggarakan oleh Smartfren Community Yogyakarta, atas undangan dari salah satu komunitas yang sudah saya ikuti, yakni Komunitas Blogger Jogja (KBJ), bersama dengan beberapa member dari KBJ lainnya, dan beberapa undangan dari komunitas lain yang ada di Yogyakarta. Saat itu, acara gathering ini berlokasi di salah satu restoran di Ambarrukmo Plaza dengan mengambil tema tentang bagaimana menjadi seorang vlogger professional dengan narasumber seorang Youtuber terkenal dari Yogyakarta, Kak Bram Dermawan, dengan dipandu oleh Kak Ipan Setiawan –yang kemudian saya ketahui bahwa dia adalah Leader dari Smartfren Community Garut-. Selain kedua orang tersebut, saya juga berkesempatan untuk berkenalan dengan Kak Dani Akhyar dan Kak Linda Octaviana dari Smartfren Community Development -selaku penyelenggara hajatan tersebut- serta Kak Dimas Suyatno yang merupakan Leader dari Smartfren Community Surakarta.

Saya pada saat menghadiri acara yang diadakan oleh Smartfren South Central Java, bersama dengan Bapak Djoko Tata Ibrahim selaku Deputy CEO Smartfren dan Bapak Joseph Gultom selaku Regional Head Smartfren South Central Java. (Dokumentasi pribadi)

Di akhir acara, Kak Dani mengumumkan bahwa Smartfren Community Yogyakarta sedang mengalami kondisi kekosongan pemimpin, dikarenakan leadernya mengundurkan diri. Dan sebagai orang Leo yang ambisius dan -terlalu- percaya diri, tentu saja saya bersedia untuk menerima tampuk kepemimpinan sebagai Smartfren Community Yogyakarta ini.

Dan, perjalanan baru saya pun dimulai. Setelah selesai acara, saya diajak khusus untuk menghadiri acara Smartfren di Ambarrukmo Plaza tersebut, sebagai tamu VIP, yang kemudian diperkenalan dengan Bapak Djoko Tata Ibrahim (Deputy CEO Smartfren), Bapak Joseph Gultom (Regional Head Smartfren South Central Java), Ibu Galuh dan Mba Irma (Smartfren Yogyakarta) dan Kak Dian Alfonsa (Smartfren Community Development). Saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan menyandang status VIP pada acara besar yang diadakan oleh Smartfren.

Namun ternyata perjalanan saya di dalam Smartfren Community Yogyakarta ini baru beneran dimulai keesokan harinya, Sob. Saya baru tahu kemudian bahwa sebenarnya Smartfren Community Yogyakarta ini sempet vakum selama hampir dua tahun karena tanpa Leader. Dikarenakan Leader sebelumnya ini terlalu sibuk dengan kegiatan pribadi beliau, yang kemudian beliau memutuskan untuk mengundurkan diri.

Beberapa member lama ada yang terkejut dengan kepemimpinan saya, yang dipilih dari orang yang sama sekali baru. Bukan dipilih dari mereka-mereka yang sudah duluan bergabung di komunitas ini. Ibarat kata, saya ini seperti Zhang Wuji (Tio Buki) dari serial wuxia Heaven Sword and Dragon Sabre (Pedang Pembunuh Naga) dimana dia memimpin Perkumpulan Ming, yang sudah 20 tahun tanpa pemimpin. Polemik, tentu saja ada, mengingat saya adalah orang yang berasal dari antah berantah, tiba-tiba voila….saya menjadi pemimpin mereka. Namun dengan berjalannya waktu, member-member lama yang sempat mempertanyakan status saya ini, pelan-pelan bisa saya rangkul untuk kembali ke Smartfren Community Yogyakarta dan menjadi loyal member kembali. Tentu saja dengan dukungan dari sesama member lain, sesama Leader Smartfren Community dari kota lain, kakak-kakak dari Smartfren Community Development, dan bapak ibu dari Smartfren.

Saya sendiri sempat berbincang-bincang dengan Kak Ipan pada saat setelah acara tersebut, untuk menimba inspirasi dari dia, terkait pengalamannya selaku Leader yang sudah duluan bergabung di jajaran Leader Smartfren Community. Dia sempat berkata bahwa dengan bergabung sebagai Leader dari Smartfren Community, dia mendapatkan banyak sekali “Peluang” baru. Dia menggaris bawahi kata “Peluang” tersebut.

Ah, saya harus mencerna kembali maksud kata “Peluang” yang dibicarakan oleh Kak Ipan. Dan ternyata, kata “Peluang” yang dimaksudkan itu beneran terjadi pada saya, tidak lama kemudian.

Peluang-peluang baru banyak sekali yang kemudian berdatangan kepada saya. Dengan personal branding saya sebagai seorang MC, TV Host, Blogger, dan Influencer, kemudian ada satu label lagi yang menempel di pundak saya. Yakni Leader Smartfren Community Yogyakarta. Baru beberapa hari saya dilantik, saya sudah mendapatkan undangan dari komunitas lain untuk diajak berkolaborasi. Tercatat saya pernah diajak berkolaborasi dengan Komunitas Kofipon. Saya diundang secara khusus sebagai Tamu VIP pada saat Komunitas Kofipon tersebut merayakan hari jadinya.

Acara perayaan hari jadi Komunitas Kofipon kolaborasi antara Komunitas Kofipon dan Smartfren Community Yogyakarta, pada bulan April 2019. (Dokumentasi Komunitas Kofipon)
Acara bakti sosial ke panti asuhan, kolaborasi antara Kaskus Regional Yogyakarta, Penyala Jogja, dan Smartfren Community Yogyakarta, pada bulan Agustus 2019. Ah, saya terlihat sangat imut di situ ya, hehe. (Dokumentasi Kaskus Regional Yogyakarta)

Komunitas Kaskus Regional Yogyakarta dan Penyala Jogja juga pernah mengajak Smartfren Community Yogyakarta, untuk berkolaborasi mengadakan bakti sosial ke sebuah panti asuhan di daerah Gamping, Sleman. Asli, saya sangat terharu pada saat bertemu dengan adik-adik dari panti asuhan tersebut yang sangat bersemangat. Seperti ada suntikan energi positif yang saya rasakan pada saat saya menghadiri acara bakti sosial tersebut.

Saya bersama member dari Smartfren Community Yogyakarta saat diundang secara khusus, pada acara Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan oleh Smartfren, pada bulan Ramadan 2019. Saya tampan banget ya di situ. (Dokumentasi: Oom Yahya Kurniawan)

Saya juga berkesempatan menjadi tamu eksklusif di banyak sekali acara yang diadakan oleh Smartfren. Seperti, beberapa kali saya diundang untuk menghadiri pers conference yang diadakan oleh Smartfren. Beberapa kali juga saya diundang ke Jakarta, untuk menghadiri acara khusus Smartfren, seperti acara musik yang ditayangkan di televisi, yang tentunya disponsori oleh Smartfren.

Saya pun diperbolehkan untuk mengadakan acara gathering untuk member Smartfren Community Yogyakarta pada bulan April 2019. Pada saat itu, saya berhasil mengundang sekitar 55 anggota, sekaligus menjadi tuan rumah bagi mereka. Saya melakukannya sendiri? Oh tentu saja tidak. Ada banyak pihak yang membantu saya. Di antaranya adalah tim dari Smartfren Community Development, tim dari Smartfren South Central Java, dan member Smartfren Community Yogyakarta itu tadi. Saya terharu banget saat itu.

Acara gathering member Smartfren Community Yogyakarta pada bulan April 2019. Alhamdulillah, saya berhasil menjadi tuan rumah yang tampan dan baik hati, hehe. (Dokumentasi: IG Smartfren Community)
Acara gathering member Smartfren Community Yogyakarta pada bulan April 2019. (Dokumentasi: IG Smartfren Community)

Puncaknya adalah, pada bulan Februari 2020 yang lalu, Smartfren Community mengadakan gathering secara nasional, dengan menghadirkan seluruh Leader dari berbagai wilayah di Indonesia. Dan tebak, lokasinya adalah di Yogyakarta. Bangga donk karena Yogyakarta ditunjuk sebagai tuan rumah. Bayangkan, kami yang sebelumnya belum pernah bertemu dan saling mengenal, disatukan dalam satu ruangan yang sama selama tiga hari, untuk berkumpul sekaligus menyatukan ide dan visi misi. Tentu saja ada banyak sekali keseruan yang terjadi pada saat gathering nasional ini. Lagi-lagi saya melakukannya sendiri? Oh tentu saja tidak, Sob. Kembali tim dari Smartfren Community Development, tim dari Smartfren South Central Java, dan jajaran panitia dari sesama Leader Smartfren Community dari berbagai kota, yang mendukung terwujudnya acara ini. Bahkan, Bapak Roberto Saputra yang adalah Chief Brand Officer Smartfren, meluangkan waktunya khusus untuk bertemu dengan saya. Asli, saya bangga banget.

Saya pada saat menghadiri acara Gathering Nasional untuk Leader dari Smartfren Community se-Indonesia, yang diadakan pada bulan Februari 2020. (Dokumentasi pribadi)
Saya pada saat menghadiri acara Gathering Nasional untuk Leader dari Smartfren Community se-Indonesia, yang diadakan pada bulan Februari 2020. (Dokumentasi pribadi)
Saya pada saat menghadiri acara yang diadakan oleh Smartfren, bersama dengan Bapak Roberto Saputra selaku Chief Brand Officer Smartfren, Bapak Munir Syahda Prabowo dan Bapak Chander Mohan Kohli dari Smartfren, Kak Dani, Kak Linda dan Kak Kadi dari Smartfren Community Development, serta beberapa Leader Smartfren Community dari berbagai kota (Dokumentasi Pribadi)

Belum lagi acara lain yang diadakan oleh Smartfren South Central Java dan Galeri Smartfren Yogyakarta (Timoho dan Seturan) mengadakan acara khusus, seperti peluncuran produk baru, acara Smartfren Goes to Campus, atau pun acara musik yang disponsori oleh Smartfren yang diadakan di Yogyakarta, saya diundang secara khusus dan eksklusif. Banyak sekali keseruan saat saya diundang, sekaligus menikmati acara musik tersebut dengan tim Smartfren. Nyanyi bareng-bareng. Joged bareng-bareng. It’s such a memorable moments.

Saya pada saat menghadiri acara yang diadakan oleh Smartfren South Central Java. (Dokumentasi pribadi)

Selain itu, saya juga berkesempatan untuk membuka jaringan (networking) yang lebih luas lagi. Dengan berkenalan dengan sahabat-sahabat baru sesama Leader Smartfren Community dari berbagai kota se-Indonesia dan kakak-kakak Community Development Division dari Smartfren, merupakan peluang baru yang sama sekali tak terbayangkan oleh saya. Belum lagi dengan saya kenal dan akrab dengan kakak-kakak dari tim Smartfren South Central Java, dari berbagai divisi yang ada termasuk dengan Bapak Joseph Gultom. Asli, saya sangat bangga menjadi Leader Smartfren Community Yogyakarta.

Saya pada saat menghadiri acara yang diadakan oleh Smartfren South Central Java, bersama dengan Bapak Joseph Gultom selaku Regional Head Smartfren South Central Java, penyanyi Ndarboy, dan kak Aris member Smartfren Community Yogyakarta. (Dokumentasi pribadi)
Saya pada saat menghadiri acara yang diadakan oleh Smartfren South Central Java, bersama dengan Ibu Galuh dari Smartfren Yogyakarta, dan member-member dari Smartfren Community Yogyakarta. (Dokumentasi pribadi)

Nah, tidak hanya itu. Beberapa kali saya juga diberikan kesempatan untuk mewakili Smartfren Community untuk mempresentasikan mengenai Smartfren dan Smartfren Community. Istilahnya, saya jadi pembicara gitu lho, Sob. Terutama pada acara-acara yang disponsori oleh Smartfren Community, seperti pada saat acara komunitas, kampus, atau sekolah. Biasanya saya yang menjadi MC atau Moderator, di kesempatan lainnya saya menjadi Pembicara. Another next level of what we called Peluang.

Saya pada saat menghadiri acara yang disponsori oleh Smartfren Community Yogyakarta, bertindak selaku narasumber atau keynote speaker, mewakili Smartfren Community. (Dokumentasi pribadi)

Itu tadi kenangan -terlalu- manis saya, selama kurang lebih dua tahun ini bergabung dengan Smartfren Community sebagai Leader Smartfren Community Yogyakarta. Karena benar kata Kak Ipan, saya bisa membuka “Peluang” baru dengan menjadi Leader dari Smartfren Community Yogyakarta ini. Atau dengan kata lain, inilah Open Possibilities versi saya bersama Smartfren dan Smartfren Community. Sekarang, giliran kamu yang cerita ke saya tentang seperti apa Open Possibilities itu bersama Smartfren dan Smartfren Community versi kamu. Saya tungguin ya.

gaya hidup, Kuliner

Bertualang Rasa di HonaBelle and Co, Brownies Panggang Premium yang Endulita

Saya berkunjung ke kitchen studionya HonaBelle and Co, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Saya memegang salah satu varian dessert box. (Dokumentasi pribadi)

Jadi tuh ya sebagai generasi millennial yang gede di era 90an, saya tuh tumbuh dan berkembang dengan begitu banyak pilihan jajanan yang rasanya manis dan gurih. Makanya begitu beberapa hari yang lalu, sahabat saya, Agata Vera Setianingsih mengundang saya untuk berkunjung ke studio kitchen dari salah satu brand brownies, langsung saja saya iyain.

Salah satu produk unggulan HonaBelle and Co, yakni Brownies Panggang Premium varian Pentamix. (Dokumentasi HonaBelle and Co)

Brownies yang mengundang saya ini tuh unik banget, karena brownies-nya ini back-to-basic yakni dipanggang, bukan brownies kukus yang di Yogyakarta ini lebih dulu viral di kalangan mahasiswa. Yup, brownies yang saya maksud kali ini tuh merupakan brownies panggang. Yang adalah mempunyai jenama Honabelle And Co.

Salah satu produk dari HonaBelle and Co. (Dokumentasi HonaBelle and Co)

Honabelle and Co yang Menggoda

Dan, saya berkesempatan langsung masuk ke studio kitchennya donk. Ga hanya sekadar berkunjung ke galeri outletnya dan melihat produk jadinya doank lho ya. Tapi literally beneran diajak masuk ke studio kitchennya. Memang bukan untuk melihat dari awal proses pembuatannya sih. Tapi saat itu sudah ada beberapa produk browniesnya Honabelle and Co yang siap dikemas. Pemilik sekaligus pengelolanya, kak Helga Oki Nabilla Adriano dan suaminya Chef Harisatu Zakaria, sendiri lho yang ngajakin saya untuk masuk ke dalam studio kitchen.

Beragam Brownies Panggang Premium produk dari HonaBelle and Co yang baru saja selesai dipanggang. (Dokumentasi HonaBelle and Co)

Honabelle and Co ini tuh udah hadir di Yogyakarta sejak tahun 2016. Awalnya memang kak Bella, panggilan akrabnya kak Helga Oki Nabilla Adriano, memasak brownies panggang ini dengan sistem made-by-order. Namun lama kelamaan, jadi banyak peminat dan penikmatnya, akhirnya kak Bella dan Chef Haris bersepakat untuk mendalami dan mengembangkan bisnis kuliner brownies panggang ini.

Siapa coba yang tahan godaan dari Brownies Panggang Premiumnya HonaBelle and Co ini? (Dokumentasi pribadi, foto oleh Prima Hapsari)

Dengan mengusung tagline “Pelopor Brownies Panggang Premium No. 1 di Yogyakarta”, Honabelle and Co ini mempunyai produk unggulan yakni brownies panggang premium varian Pentamix, Cheesy, dan Silverqueen. HonaBelle and Co juga mempunyai varian lain yakni Greentea, Choco Swift, Almond, Nutella Almond, Cheese Nutella, Devil Choco, Magnum Nut, Kitkat, Marie Me, Brownies Pizza dan Angel Cheesecake. Dengan harga berkisar dari Rp 45.000,- hingga Rp 250.000,-.

Oh ya, selain brownies panggang premium, HonaBelle and Co juga mempunyai produk lain yakni dessert box yang hadir mulai akhir tahun 2018, dan pernah viral pada awal tahun 2019, karena salah satu produknya, yakni Dessert Box River Choco direview oleh banyak foodgram yang kemudian banyak dicari oleh masyarakat dan mahasiswa di Yogyakarta, sampai berkali-kali sold out. Selain River Choco, HonaBelle and Co mempunyai pasukan Red Velvet, Pepper Mint, dan ChocolateCreamy Cheesecake, dengan kisaran harga Rp 55.000,- hingga Rp 75.000,-.

Pada tahun 2020 ini, HonaBelle and Co membawa campaign baru, yakni Premium, Pride, and Tasty, sekaligus memperkenalkan logo dan kemasan baru yang lebih fresh, muda dan kekinian. Dan pada 26 Oktober 2020, HonaBelle and Co juga meluncurkan versi mungil dessert box yang diberi nama Babybelle Dessert Box series yang harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp 15.000,- saja. Cocok banget nih untuk dijadiin oleh-oleh ya.

Beragam produk dari HonaBelle and Co. (Dokumentasi oleh HonaBelle and Co)

Kalau dari segi rasa, jujur ya. Brownies panggang premium-nya HonaBelle and Co ini memang teksturnya agak kering dan padat. Ya iya lah, kan karena dipanggang. Basic-nya brownies ya pasti gitu. Kalau yang udah terbiasa menikmati brownies kukus yang empuk dan lembut, pasti akan terkejut dengan tekstur dari brownies panggang ini. Justru di situlah nikmatnya brownies panggang ini. Sensasi di mulut sangat menggoda. Pahit dan manis berpadu dengan komposisi yang tepat. Tidak terlalu manis, namun tidak terlalu pahit. Pas, namun tetap melimpah rasa cokelatnya. Membahagiakan mulut dan memanjakan lidahmu kok. Asyik dech pokoknya.

Saya saat berkunjung ke galeri outletnya HonaBelle and Co. (Dokumentasi pribadi, foto oleh Prima Hapsari)

Jadi, kalau kamu ingin mencoba sensasi rasa brownies panggang premium yang sebenarnya, langsung aja sila kamu berkunjung ke HonaBelle and Co. Rasanya endulita. Oh ya, mereka juga menawarkan kerjasama reseller kalau kamu pengin berbisnis di bidang pemasaran brownies panggang premium dan dessert box-nya HonaBelle and Co loh. Menarik kan? Kuy, langsung aja kamu meluncur ke HonaBelle and Co.

HonaBelle and Co, Pelopor Brownies Panggang Premium No. 1 di Yogyakarta.

Saya saat berkunjung ke galeri outletnya HonaBelle and Co. (Dokumentasi pribadi, foto oleh Prima Hapsari)

HonaBelle and Co
IG                           : @honabelleandco
Alamat                  : Gang Lempongsari 5 No. 178, Ngaglik, Sariharjo, Sleman
Jam Operasional : Senin-Minggu, 09:00-21:00 WIB
Telp.                      : 0895361920345
Go-Food available
Grab Food available

gaya hidup, Pendidikan

Kuliah Daring bersama Smartfren

Saya saat mengikuti kuliah daring, menggunakan koneksi internet dari Smartfren. (Dokumentasi Pribadi)

Jadi, setelah semester yang lalu, masa kuliah saya terhantam pandemi Covid-19, akhirnya mulai semester ini, saya kembali ke bangku perkuliahan. Ya namanya saja kuliah yang biasanya harus datang ke gedung kampus, sekarang sepenuhnya kuliah saya diadakan secara daring (online). Saya berkuliah dengan menghadap ke komputer jinjing, atau melalui ponsel.

Dengan awal masa perkuliahan yang dimulai lebih belakangan dari jenjang S1 –yang biasanya kuliah S1 dimulai pada bulan Agustus–, kuliah saya justru baru dimulai pada bulan Oktober 2020 ini. Dan tentunya, dengan melaksanakan protokol kebiasaan baru, yang sama sekali berbeda dengan kuliah pada masa sebelum pandemi.

Jika sebelumnya, saya memang menggunakan aplikasi teleconference, seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams, hanya untuk penyelenggaraan rapat atau meeting dengan klien untuk keperluan pekerjaan, atau untuk mengikuti kelas kursus daring yang menjamur selama masa pandemi Covid-19 ini, maka mulai bulan ini, saya menggunakan aplikasi teleconference tadi ke sebuah level yang sama sekali berbeda.

Yup, betul. Secara resmi, saya menggunakan aplikasi teleconference sebagai sarana kuliah saya saat ini.

Kuliah Daring bersama Smartfren

Sebagai seseorang yang disebut sebagai mahasiswa (lagi), saya tentu saja pernah menjalani masa perkuliahan secara konvensional. Pembelajaran dilaksanakan secara kelas tatap muka. Dosen dan mahasiswa berada di satu ruangan yang sama, pada waktu yang sama pula.

Mulai semester ini, di jenjang perkuliahan saya yang di semester sebelumnya diliburkan, kembali diaktifkan lagi aktifitas perkuliahannya. Yang dimana kali ini mengaplikasikan sistem pembelajaran jarak jauh secara daring (online).

Dosen dan mahasiswa diperkenankan untuk tetap berada di rumah atau tempat tinggal masing-masing. Yang kemudian pada waktu yang sama, kami –mahasiswa dan dosen– secara bersama-sama mengakses aplikasi teleconference yang sama, untuk digunakan sebagai medium kami berkomunikasi.

Ilustrasi kuliah daring dari aplikasi Microsoft Teams. (Dokumentasi Pribadi)

Sebenarnya metode perkuliahan jarak jauh secara daring ini nyaris tidak ada perbedaan yang signifikan dengan metode perkuliahan secara konvensional. Dosen tetap dapat membagikan materi kuliahnya, nyaris sama persis seperti pada metode perkuliahan konvensional. Dan mahasiswa –yang berbeda dimensi ruang– tetap dapat menerima materi perkuliahan juga. Nyaris tak ada perbedaan.

Ilustrasi kuliah daring dari aplikasi Microsoft Teams. (Dokumentasi Pribadi)

Jika mengenai pembagian dan pengumpulan tugas kuliah sih, sejak masih mengenyam pendidikan S1, di kampus saya yang sebelumnya sudah menerapkan sistem tugas daring. Tugas kuliah ada sebagian yang dikirimkan kepada dosen melalui surel (e-mail). Hanya sebagian tugas saja yang masih harus dicetak atau ditulis tangan. Jadi sebenarnya, sudah semenjak beberapa tahun sebelumnya, saya sudah mahfum dengan metode perkuliahan secara daring ini. Sementara untuk saat ini, semua tugas dikumpulkan secara daring, melalui surel atau diunggah ke sebuah pranala penyimpanan digital (Google Drive atau Cloud) tertentu yang ditentukan oleh dosen.

Nah tentunya, metode perkuliahan jarak jauh secara daring ini harus memerlukan koneksi internet, sebagai salah satu sumber daya terpenting untuk kelangsungan proses belajar mengajar. Dan dari semua provider, kebetulan provider yang saya gunakan untuk terhubung dengan dunia maya adalah dengan menggunakan Smartfren.

Sebagai salah satu provider telekomunikasi yang menyasar ke kaum muda milenial seperti saya, tentunya Smartfren secara penuh totalitas mendukung terlaksananya proses pembelajaran jarak jauh seperti ini. Memang di semua jenjang pendidikan mulai dari TK hingga Kuliah, selama masa pandemi Covid-19 ini, maka proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring, menggunakan metode pembelajaran jarak jauh.

Pemerintah beberapa waktu lalu mencanangkan program bantuan Kuota Pembelajaran bagi seluruh tenaga pendidikan dan para peserta didik, yang disalurkan secara bertahap mulai sejak bulan September hingga Desember 2020. Dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, setiap pengajar dan peserta didik akan secara gratis mendapatkan kuota bantuan internet dari Pemerintah ini, asalkan nomor yang didaftarkan ke Dapodik (Data Pokok Pendidikan) masih aktif.

Materi konten mengenai Kuota Internet dari Pemerintah, dari provider Smartfren. (Dokumentasi Instagram @smartfrenworld )

Untuk jumlah bantuan kuota internetnya memang berbeda-beda, tergantung dengan tingkat pendidikan yang ditempuh. Berikut adalah rinciannya:

  1. Siswa PAUD (TK)           : 5GB kuota internet all access + 15GB kuota belajar  (Total 20GB)
  2. Siswa SD-SMA/setara   : 5GB kuota internet all access + 30GB kuota belajar  (Total 35GB)
  3. Guru                                : 5GB kuota internet all access + 37GB kuota belajar (Total 42GB)
  4. Mahasiswa/Dosen        : 5GB kuota internet all access + 45GB kuota belajar (Total 50GB)

Nah, bagi pelanggan Smartfren yang merupakan tenaga pendidikan atau peserta didik, yang mendaftarkan nomor ponselnya di Dapodik, maka juga akan mendapatkan bantuan kuota internet gratis dari pemerintah, sesuai jumlah yang disebutkan di atas.

Lalu untuk memeriksa apakah nomor ponselmu –baik yang kamu pakai adalah dari Smartfren atau dari provider lain– itu sudah terdaftar di Dapodik atau belum, kamu bisa mengunjungi ke laman http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id . Atau kamu bisa menghubungi pihak administrasi di sekolah atau kampus kamu, untuk meminta bantuan didaftarkan nomor ponselmu ke Dapodik.

Oh ya, kalau kamu belum menggunakan nomor Smartfren, kamu bisa mendapatkan perdana Smartfren ini di banyak tempat lho, Kamu bisa berkunjung ke Galeri Smartfren terdekat di kotamu. Seperti saya yang di Kota Yogyakarta, bisa berkunjung ke Galeri Smartfren Timoho Yogyakarta atau ke Galeri Smartfren Seturan Sleman. Kamu juga bisa berkunjung ke outlet-outlet penjualan kartu perdana ponsel terdekat dari rumahmu. Jangan lupa untuk mengaktifkan, mendaftarkan dan menggunakan nomor Smartfren-mu itu ya.

Sama seperti saya nih. Kebetulan pada tanggal 24 September 2020 yang lalu, nomor saya mendapatkan pesan pendek (SMS) yang berisi pemberitahuan mengenai kuota gratis internet yang saya dapatkan dari Pemerintah ini. Tentunya jumlah kuota internet yang saya dapatkan sebesar 50 GB. Dimana 45 GB bisa saya gunakan untuk mengakses situs serta aplikasi pembelajaran yang ditetapkan pemerintah, dan 5 GB berikutnya bisa saya gunakan untuk mengakses koneksi internet secara umum.

Saya saat mengikuti kuliah daring, menggunakan koneksi internet dari Smartfren. (Dokumentasi Pribadi)

Dan akhirnya, saya jadi bisa dengan tenang mengikuti perkuliahan lagi dech. Karena, kuota internet yang saya gunakan untuk mengakses ke sarana perkuliahan ini menggunakan kuota gratis dari Pemerintah, yang tentunya menggunakan Smartfren untuk jaringan koneksi internet saya. Smartfren WOW WOW WOW.

gaya hidup, Kuliner, Review

Dawet Kani, Dawet Khas Pasar Kliwon Kudus, Kini Hadir di Yogyakarta

Saya di depan Dawet Kani Jogja, Jalan Kaliurang KM. 10, Sleman, Yogyakarta. (Foto oleh: Agata Vera Setianingsih)

Dawet, atau sering juga disebut dengan istilah es cendol, merupakan salah satu kuliner asli Indonesia. Minuman yang terbuat dari perpaduan antara sirup gula Jawa, cendol, santan, dan bahan lainnya, menjadikan dawet mampu memanjakan lidah masyarakat Indonesia sejak dahulu. Dawet selalu memberikan kesan segar dan meninggalkan rasa manis di lidah penikmatnya, apalagi jika disajikan dengan pelengkap es batu yang menambah derajat kesegarannya, menjadikannya salah satu hidangan minuman yang cocok disajikan di iklim tropis Indonesia.

Dawet Kani yang Segar dan Unik

Dan kini hadir di Yogyakarta, Dawet Kani Jogja yang merupakan dawet asli khas Pasar Kliwon Kudus. Yang menjadikan Dawet Kani ini istimewa di lidah saya adalah karena Dawet Kani menggunakan cendol yang terbuat dari tepung aren atau tepung sagu. Sehingga cendol yang ada di setiap porsi sajian Dawet Kani ini terasa sangat lembut dan lumer di lidah saya. FYI, pada umumnya, cendol pada minuman dawet terbuat dari tepung beras, dengan tekstur kenyal. Oh ya, bentuk cendol pada Dawet Kani juga lebih mirip seperti adonan cincau atau agar-agar yang dipotong acak, agak kurang beraturan, tidak bulat pipih memanjang. Namun di situlah keistimewaan dari Dawet Kani ini.

Saya berfoto bersama dengan pemilik sekaligus pengelola Dawet Kani, mas Daniel. Tampak dalam foto, food vlogger terkenal Daniel Andre Makan Keliling, yang ikut berfoto bersama kami. (Foto oleh: Agata Vera Setianingsih)

Oh ya, istilah Kani sendiri merupakan penyebutan santan kental (kanil) dalam Bahasa Jawa dialek Kudus. Ya memang, Dawet Kani menggunakan santan kental, yang aromanya sangat wangi menggoda. Mas Daniel, selaku pemilik dan pengelola Dawet Kani ini mengatakan bahwa dia menggunakan dua puluh butir kelapa untuk memasak santan kental pada prosesnya. Bukan menggunakan santan instan sachetan, ataupun santan bubuk instan. Itulah yang menjadikan santan kanil pada Dawet Kani memberikan aroma wangi yang khas. Dia pun menambahkan bahwa dia membutuhkan waktu 5 jam dalam proses memasak santan kental pada racikan dawetnya tersebut. Dia mengatakan bahwa dia rela meluangkan waktunya selama hampir empat bulan belajar mengenai resep pembuatan dawet khas Pasar Kliwon ini secara langsung ke tempat asalnya, yakni di Kudus.

Santan kental (kani) yang merupakan bahan utama dalam sajian Dawet Kani. (Dokumentasi pribadi)
Santan encer yang menjadi penyeimbang rasa dalam sajian Dawet Kani. (Dokumentasi pribadi)

Selain santan kental, Dawet Kani juga menggunakan santan encer sebagai tambahan. Jadi, setiap kali kamu mencecap sajian Dawet Kani, akan ada dua macam santan dengan tekstur berbeda, yang kental (kani) dan yang encer, berpadu di dalam mulutmu. Kedua santan tersebut, beradu dengan lembutnya cendol tadi, siap menggoyangkan lidahmu. Sedap dan segar, namun unik karena cendolnya lembut. Sangat cocok untuk dinikmati saat siang hari, selepas makan siang.

Mas Daniel, selaku pemilik dan pengelola Dawet Kani, sedang menyajikan sajian Dawet Kani. Tampak pada foto santan kental (kani) dan cendol yang terbuat dari tepung aren. (Dokumentasi pribadi)

Untuk saat ini, warung minuman dawet yang beroperasi sejak awal bulan Oktober 2020 ini, memberikan dua pilihan rasa. Yakni rasa original, yang menggunakan sirup gula Jawa yang segar. Dan rasa frambose, yang memberikan aroma wangi buah frambose (raspberry). Bagi saya –yang pecandu makanan manis ini-, kedua rasa tersebut sama-sama segar dan nikmat. Namun tidak menutup kemungkinan jika ke depannya Mas Daniel akan melakukan terobosan baru dengan menambahkan varian rasa lainnya.

Dua varian Dawet Kani. Rasa original dan rasa frambose. Tampak dalam foto, kedua varian rasa tersebut sedang ditunjukkan oleh food vlogger terkenal Jimmy Mahasiswa Kulineran. (Dokumentasi pribadi)

Oh ya, kalau kamu pengin menikmati lezatnya Dawet Kani Jogja ini, cuss buruan saja kamu meluncur ke Jalan Kaliurang Km. 10, di sebelah Bank BRI Unit Ngaglik, timur jalan. Tepatnya setelah SPBU Ngaglik. Mumpung selama bulan Oktober 2020 ini sedang ada program promo menarik nih. Satu porsi Dawet Kani bisa kamu dapatkan hanya seharga Rp 6.000,- saja. Murah dan terjangkau, bukan? Nantinya, satu porsi Dawet Kani bisa kamu dapatkan dengan kisaran harga Rp 8.000,- sampai Rp 9.000,- saja. Apalagi ke depannya, akan disajikan pula kue pendampingnya, yakni kue khas Indonesia juga, lapis legit. Hm….pasti menambah tingkat nikmatnya donk ya. Mari kita cintai Kuliner Asli Indonesia. Salah satu caranya ya dengan menikmati segarnya es dawet dari Dawet Kani Jogja.

Saya di depan Dawet Kani Jogja, Jalan Kaliurang KM. 10, Sleman, Yogyakarta, tengah menikmati Dawet Kani varian rasa frambose. (Foto oleh: Agata Vera Setianingsih)

Dawet Kani Jogja 
Jalan Kaliurang Km. 10, sebelah BRI Unit Ngaglik,
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Buka : Senin-Sabtu, 09:00-16:30 WIB
No. Telp. : 082233530386
Go-Food and Grab Food soon available
Instagram : @dawetkani