Blog

gaya hidup, Kuliner, Review

Bernostalgia dengan Menu dari Joglo Pari Sewu

IMG-20190409-WA0013
Wahyu saat berada di Joglo Pari Sewu. (Photo by Nova Aristanto)

Halo, good people. Wahyu mau cerita lagi nih. Jadi beberapa hari yang lalu, Wahyu berkesempatan mengunjungi sebuah rumah makan yang asri dan penuh nuansa alam. Namanya Joglo Pari Sewu. Saat itu, Wahyu dan beberapa rekan influencer lainnya, mendapat undangan khusus dari Joglo Pari Sewu dengan dikoordinir oleh seorang vlogger senior Jogja, mas Andreas.

IMG-20190409-WA0012
Wahyu bersama vlogger senior Jogja, mas Andreas, saat berada di Joglo Pari Sewu. (Photo by Nova Aristanto)

Ngomong-ngomong nih, Joglo Pari Sewu ini berlokasi di kawasan Desa Wisata Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman. Dan ternyata, Desa Wisata Bromonilan ini merupakan sebuah desa wisata rintisan yang diresmikan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman pada akhir tahun 2018. Oh ya, Joglo Pari Sewu ini terletak di sebelah aliran sungai Kali Kuning, yang merupakan bagian dari Desa Wisata Bromonilan ini, good people. Jadi jika kamu berkunjung ke sini, kamu akan mendapatkan pemandangan keren dari aliran sungai Kali Kuning yang menyejukkan mata, hati dan pikiranmu.

FotoJet1
Beberapa spot di Joglo Pari Sewu. (Photo by Wahyu Prasetya)

Joglo Pari Sewu ini merupakan sebuah rumah makan yang berkonsep Resto Wisata Jogja, yang mempunyai pemandangan alam khas pedesaan yang masih alami, floating boat lucu bagi anak-anak maupun dewasa, aktifitas berenang di sungai Kali Kuning, dan tentunya yang paling utama adalah makanannya. Joglo Pari Sewu mempunyai beragam pilihan kuliner untuk bisa kamu nikmati. Di sini, pengunjung juga bisa menikmati rasa geli ketika melakukan terapi ikan, ketika ada ratusan ekor ikan mengerubungi kulit kaki, yang katanya ikan-ikan ini akan memakan sel kulit mati yang ada di kaki kamu. Geli banget beneran. Dan di sini juga ada fasilitas Rumah Boneka yang mempunyai ratusan koleksi boneka yang menggemaskan dan instagrammable.

Joglo Pari Sewu ini sendiri mempunyai kapasitas yang cukup besar. Daya tampungnya bisa mencapai 150 orang, sehingga cocok banget tuh untuk kamu yang ingin melaksanakan acara-acara seperti meeting kantor, reuni alumni, arisan keluarga, arisan teman-teman, karyawisata anak-anak sekolah, darmawisata anak kuliahan atau orang kantoran. Atau sekadar berkumpul bersama keluarga, juga bisa. Jadi Joglo Pari Sewu ini bisa digunakan untuk tempat berkumpulnya acara banyak orang, bisa juga untuk keluarga kecil berkumpul dan bercengkerama.

Menikmati Joglo Pari Sewu dan Rumah Bonekanya

Joglo Pari Sewu ini sangat menyejukkan, karena areanya dipenuhi beragam pepohonan, dan juga berada di dekat daerah aliran sungai. Di sini, terdapat beberapa titik yang bisa dijadikan tempat untuk menikmati santapan, seperti di gazebo, pendopo, rumah pohon dan taman bambu. Di area Taman Bambu sendiri, berkonsep luar ruangan (outdoor), jadi kamu bisa menikmati kuliner dari Joglo Pari Sewu ini sekaligus menikmati suasana alam dan udara pedesaan secara langsung, sekaligus diiringi suara alam dari pepohonan, rumpun bambu, dan gemericik suara air sungai yang mengalir.

20190409_093842
Beberapa menu prasmanan tradisional yang ditawarkan di Joglo Pari Sewu. (Photo by Wahyu Prasetya)

Khusus di akhir pekan, semua menu makanan Joglo Pari Sewu yang biasanya disajikan di pendopo, akan dibawa turun ke area Taman Bambu ini, sehingga kamu bisa langsung merasakan nikmatnya alam pedesaan sembari menikmati sajian kuliner khas di sini.

Beruntungnya Wahyu, walaupun saat itu Wahyu berkunjung tidak saat akhir pekan, namun saat itu pengelola Joglo Pari Sewu secara khusus menyajikan semua menu-nya di Taman Bambu ini. Khusus untuk Wahyu dan teman-teman Wahyu saja lho. Dan saat itu, Joglo Pari Sewu menyajikan menu prasmanan tradisionalnya.

Uniknya, sistem pembayaran di Joglo Pari Sewu ini menggunakan kupon khusus, yang bisa kamu dapatkan dari karyawan Joglo Pari Sewu ini. Seru banget dech.

Menu prasmanan tradisional dari Joglo Pari Sewu yang disajikan saat itu adalah sayur lodeh, oseng daun   kates, ikan pindang lumpur, bakwan jagung, telur dadar, tempe garit krispi, tempe mendoan, gudeg, pecel, opor telur, sop ceker ayam, dan semur jengkol. Ada pula pilihan nasi putih hangat dan nasi goreng. Wahyu sendiri saat itu memilih menu nasi putih dengan pecel, ditemani opor telur dan tempe mendoan.

IMG-20190409-WA0009
Wahyu saat menikmati minuman jamu dari Joglo Pari Sewu. (Photo by Nova Aristanto)

Untuk minumannya, terdapat pilihan minuman air putih, jamu beras kencur, dan kunyit asam. Dengan ditemani dessert berupa aneka bubur tradisional seperti bubur candil (cendol biji salak), bubur mutiara, bubur ubi ungu, yang dilengkapi topping santan gurih atau areh (gula merah cair), semakin membuat nuansa tradisional Joglo Pari Sewu semakin kental.

Jangan khawatir, semua menu prasmanan tradisional yang disajikan oleh Joglo Pari Sewu ini sangat terasa sedap. Membuat kamu bisa bernostalgia dengan aneka menu masakan tradisional Indonesia.

Nah, setelah selesai kami –Wahyu dan teman-teman influencer- menikmati sajian dari Joglo Pari Sewu ini, kami pun berkunjung ke Rumah Boneka, yang masih berada di kompleks Joglo Pari Sewu. Di dalam Rumah Boneka ini, terdapat beragam boneka dari berbagai ukuran. Favorit Wahyu sendiri tentu saja Doraemon. Semua boneka yang ada di dalamnya sangat lucu dan menggemaskan.

FotoJet2
Wahyu saat berada di dalam Rumah Boneka-Joglo Pari Sewu. (Photo by M. Azaz)

Di Joglo Pari Sewu, selain kamu bisa menikmati menu masakan, dan berkunjung ke Rumah Boneka, kamu juga bisa menikmati floating boat, bermain air di sungai Kali Kuning, dan melakukan terapi ikan. Semuanya ditawarkan dengan harga terjangkau dan dengan paket-paket yang menarik. Untuk keterangan lebih lengkap, kamu bisa berkunjung ke laman resmi atau melalui media sosial resmi dari Joglo Pari Sewu, good people.

20190409_111003
Wahyu berfoto bersama Hello Kitty, di dalam Rumah Boneka-Joglo Pari Sewu. (Photo by Tri Darmini)

Jadi, sekarang kamu sudah ingin bernostalgia dengan menu masakan tradisional Indonesia belum? Kalau iya, Wahyu sangat merekomendasikan Joglo Pari Sewu ini untuk kamu. Ga usah khawatir dengan harga, karena Joglo Pari Sewu menawarkan harga yang terjangkau untuk kantong kamu. Sampai jumpa di cerita Wahyu berikutnya ya.

Joglo Pari Sewu
Website               : http://www.jogloparisewu.com
IG                           : @jogloparisewu @kenyalkental_pudding
FB dan FP            : Joglo Pari Sewu
Twitter                 : @parisewu

FotoJet3

FotoJet4

 

gaya hidup, Kuliner, Review

Menikmati Ayam Goreng Krispy Lezat di Naoki Chicken and Café Kalasan

1IMG-20190406-WA0028
Wahyu saat menikmati menu ayam goreng di Naoki Chicken and Cafe Kalasan.

Good people, apakah kamu pernah mengalami lapar yang sangat berat melanda perut kamu, di saat kamu baru saja pulang dari mengunjungi Candi Prambanan? Wahyu pernah beberapa kali mengalaminya.

Dan jujur, untuk mencari makanan yang cepat saji sekaligus higinis di sepanjang perjalanan Candi Prambanan menuju kawasan Yogyakarta memang agak susah ya. Memang ada beberapa restoran besar di sana, namun yang berbentuk rumah makan siap saji, sungguh tidak mudah untuk dicari.

Bukankah saat lapar berat, kita akan lebih memilih makanan yang sudah siap saji kan, good people?

Kalau beberapa minggu yang lalu, saat Wahyu sehabis berkunjung dari Candi Prambanan dan merasa sangat kelaparan, Wahyu akan memilih makanan cepat saji donk ya. Tentunya dengan harga yang terjangkau. Dan untuk makanan cepat saji, pasti akan identik dengan ayam goreng krispy atau burger.

Untungnya, saat ini, di kawasan Kalasan, tepatnya di Jalan Raya Solo-Yogyakarta Km. 14, Glondong, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, atau sekitar 4 km dari Candi Prambanan menuju ke arah Yogyakarta, sudah ada rumah makan baru yang bernama Naoki Chicken and Café Kalasan. Ancer-ancernya sangat mudah, yaitu berada di seberang minimarket Alfamart Kalasan dan sebelah timur RS Bhayangkara Jogja.

Beberapa hari yang lalu, Wahyu bersama beberapa influencer Yogyakarta mendapat undangan untuk menikmati menu baru di Naoki Chicken and Café Kalasan ini.

Wahyu dan teman-teman beruntung banget karena bisa bertemu langsung dengan pengelola dari Naoki Chicken and Café Kalasan ini, yaitu Ibu Tutik, yang tak lain adalah adik dari seorang blogger senior Jogja, Pak Bowo.

IMG_20190406_194902_compressed
Ibu Tutik, pengelola Naoki Chicken and Cafe Kalasan, bersama kakaknya, blogger senior Jogja, Pak Bowo.

Ibu Tutik menceritakan bahwa awal mula beliau berniat membuka usaha rumah makan Naoki Chicken and Café Kalasan ini karena beliau sendiri pernah mengalami keadaan yang sama seperti Wahyu tadi, yakni merasa kelaparan juga saat sepulang bertandang dari Candi Prambanan yang kemudian agak kesusahan mencari rumah makan cepat saji di sepanjang perjalanan Prambanan-Jogja.

Akhirnya, beliau membulatkan tekad untuk membuka Naoki Chicken and Café Kalasan ini pada tanggal 1 April 2019. FYI, Naoki Chicken and Café Kalasan ini merupakan cabang ketiga yang ada di kawasan Yogyakarta lho, good people. Naoki Chicken and Café pertama ada di Jalan Raya Tajem Maguwoharjo, dan yang kedua ada di seputaran Kasihan, Bantul. Naoki sendiri berasal dari Bahasa Jepang yang artinya adalah jujur, kejujuran hati.

Di Naoki Chicken and Café Kalasan, terdapat beragam menu olahan ayam goreng krispy yang disajikan dengan rasa yang sangat lezat. Dan tentunya dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk paket Ayam goreng krispy sayap atau paha bawah plus nasi putih dan es teh hanya seharga Rp 8.000,- saja lho. Dan masih ada beragam paket lainnya yang juga tak kalah terjangkau.

320190406_183501
Wahyu menikmati Strawberry Milkshake.

Selain menyediakan menu ayam goreng krispy, Naoki Chicken and Café Kalasan juga menyediakan menu ayam geprek yang bisa dipilih level kepedasannya, burger, kentang goreng (French fries), beraneka milkshake, dan juice sari buah. Ke depannya juga akan dilengkapi dengan menu ayam bakar, chicken steak, dan es buah. Dan khusus pada periode promo Opening Ceremony pada tanggal 1 hingga 14 April 2019, Naoki Chicken and Café Kalasan memberikan harga menarik untuk paket Ayam goreng krispy sayap atau paha bawah plus nasi putih dan es teh hanya menjadi Rp 6.000,- saja lho. Menarik banget.

Naoki Chicken and Café Kalasan juga melengkapi fasilitas ruangan dengan WiFi gratis yang bisa dinikmati oleh pengunjung, yang mulai melayani pelanggan mulai dari pukul 09:00 WIB pagi hingga pukul 21:00 WIB malam.

7IMG-20190406-WA0019
Wahyu bersama sahabat Wahyu, kak Prima Hapsari.

Untuk Wahyu, menu juara dari Naoki Chicken and Café Kalasan adalah ayam gepreknya. Bumbunya pas, tidak terlalu asin, dan sambal gepreknya juga meresap sempurna ke dalam daging ayamnya. Juara banget dech.

620190406_185958
Menu Ayam Geprek dari Naoki Chicken and Cafe Kalasan yang menjadi juara.

Wahyu sangat merekomendasikan Naoki Chicken and Café Kalasan ini untuk kamu yang sedang merasa sangat kelaparan, terutama setelah berkunjung ke Candi Prambanan. Dengan rasanya yang lezat, dan harga yang sangat terjangkau, Naoki Chicken and Café Kalasan ini sangat Wahyu rekomendasikan untuk kamu kunjungi.

Naoki Chicken and Café Kalasan
Jalan Raya Solo-Yogyakarta Km. 14, Glondong, Tirtomartani,
Kalasan, Kabupaten Sleman
Instagram : @naoki_chicken_cafe

gaya hidup, Kuliner

Ini Dia Tiga Menu Baru di Ibis Kitchen Restaurant

20190312_154424

Sebuah hotel berbintang tiga (3) ke atas, selalu mempunyai fasilitas restoran. Begitu pun juga dengan Ibis Yogyakarta Malioboro Hotel, yang mempunyai restoran yang bernama Ibis Kitchen Restaurant yang berada di lantai 2 hotel tersebut.

Beberapa hari yang lalu, Wahyu berkesempatan untuk menghadiri acara keren yang diselenggarakan oleh Ibis Yogyakarta Malioboro Hotel yang bertajuk Food Blogger and Media Gathering, berlokasi di Ibis Kitchen Restaurant.

IMG_20190312_154635_HDR

Ya, hotel berbintang yang berlokasi bersebelahan dengan Malioboro Mall, Yogyakarta tersebut mengundang kami –food blogger, foodstagram, influencer, dan jurnalis- untuk mencicipi tiga menu baru yang dimiliki oleh Ibis Kitchen Restaurant.

Kak Dixie, selaku Asst. Sales Manager Ibis Yogyakarta Malioboro berkesempatan menjadi tuan rumah acara tersebut, yang kemudian disambut oleh Bapak Nanang Sumardjono, selaku General Manager Ibis Yogyakarta Malioboro. Pak Nanang menyatakan bahwa Ibis Kitchen Restaurant ini mempunyai beberapa titik yang instagrammable, yang sangat cocok untuk kaum muda milenial, dari berbagai kalangan dan profesi. Beragam menu kekinian ditawarkan di Ibis Kitchen Restaurant, yang cocok di lidah kaum muda millennial, sehingga diharapkan para kaum muda millennial tersebut dapat merasa nyaman menikmati hidangan Ibis Kitchen Restaurant, sekaligus melakukan pertemuan bisnis atau sekadar untuk menikmati makan siang atau makan malam di sana.

FotoJet1
Kak Dixie dan Pak Nanang dari Ibis Yogyakarta Malioboro.

Selain Ibis Kitchen Restaurant, Ibis Malioboro Yogyakarta juga mempunyai Ibar (Ibis Bar and Relationship) yang berlokasi tepat di sebelah Ibis Kitchen Restaurant, yang ditujukan untuk kaum muda yang ingin menikmati suasana yang lebih rileks. Karena Ibar mempunyai konsep di ruangan semi outdoor dan modern. DIlengkapi dengan sajian live music, para pengunjung Ibar akan semakin dimanjakan dengan suasananya yang santai.

FotoJet2
Chef Eka dari Ibis Kitchen Restaurant dan Chief Bartender Pima dari Ibar.

Pada moment tersebut, Ibis Yogyakarta Malioboro menyajikan tiga menu baru untuk kami cicipi. Yang pertama adalah menu Bebek Manalagi. Menu ini merupakan signature dish karya dari Chef Eka Surjawigena. Bebek Manalagi merupakan sajian bebek goreng lezat, yang dilengkapi sambal bawang dan kremes. Sebuah sajian sederhana, yang justru menimbulkan keistimewaan tersendiri.

20190312_162504

Menu kedua merupakan beverage segar, yang bernama Milky Yuzu, yang sangat sesuai untuk dinimakti saat siang hari yang terik, namun tetap nikmat diminum pada malam hari. Tentunya non-alkohol, sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan. Milky Yuzu ini merupakan perpaduan antara sari jeruk Sunkist dengan yogurt, yang diberi sedikit sentuhan air soda. Milky Yuzu ini merupakan karya Chief Bartender Pima, yang merupakan chief bartender dari Ibar.

20190312_172844

Favorito Sandwich menjadi sajian menu baru ketiga persembahan Ibis Kitchen Restaurant, yang berupa sajian roti berukuran jumbo, yang ditangkup dan diisi paduan unik daging ayam mozzarella dan sayuran, yang dilengkapi dengan French fries, sangat praktis untuk eat-to-go. Cocok untuk dijadikan sajian pengganjal perut untuk mengisi lambung di antara waktu jam makan siang menuju makan malam. Padat dan bernutrisi, namun tetap mengenyangkan.

20190312_161218

Ibis Malioboro Yogyakarta memang tidak salah menghadirkan tiga menu baru pada saat ini, karena generasi millennial muda seperti Wahyu ini memang menyukai segala sesuatu yang sederhana, namun tetap inovatif. Dan nuansa sederhana itu ada di tiga menu baru Ibis Kitchen Restaurant ini. Kamu tertarik menikmatinya juga kan, Good People?

Price list:
Bebek Manalagi                Rp 65.000,- net per porsi
Milky Yuzu                         Rp 25.000,- net per gelas
Favorito Sandwich           Rp 35.000,- net per porsi

Ibis Kitchen Restaurant dan Ibar
Ibis Yogyakarta Malioboro
Lantai 2
Jl. Malioboro No.52-58,
Suryatmajan, Danurejan,
Kota Yogyakarta
Telp. +62 274 516974 – 08112503070
Email: sales2@ibisyogya.com

 

Kolase foto:

 

 

gaya hidup, Review, Teknologi

Yuk Jadi Creativepreneur

nathan-dumlao-609930-unsplash 1

Halo, good people. Ketemu lagi bareng ama Wahyu lagi ya. Belum bosen, kan? Nah kali ini Wahyu mau cerita tentang sesuatu yang agak berat. Iya, berat untuk Wahyu sih, karena jujur, Wahyu masih sangat awam banget tentang topik bahasan ini. Kali ini, Wahyu ingin membahas mengenai Creativepreneur.

Creativepreneur: Serba Serbi

Sebenarnya, apa sih Creativepreneur itu? Menurut beberapa literature, Creativepreneur ini adalah berasal dari kata Creative (kreatif) dan Entrepreneur (wirausaha). Yaitu wirausahawan yang bergerak di bidang industri kreatif. Industri kreatif ini mencakup beragam bidang. Mulai dari bidang seni, budaya, teknologi, dan sosial.

the-creative-exchange-530517-unsplash 1

Di Indonesia, industri kreatif sedang sangat berkembang pesat. Apalagi industri kreatif ini juga difasilitasi oleh pemerintah melalui Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Industri kreatif, yang berkaitan langsung dengan Creativepreneur ini, mencakup 16 sub sektor, yaitu:

  1. Aplikasi dan Pengembang Permainan
  2. Arsitektur
  3. Desain Interior
  4. Desain Komunikasi Visual
  5. Desain Produk
  6. Fashion
  7. Film, Animasi, dan Video
  8. Fotografi
  9. Kriya
  10. Kuliner
  11. Musik
  12. Penerbitan
  13. Periklanan
  14. Seni Pertunjukan
  15. Seni Rupa
  16. Televisi dan Radio

Sementara itu, banyak anak muda Indonesia yang menemukan passion-nya di dalam hal-hal yang berhubungan dengan dunia kreatif ini. Dan akhirnya bisa mendapatkan penghasilan yang memuaskan, dan mengembangkannya menjadi bidang usahanya.

Beberapa contoh profesi yang dapat disebut dengan Creativepreneur ini sedang hangat-hangatnya ditekuni oleh anak muda Indonesia. Sebut saja profesi blogger, influencer, selebgram, Youtuber, dan sebagainya.

Nakota Wagner photo-1542114955-fcb277dd22f4

Profesi penyanyi, musisi, komposer lagu, animator, pengisi suara, penulis naskah sinetron, penulis naskah film, desainer fashion, desainer grafis, dan banyak lagi, pokoknya selama profesi itu berhubungan dengan dunia kreatif, maka pelakunya dapat dikategorikan sebagai Creativepreneur.

Profesi yang berhubungan dengan Creativepreneur ini tidak menuntut untuk berada di dalam kantor, dari pagi sampai sore. Beberapa malah sama sekali tidak memerlukan kantor, karena pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Bisa di alam bebas, di coffeeshop, di dalam mall, atau di coworking space yang saat ini sedang sangat berkembang di Jogja. Semisal profesi Youtuber yang bisa dilakukan sambil traveling, atau desainer fashion yang bisa mendesain di bangku di dalam mall, atau blogger yang bisa menulis sambil ngopi di coffeeshop.

Ternyata, Wahyu sendiri juga menjalani hidup sebagai Creativepreneur lho, good people. Wahyu kan juga seorang blogger, juga seorang pengisi suara, pembaca berita, pembawa acara, dan juga menjadi influencer melalui platform media sosial. Boleh donk sombong sedikit, hehe.

IMG-20190302-WA0001

Qwords dan Creativepreneur

Kamu udah tahu Qwords belum, good people? Kalau belum tahu, ini Wahyu kasih tahu ya. Kalau pun udah, Wahyu ingetin lagi, hehe. Nah Qwords itu adalah salah satu perusahaan Indonesia yang layanannya itu menjadi penyedia Web Hosting Indonesia dan Nama Domain. Jadi kalau kamu pengin punya website sendiri, kamu bisa minta bantuan Qwords untuk menjadi penyedia alamat domain-nya kayak kamu dot com atau kamu dot co dot id gitu, sekaligus mereka juga menyediakan layanan hostingnya, ada yang kapasitasnya 1 GB, 3 GB, sampai 80 GB.

20190302134052_IMG_0796

Baru-baru ini, Qwords mengadakan event mini gathering bersama Blogger yang diberi nama “Be a Creativepreneur in Digital Era”. Tujuan dari diselenggarakannya event ini adalah untuk mewujudkan salah satu tujuan Qwords yang mendukung para pegiat Creativepreneur untuk mengembangkan bisnisnya di dunia digital. Event ini juga bertujuan untuk menjalin hubungan yang baik dan kekeluargaan antara Qwords dengan para komunitas, khususnya blogger. Di Jogja, Qwords mengadakan mini gathering ini dengan mengambil lokasi di The Bean Garden Coffee and Eatery, yaitu sebuah tempat nongkrong di area Ring Road Utara, pada hari Sabtu, 2 Maret 2019.

Dan senengnya, Wahyu dapet undangan untuk menghadiri acara keren dari Qwords ini loh. Ada beberapa blogger lainnya yang diundang juga. Blogger paling terakhir ngeblog memang Wahyu sih. Beberapa di antaranya ada yang sudah ngeblog di atas lima belas tahun, ada pula yang di atas sepuluh tahun. Wahyu sendiri baru sekitar setahun aktif ngeblog, hehehe. Tapi boleh bangga donk, bisa hadir dan diundang di acara keren dari Qwords bareng bloggerblogger lainnya.

Pada acara keren itu, Qwords menghadirkan dua orang pembicara, yaitu pak Rendy dan mas Ari dari Qwords Indonesia. Kalau pak Rendy, memberikan sambutan. Nah, kalau mas Ari mempresentasikan mengenai website yang tentunya sangat diperlukan oleh para Creativepreneur, termasuk blogger. Kemudian beliau juga mempresentasikan tentang Qwords.

FotoJet1

Menurut cerita dari mas Ari, Qwords ini tuh punya banyak layanan loh, good people. Di antaranya adalah :

  • Web Hosting

Qwords menawarkan beragam paket hosting dengan beragam kapasitas, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu.

  • Registrasi Domain

Qwords juga bakalan ngebantu kamu untuk mendaftarkan alamat domain yang kamu inginkan.

  • Layanan Email

Qwords juga menawarkan layanan email yang bisa kamu personalisasikan, agar kamu bisa terlihat lebih professional karena tidak menggunakan alamat email gratisan.

  • Mudah Dalam Membuat Website

Kalau kamu sangat awam dalam membangun website, tim dari Qwords bakalan membantu kamu untuk membuat dan menyusun website.

  • SSL Sertifikat

Kalau ini, Qwords bakalan membantu kamu untuk mengamankan data pelanggan yang mengunjungi website kamu, pastinya website yang kamu punya, bakalan terlihat terpercaya dan disukai oleh mesin pencari.

Oh ya, tahun 2019 ini Qwords telah melaunching paket Unlimited Hosting, yaitu paket Hosting yang kuotanya tanpa batasan kapasitas. Kemudian nama Domain dan Sertifikat keamanan SSL sudah tersedia secara gratis di Qwords melalui Paket Unlimited Hosting ini, yang tentunya juga sudah dilengkapi dengan Web Accelerator yang membuat website kamu lebih cepat untuk diakses oleh pengunjung web.

Tambahan lagi Qwords juga baru saja meningkatkan fitur untuk salah satu produk unggulannya, yaitu Paket WordPress Hosting, yang didesain khusus untuk kamu yang blog-nya berbasis WordPress. Asal kamu tahu ya, good people, Paket WordPress Hosting dari Qwords ini sekarang sudah ditingkatkan kapasitas Disk Space-nya, lalu kamu juga bakalan dapet alamat Domain dan SSL secara gratis. Ditambah lagi kamu juga akan mendapat ekstra CloudPop.

Oh ya, di Qwords ada paket yang sangat terjangkau loh. Yaitu paket Bundling Hosting 1GB dan Domain .COM dengan biaya mulai dari Rp 10.500/bln. Hm…menarik banget kan ya, good people. Wahyu jadi tertarik nih dengan paket ini.

Berikutnya adalah sesi sharing pengalaman dengan bloggerblogger senior. Rencananya pada event mini gathering Qwords Jogja ini, akan menghadirkan seorang blogger senior bernama Agus Mulyadi. Itu loh blogger yang lebih dikenal dengan nama Agus Magelangan, yang tulisannya kocak. Agus Mulyadi ini akan mengisi sesi sharing mengenai pengalaman di dunia blogger. Namun, karena beliau berhalangan hadir, maka sesi sharing beliau digantikan dengan sharing pengalaman dari tiga blogger senior Jogja, yaitu kak Indah Juli Sibarani, kak Nasirullah Sitam, dan kak Elisabeth Elza.

Keren ya acaranya. Wahyu seneng banget dapet undangan dari Qwords ini, karena Wahyu jadi mendapat banyak ilmu dari teman-teman blogger yang lebih senior, mendapatkan informasi baru mengenai dunia Creativepreneur, sekaligus mendapat tawaran menarik dari Qwords.

FotoJet2

Hm…Wahyu jadi tertarik mengubah alamat website blog milik Wahyu ini, diubah menjadi lebih personal, ditambahin kapasitas hostingnya, trus diotak-atik tampilannya supaya lebih menarik. Jadi pengin nih bikin domain dan hostingnya di Qwords dech, hehe.

Apalagi Wahyu ini kan juga seorang Creativepreneur, jadi ga ada salahnya kan memanfaatkan tawaran menarik dari Qwords ini. Kamu juga kan, good people? Makanya, yuk jadi Creativepreneur.

Oh ya, kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai paket-paket yang ditawarkan oleh Qwords, kamu bisa mengunjungi website http://www.qwords.com ya, good people.

20190302_112332

Qwords Indonesia
Website               : http://www.qwords.com
Email                     : info@qwords.com
Call Center          : 0804 1 808 888, +62 21 5290 5148

 

Referensi:
http://www.qwords.com
http://www.bekraf.go.id/subsektor
https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_kreatif
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/06/30/307161/apa-itu-creativepreneur/

Kuliner, Review

Food Crawl di Sego Pecel Mamah Muda Bersama Yogyakarta Local Guides

Pecel 01

Hai hai, jumpa lagi bersama saya, Wahyu. Kali ini Wahyu akan menceritakan pengalaman Wahyu saat melakukan Food Review. Namun kali ini, Food Review agak berbeda dari biasanya. Jika biasanya kan Wahyu mendapat undangan atau menyelenggarakan Food Review dengan sesama teman-teman blogger, influencer, foodgrammer, atau dengan jurnalis dari media massa, namun kali ini berbeda.

Berbedanya adalah kali ini Wahyu mengundang teman-teman dari Komunitas Yogyakarta Local Guides. Itu loh, komunitas penggiat Google Maps, yang tidak hanya menggunakan aplikasi Google Maps sebagai penunjuk arah dan peta portable digital saja, melalui ponsel ataupun melalui komputer, namun secara aktif mengedit semua perubahan yang terjadi di dunia nyata untuk dimutakhirkan di Google Maps. Seperti menambahkan suatu tempat, menginformasikan tentang keterangan suatu tempat, memberikan suatu ulasan (review) dari suatu tempat, menambahkan info kemacetan di suatu jalan tertentu, menambahkan foto dan video dari suatu tempat, dan sebagainya. Dan untuk setiap sebuah penambahan info tertentu di aplikasi Google Maps, maka seorang Local Guides -sebutan untuk pengguna aktif Google Maps ini- akan mendapatkan suatu poin dengan nilai tertentu, dimana nantinya akan menjadikan seorang Local Guides mencapai suatu level tertentu. Wahyu sendiri sudah mencapai Level 9 saat ini, dari total ada 10 level yang disajikan di dalam aplikasi Google Maps.

Dan untuk acara Food Review di “universe” Google Local Guides disebutnya dengan istilah Food Crawl. Dimana nantinya akan ada sejumlah Local Guides yang diundang oleh seorang Local Guides lainnya -yang bertindak sebagai Host atau tuan rumah, yang mewakili pemilik dan pengelola suatu tempat makan tertentu-, untuk menikmati sebuah menu makanan tertentu dari suatu tempat makan (bisa berupa restoran, warung makan, atau café, dan semacamnya) untuk kemudian bersama-sama memberikan ulasan tentang tempat makan tersebut di Google Maps. Dan kali ini, Wahyu lah yang berperan sebagai Host.

Wahyu mengundang sejumlah rekan dari Yogyakarta Local Guides untuk menikmati menu sego pecel yang dimiliki oleh warung makan Sego Pecel Mamah Muda, yang beralamat di Jalan Kaliurang Km. 6 No 43, Manggung, Catur Tunggal, Kec. Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari Minggu, 24 Februari 2019 pukul 19:00 WIB. Pada beberapa hari sebelumnya, sudah ada beberapa yang menerima undangan Wahyu tersebut. Tercatat ada 13 orang yang sudah menerima undangan Wahyu, namun beberapa menit sebelum acara dimulai, secara tiba-tiba ada tiga orang yang mendadak menghilang begitu saja tanpa konfirmasi ke Wahyu –and I was so disappointed in them– dan ada satu yang mengundurkan diri dengan berpamitan secara baik-baik ke Wahyu.

Jadi, pada saat itu, hanya akan ada sembilan orang Local Guides saja yang menghadiri undangan Wahyu tersebut. Dan beberapa di antara mereka adalah teman baru, Wahyu baru pertama kali bertemu dengan mereka. Lalu bagaimana Wahyu bisa mengundang mereka? Simpel, Wahyu sangat berterima kasih kepada penemu dan penggagas fitur WhatsApp group, hehe.

Acara Food Crawl yang Wahyu adakan ini terselenggara atas kerjasama Wahyu dengan teman baru Wahyu juga yang bernama Christ, yang merupakan pemilik Sego Pecel Mamah Muda ini. Acara baru Wahyu mulai pada pukul 19:30 WIB, setelah sembilan orang Local Guides yang bersedia hadir tersebut lengkap –ya ampun, jam karet Indonesia ternyata memang masih membudaya ya, hadeh-. Pada saat itu, kami saling berkenalan satu sama lain, karena memang Wahyu baru pertama kali bertemu dengan sebagian besar dari mereka. Dan kemudian kami pun disuguhkan menu sego pecel, dan minuman sesuai pesanan masing-masing. Ada beberapa yang memesan es teh, teh hangat, air putih hangat, dan es jeruk. Wahyu sendiri memesan es jeruk sebagai teman makan sego pecel-nya.

Oh ya, sego pecel itu adalah menu salad sayuran khas Indonesia yang terdiri dari beraneka sayuran rebus, yang disiram dengan saus kacang, dan disajikan bersama nasi putih (dalam Bahasa Jawa, nasi disebut dengan istilah sego). Biasanya dilengkapi dengan tambahan rempeyek kacang, rempeyek udang, gorengan, kerupuk, dan sebagainya.

Pecel 03

Dan yang membedakan Sego Pecel Mamah Muda ini dengan warung makan pecel sayur lainnya adalah di jam operasionalnya. Biasanya warung makan pecel sayur di Yogyakarta itu buka di pagi hari atau sore hari. Namun, Sego Pecel Mamah Muda buka dari jam 18:00 WIB sore sampai sekitar pukul 23:00 WIB. Jadi, kalau kamu penyuka sayur mayur seperti Wahyu, kamu masih bisa makan sayur mayur di malam hari dengan berkunjung ke Sego Pecel Mamah Muda ini. Akan ada dua orang wanita berkebaya yang menyajikan sego pecel ini, mulai dari menyajikan sayur, menambahkan lauk, dan bertindak sebagai kasir. Kedua wanita inilah icon Mamah Muda yang dimaksud.

Pecel 02

Menurut Wahyu, sego pecel dari Sego Pecel Mamah Muda ini rasanya lezat, sayurannya direbus dengan tingkat kematangan yang cukup, tidak overcooked, jadi sayurannya masih terasa segar. Pelayanannya juga cukup cepat dan cekatan.

Setelah selesai menikmati sego pecel dari Sego Pecel Mamah Muda, kami pun berfoto bersama. Seru banget sih bagi Wahyu, karena saat itu Wahyu bisa berkenalan dengan teman-teman baru, baik itu teman-teman baru dari Yogyakarta Local Guides, dan juga teman-teman baru dari Sego Pecel Mamah Muda.

Sego Pecel Mamah Muda
Jalan Kaliurang Km. 6 No 43, Manggung, Catur Tunggal,
Kec. Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Buka             : 18:00 – 23:30 WIB
Contact Person  : 0822 2226 7657
Range harga       :
Sego Pecel Rp 9.000,-
Ekstra lauk mulai dari Rp 1.000,-
Teh hangat dan es teh Rp 2.500,-
Jeruk hangat dan es jeruk Rp 3.000,-

gaya hidup, Kuliner, Review

Sensasi Lezat Pedas ala Seblak Asgar Gejayan

IMG_0409
Wahyu sedang menampilkan seblak, menu utama dari Seblak Asgar Gejayan. Ya ampun, muka Wahyu kok gitu amat ya, haha. (Courtesy of Ardian Kusuma)

Jujur ya, Wahyu memang bukan penggemar makanan pedas. Apalagi Wahyu pernah mengalami radang tenggorokan gara-gara memakan makanan pedas. Demam sampai 3 hari waktu itu. Sejak saat itu, Wahyu mulai mengurangi makan makanan pedas apa pun itu. Baik itu ayam geprek, mie instan kenyal asal negara Korea itu, dan juga termasuk seblak. Bukan menghindar sama sekali sih ya, hanya mengurangi saja. Mengurangi frekuensinya, dan mengurangi tingkat kepedasannya. Takutnya kalau keseringan makan pedas, apalagi dengan level kepedasan cukup tinggi, Wahyu bisa kena radang tenggorokan lagi dech, haha.

Dan sebagaimana kita ketahui kalau seblak, makanan kekinian asal Jawa Barat -yang dikenal karena cita rasanya yang sangat pedas itu- sedang jadi hits banget di Jogja. Popularitas seblak di Jogja, meningkat hampir bersamaan dengan popularitas minuman teh Thai tea, menyusul ayam geprek, dan menggeser popularitas es kepal minuman coklat berenergi dulu itu.

Wahyu sendiri tidak begitu memperhatikan sejak kapan seblak menjadi sangat digemari oleh masyarakat Jogja, terutama di kalangan anak muda, yang rata-rata adalah mahasiswa dan pekerja fresh graduate gitu. Mungkin sejak awal 2017, mungkin ya, dan popularitas itu tetap bertahan hingga kini, menyusul begitu banyaknya rumah makan yang menyajikan menu ayam geprek. Walau memang seblak memang belum bisa mengalahkan tahta ayam geprek sih memang.

Seblak sendiri konon katanya berasal dari Jawa Barat, tepatnya dari daerah Bandung dan Garut. Ada pula beberapa sumber yang menyatakan bahwa seblak justru berasal dari kawasan Sumpiuh (Banyumas), Jawa Tengah. Darimana pun asalnya, seblak –yang bahan utamanya dari kerupuk udang yang disiram kuah berbumbu pedas ini yang dilengkapi beragam bahan isian tambahan ini– sudah kepalang jadi salah satu menu makanan yang sangat popular dan viral di Jogja. Rumah makan yang berskala besar, maupun kantin pinggir jalan, banyak yang menyajikan menu seblak ini. Walau Wahyu sendiri jujur memang jarang menikmati seblak sih.

Seblak Asgar Gejayan nan Lezat

Beberapa hari lalu, salah seorang sahabat Wahyu, yaitu mas Ardian Kusuma, yang blogger dan fotografer senior itu, mengundang Wahyu dan beberapa orang teman Wahyu lainnya, untuk menikmati seblak lagi. Pada awalnya, Wahyu sempat ragu untuk menghadiri undangan tersebut. Tapi, dengan membulatkan tekad, Wahyu akhirnya menerima saja.

IMG_0443
Wahyu, mas Ardian Kusuma, dan beberapa sahabat setelah menikmati Seblak Asgar Gejayan. (Courtesy of Ardian Kusuma)

Cuaca Jogja saat itu sedang dalam keadaan hujan deras, ketika Wahyu mendatangi rumah makan Seblak Asgar Gejayan, venue dimana mas Ardian mengundang kami menikmati seblak. Sebenarnya memang sangat cocok ya, menikmati pedasnya seblak berkuah, dengan uap yang menyeruak, pada saat hujan turun. Dan Wahyu beneran menikmatinya. Iya, menikmati seblak.

img_0388.jpg
Seblak Mukbang saat dituang ke dalam mangkok masing-masing pelanggan. (Courtesy of Ardian Kusuma)

Tentu saja Wahyu menikmati yang tanpa ekstra sambal cair, alias seblak Level 0. Untuk sebuah makanan pedas, Seblak Asgar Gejayan masih aman di lidah dan tenggorokan Wahyu. Kuahnya itu lho, lembut banget saat disruput. Paduan bumbunya sepertinya dominan di lada dan kencur, dengan sentuhan bawang merah, bawang putih, cabe rawit, dan kunyit. Kuahnya ini segar kok.

Untuk isian utamanya terdiri atas begitu banyak varian kerupuk udang dan kerupuk lainnya dengan beragam bentuk. Ada pula macaroni dan beberapa macam pasta. Kerupuk udang yang sudah meleyot-meleyot ini sangat kenyal saat menyentuh lidah Wahyu. Empuk-empuk kenyal. Untuk seblak yang Wahyu nikmati ini dilengkapi dengan udon, bakso ikan, bakso ayam, telor ayam, ceker ayam, dan sayap ayam. Ceker ayamnya lunak banget, tulangnya empuk. Wahyu sangat memfavoritkan isian ceker ayam ini. Dari segi rasa, Seblak Asgar Gejayan ini termasuk juara.

Dari segi porsi, kebetulan Wahyu dan beberapa teman dipesankan oleh mas Ardian sebuah porsi yang bisa dimakan ramai-ramai berempat, yaitu porsi Mukbang. Satu porsi Mukbang disajikan di dalam sebuah panci berukuran sedang, dilengkapi dengan kompor gas mini sebagai pemanas, beserta empat buah mangkok berukuran sedang. Asal tahu saja ya, teman-teman Wahyu sih makan seblak porsi mukbang ini dengan ditambahi ekstra sambal cair. Ada yang menambahkan dua sendok makan sambal, ada yang empat sendok makan. Wahyu sendiri…ah Wahyu tadi sudah bilang, Wahyu menikmati seblak Level 0, haha.

IMG_0363
Seblak porsi Mukbang dari Seblak Asgar Gejayan. (Courtesy of Ardian Kusuma)

 

Setiap satu level kepedasan ditandai dengan tambahan satu sendok makan sambal cair. Jadi, Wahyu tidak menambahkan sambal sama sekali. Namun begitu, versi default dari Seblak Asgar Gejayan ini sudah cukup terasa pedasnya kok. Walau memang untuk kamu yang penggemar pedas, tentu masih perlu ditambahi ekstra sambal cair ya.

Untuk dari segi interior ruangan, desain Seblak Asgar Gejayan ini sangat anak muda banget ya. Terlihat sangat fresh, sangat membangkitkan semangat jiwa mudamu, dan juga sangat instagrammable. Beberapa titik di Seblak Asgar Gejayan sering dijadikan tempat untuk berswafoto, karena memang sangat menarik dan sedap dipandang mata. Di sini juga dilengkapi dengan musholla, toilet yang bersih, dan area parkir yang cukup luas. Walaupun memang area Jalan Affandi (Gejayan) ini sangat rawan macet, namun tempat ini masih mudah dijangkau, karena memang masih berada di kawasan pusatnya mahasiswa Jogja berkumpul.

Harga yang ditawarkan oleh Seblak Asgar Gejayan ini terjangkau. Kamu bisa menikmati Seblak Asgar Gejayan ini yang dihitung per isian topping yang dihargai mulai dari Rp 6000,- saja. Ssst…Seblak Asgar Gejayan ini merupakan cabang kedelapan dari seluruh cabang Seblak Asgar yang ada sampai saat ini lho, good people. Kalau kamu tertarik menikmati Seblak Asgar Gejayan ini, kamu bisa berkunjung langsung ke sana yang buka setiap hari dari mulai pukul 11:00 WIB sampai tutup di pukul 00:00 WIB. Kamu juga bisa ikuti akun Instagram-nya @seblakasgar_official atau dengan menghubungi nomor telepon 0813 1675 1710 untuk mengetahui info lebih lanjut dan program promo yang mereka miliki.

Suasana di Seblak Asgar Gejayan. (Courtesy of Ardian Kusuma)

Seblak Asgar Gejayan
Jl. Affandi No.14, Santren,
Caturtunggal, Kec. Depok,
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55222
Jam Operasional : 11:00 – 00:00 WIB
Range Harga : Mulai dari Rp 6.000,-

gaya hidup, Kuliner

Bertualang Kuliner di Jambon Resto

20190224_102533
Suasana Konferensi Pers 14 Tahun Bersama Jambon Resto. (Dokumen Pribadi)

Hai hai, good people. Lama juga ya Wahyu ga update tulisan di blog ini. Wahyu mulai aja cerita ya. Jadi tuh, hari Minggu, tanggal 24 Februari yang lalu, Wahyu mendapat undangan dari Jambon Resto untuk menghadiri acara konferensi pers “14 Tahun Bersama Jambon Resto”.

FotoJet

Jadi tuh ternyata Jambon Resto udah ada di Yogya sejak tahun 2005. Jadi udah 14 tahun donk ya. Dan sekarang Jambon Resto makin berkembang. Dari yang tadinya hanya punya 3 (tiga) saung, sekarang sudah punya puluhan saung, yang berbentuk gazebo-gazebo berbahan bambu di atas kolam. Cantik dech. Untuk menu sendiri, Jambon Resto menghadirkan menu ikan dan udang, terutama menu sajian udang bakar madu, gurame fillet saus cabe, kepiting lada hitam, mangut lele, fuyung hai, tom yum kung, dan sebagainya. Jambon Resto juga sudah hadir di layanan Gofood dan Grabfood.

FotoJet2

FYI, Jambon Resto saat berdiri dulu, menjadi salah satu pelopor restoran bersegmen keluarga, yang berbentuk saung-saung gitu. Dalam perkembangannya, Jambon Resto tidak hanya dikunjungi oleh keluarga saja, namun juga menjadi jujugan utama para kelompok organisasi atau komunitas, serta rombongan arisan atau reuni. Makanya, Jambon Resto melengkapi fasilitas yang mereka miliki seperti ruang VIP yang memuat 25 orang, dan ada juga ruang VIP yang mampu menampung 100 orang. Nah, untuk rombongan yang lebih besar, Jambon Resto mempunyai ruang aula yang mampu menampung lebih banyak orang.

FotoJet1

Jambon Resto juga membidik pangsa pasar keluarga muda, dengan menghadirkan kawasan yang ramah anak, seperti adanya perahu gethek (semacam rakit) dan beberapa hewan peliharaan yang ditampilkan di area depan Jambon Resto. Selain itu, kamu juga bisa mengadakan beragam acara di Jambon Resto seperti meeting kantor, gathering komunitas, talkshow, atau wedding dengan harga yang terjangkau.

Naik gethek

Saat konferensi pers “14 Tahun Bersama Jambon Resto”, pihak Jambon Resto yang diwakili oleh Pak Susilo selaku owner, mba Hera marketing, dan mas Endi konsultan marketing, mengundang beberapa blogger, influencer, foodstagram, jurnalis media, dan duta wisata untuk menikmati suasana yang ada di Jambon Resto. Tentunya termasuk Wahyu donk ya.

Pada saat konferensi pers itu, pihak Jambon Resto yang diwakili oleh mba Hera, menjelaskan bahwa Jambon Resto selalu berusaha untuk berinovasi. Salah satunya adalah dengan membangun Jamrest Coffee, yaitu coffeeshop yang berada di dalam area Jambon Resto, dengan background suasana yang instagrammable, untuk menggaet segmen anak muda millennial, seperti kita, hehe. Wahyu sendiri waktu itu mencoba salah satu menu di Jamrest Coffee, yaitu Latte. Rasanya lembut, kombinasi kopi dan susu yang pas, memanjakan banget. Kopinya juga wangi. Kamu juga pasti bakalan suka tuh, good people. Dan yang pasti, harganya affordable alias terjangkau kantong kita, good people.

FotoJet3

Selain itu, di area depan Jambon Resto, terdapat mushola yang melengkapi fasilitas standar resto berkelas, seperti toilet yang bersih, serta area parkir. Ga usah khawatir, good people, layanan parkir kendaraan di Jambon Resto gratis kok. Kamu suka kan yang gratisan-gratisan gini. Sama, Wahyu juga suka, haha.

Di Jambon Resto juga ada kolam terapi ikan lho. Itu tuh kolam yang berisi ikan-ikan mungil, yang suka mengerubungi kulit kita kalau kita celupkan ke dalam kolam itu. Biasanya sih kulit kaki yang dikerubungi. Kabarnya, terapi ikan ini bisa memperlancar peredaran darah, dan ikan-ikan mungilnya ini akan memakan sel-sel kulit mati. Geli-geli gimana gitu pas ikan-ikannya mengerubungi kulitmu.

20190224_100449

Oh ya, Jambon Resto juga mempunyai kolam pemancingan dan toko alat pancingnya juga. Dan khusus saat tanggal 24 Februari itu, Jambon Resto juga mengadakan lomba memancing lho. Ada hadiahnya pula. Caranya adalah peserta harus memperebutkan lima ekor ikan maskot Jambon Resto yang khusus dilepaskan ke dalam kolam pemancingan oleh owner Jambon Resto sendiri, yaitu bapak Susilo. Dengan peserta sebanyak sekitar 100 peserta pemancing, acara memancing bersama ini bertujuan untuk mendekatkan antara Jambon Resto dengan pelanggan, dalam rangka menyambut rangkaian “14 Tahun Bersama Jambon Resto”.

FotoJet4

Jika kamu tertarik untuk menikmati kuliner di Jambon Resto, kamu bisa langsung saja mengunjungi alamat di Jalan Kabupaten No. 3, Jambon, Trihanggo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kamu juga bisa menghubungi nomor telepon 0274 6415370. Dan itu tadi cerita petualangan kuliner Wahyu di Jambon Resto, sekaligus mengikuti konferensi pers “14 Tahun Bersama Jambon Resto”. See you later.