gaya hidup, Pendidikan, reportase, Review

Berkunjung ke YIS, Sekolah dengan Kurikulum IB

IMG-20191204-WA0016 - Copy
Saya saat mengikuti acara YIS Open House. (Foto oleh Sapti Nurul)

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Rabu, 4 Desember 2019, saya berkesempatan untuk mengunjungi YIS (Yogyakarta Independent School), sebuah sekolah internasional di Yogyakarta. YIS ini berlokasi di Jalan Tegal Mlati No.1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saya berkunjung kesana dalam rangka menghadiri acara YIS Open House. Acara tersebut diselenggarakan oleh YIS untuk memperkenalkan lebih dalam lagi mengenai YIS, kepada masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Baik itu kepada keluarga WNI, maupun kepada WNA yang tinggal dan menetap di Yogyakarta dan sekitarnya.

YIS Open House 2019

YIS merupakan sebuah sekolah yang menerapkan standar internasional dalam penyelenggaraannya. Sehingga, para siswa yang bersekolah di sini akan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya. Para siswa akan berinteraksi dengan guru, staf sekolah, dan sesama siswa dalam Bahasa Inggris.

20191204_162639
Suasana di ruang kelas Kindergarten di YIS. (Dokumen pribadi)

Kesan pertama begitu saya memasuki kawasan sekolah ini adalah sebuah kata, sejuk. Iya, sekolah ini bisa dirasakan sangat kental dengan suasana sejuk. Begitu luas area terbuka hijau yang ada di kawasan sekolah YIS ini. Bahkan sejak memasuki pintu gerbang, nuansa asri dari berbagai tanaman yang ada, memanjakan mata pengunjungnya. Termasuk saya.

Walaupun YIS ini adalah sebuah sekolah internasional, namun nuansa Indonesia masih terasa di sini. Saya mendapati sebuah ruangan terbuka mirip dengan pendopo sebuah joglo di kawasan sekolah YIS. Para siswa YIS biasanya menikmati bekal makan siang mereka di pendopo ini. Pasti asyik banget tuh, makan siang sambil menikmati angin sepoi-sepoi di pendopo.

YIS sudah didirikan sejak tahun 1989 dan menjadi sebuah sekolah unggulan di Yogyakarta, yang merupakan program dari YPIY (Yayasan Pendidikan Internasional Yogyakarta). YIS dikelola oleh tim pendidik dari berbagai negara. Beberapa guru memang berasal dari luar negeri, yang siap mengabdi untuk mendidik dan memberi teladan bagi para siswanya.

Saat itu, saya mendapati beberapa siswa yang sepertinya bukan berasal dari Indonesia. Terlihat dari penampilan mereka yang seperti dari keturunan Eropa. Beberapa siswa lainnya juga tampak seperti dari Timur Tengah dan Asia Barat. Saya pun menjadi semakin terkagum pada sekolah ini.

Oh ya, siswa di YIS ini tidak menggunakan seragam yang terlalu formal, selayaknya seragam sekolah saya dulu, yang berupa kemeja berpotongan resmi. Saya melihat bahwa para siswa menggunakan kaos polo shirt, yang berlogo sekolah YIS. Santai, namun tetap sopan dan stylish.

Desain gedung utama sekolah YIS terasa sangat modern. Bagi saya, malah lebih mirip seperti gedung kampus untuk mahasiswa, untuk anak kuliahan, bukan seperti gedung sekolah konvensional -seperti sekolah saya dulu, hehe-.

20191204_155400 - Copy
Ibu Kimberly, selaku Kepala Sekolah YIS, didampingi Ibu Maya, saat menyambut kami dalam acara YIS Open House. (Dokumen pribadi)

Kemudian Ibu Kimberly Kingry, selaku Kepala Sekolah YIS menyambut kami. Beliau mempersilakan kami untuk bergabung ke dalam acara YIS Open House, bersama dengan beberapa calon orang tua siswa. Saya melihat ada beberapa keluarga yang nampaknya bukan WNA, selain ada beberapa keluarga yang lain yang berasal dari WNI, termasuk dua keluarga WNI yang duduk satu meja bersama saya dan Kak Sapti.

Pada saat YIS Open House ini, Ibu Kimberly berkata bahwa YIS mengajak para orang tua sebagai mitra pembelajaran bagi anak selaku siswa. Jadi, bersama dengan sekolah, YIS percaya bahwa kemitraan antara orang tua dalam proses pembelajaran anak sangat penting, sebagai fondasi untuk kesuksesan anak di bidang akademik dan non akademik, yang berguna bagi kehidupan siswa.

Ibu Kimberly juga menyampaikan mengenai pentingnya pendidikan internasional bagi masa depan anak sebagai siswa. Para siswa akan diajak untuk berpikir secara global, dan bertindak secara lokal, untuk memberikan dampak positif bagi lingkungannya. YIS ingin memberikan kesempatan kepada para siswanya agar menjadi generasi pembelajar dan pemikir yang peduli, selalu ingin tahu, dan berpola pikir kritis.

Ibu Kimberly menyampaikan bahwa YIS menerapkan International Baccalaureate. Nah, apa itu International Baccalaureat? International Baccalaureate merupakan suatu yayasan pendidikan internasional yang telah dirancang untuk mempersiapkan siswa dalam menemukan tempat dan keunggulan mereka di dunia. Yayasan International Baccalaureate (IB) ini berfokus pada pendidikan berbasis inkuiri yang mempersiapkan siswa untuk sukses dengan mengajar mereka untuk berpikir kritis dan mandiri. Dan YIS adalah satu-satunya sekolah IB di Yogyakarta. Keren kan?

YIS ini memang merupakan satu-satunya sekolah internasional di Yogyakarta yang telah disahkan untuk menawarkan rangkaian lengkap pendidikan IB bagi anak-anak dari usia 3 tahun sampai 18 tahun. Ibu Kimberly menambahkan bahwa YIS menawarkan program Primary Years Programme (PYP) / program tingkat PUD-SD, Middle Years Programme (MYP) / program tingkat SMP, serta Diploma Programme (DP) / program setingkat SMA, yang semua dokumen pendidikannya seperti rapor, ijazah, dan sertifikat yang diterbitkan oleh YIS sepadan dengan sekolah internasional lainnya di Indonesia dan luar negeri, sekaligus universitas di seluruh dunia.

20191204_163444
Suasana Campus Tour di salah satu ruang kelas, saat acara YIS Open House. (Dokumen pribadi)

Oh ya, di YIS, walaupun kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum internasional, namun berdasarkan lisensi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, YIS pun mengintegrasikan mata pelajaran inti dari Ujian Nasional (UN), khususnya bagi siswa Indonesia. YIS juga mempunyai kegiatan ekstra kurikuler bagi para siswa, seperti klub musik, bola basket, bela diri taekwondo, dan sebagainya.

Kegiatan berikutnya dari YIS Open House 2019 ini adalah campus tour, yakni berkeliling mengunjungi satu per satu ruangan yang ada di dalam lingkungan sekolah YIS. Ruangan kelas yang ada ditata sedemikian rupa supaya terasa santai. Mirip seperti suasana ruang kelas yang ada di film-film luar negeri. Jadi terasa asyik dan nyaman untuk belajar. Beberapa bagian kelas dihiasi dengan karya-karya siswa seperti gambar, prakarya, kerajinan tangan, dan puisi. Menarik sekali.

20191204_164048
Salah satu sudut di sebuah ruang kelas di YIS, sangat menarik dengan dihiasi karya para siswa. (Dokumen pribadi)

Di dalam lorong yang menghubungkan antar ruang kelas, terdapat beberapa rak buku yang penuh dengan buku-buku yang siap untuk dibaca. Lengkap dengan beberapa meja dan kursi. Memang lorong ini difungsikan sebagai ruang perpustakaan terbuka. Saya hanya berdecak kagum pada desain ruangan yang terasa sangat nyaman ini. Serasa tidak ingin pulang saja, ingin ikutan belajar juga di sini, hehe.

20191204_171948 Copy
Saya saat berada di ruang perpustakaan sekolah YIS, saat mengikuti YIS Open House. (Foto oleh Sapti Nurul)

Itu tadi cerita pengalaman saya mengunjungi sekolah YIS. Jika anda ingin berkunjung juga, atau ingin mengetahui lebih lanjut mengenai YIS, silakan saja menghubungi Yogyakarta Independent School (YIS) melalui surel di info@yis-edu.org atau melalui telepon di nomor +62274 5305147 atau +6282241044242, atau melalui alamat surat PO Box 1175 Yogyakarta, Indonesia 55284. Anda juga bisa mengikuti sosial media YIS di Instagram @yogyakartaindependentschool atau melalui laman www.yis-edu.org .

Yogyakarta Independent School. Aim High, Be Relevant, Make a Difference!

 

gaya hidup, reportase

Cerdas Hukum: Forum Sosialisasi Kepatuhan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual dari Kemenkominfo

Foto 1
Ibu Rihari Wulandari selaku moderator bersama pembicara Bapak Handi Nugraha dan Bapak Bambang Gunawan, dalam Cerdas Hukum : Forum Sosialisasi Kepatuhan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual, Kamis 25 Juli 2019. (Dokumentasi Pribadi)

Hari ini, Kamis, 25 Juli 2019, saya mengikuti acara Cerdas Hukum : Forum Sosialisasi Kepatuhan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual, yang bertempat di Sheraton Mustika Resort and Spa, Yogyakarta, yang diadakan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, bekerja sama dengan Kemenkumham, dan pemerintah Kota Yogyakarta.
Acara ini berlangsung meriah dan lancar. Dengan disambut oleh Ibu Kepala Subdit Media Internasional Kominfo, Henni Prastiwi, acara ini pun dibuka pada pukul 10:00 WIB. Beliau mewakili Ir. Djoko Agung Harijadi, MM. PLT. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik dari Kemkominfo.

Foto 5
Ibu Henni Prastiwi yang menyampaikan Pidato Sambutan dalam acara Cerdas Hukum : Forum Sosialisasi Kepatuhan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual. (Dokumentasi Pribadi)

Materi pertama dibawakan oleh Bapak Handi Nugraha, S.H., M.H. selaku Kepala Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Non Pemerintah dan Monitoring Konsultan KI. Beliau membawakan materi tentang Sosialisasi Regulasi dan Fasilitasi Pendaftaran HKI.
Materi yang dibawakan oleh Bapak Handi sangat padat dan berisi. Saya mendapatkan beragam insight-insight baru mengenai Kekayaan Intelektual, seperti mengenai perlindungan merk, karya seni, dan hak paten.

Foto 2
Bapak Handi Nugraha, S.H., M.H. membawakan materi tentang Sosialisasi Regulasi dan Fasilitasi Pendaftaran HKI. (Dokumentasi Pribadi)

Materi berikutnya adalah dari Bapak Drs. Bambang Gunawan, M.SI sebagai Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan, yang membawakan tema Penanganan Konten Pelanggaran HKI di Dunia Siber. Beliau memaparkan mengenai pentingnya mengatur HKI di internet dan memberikan contoh-contoh mengenai pelanggaran HKI, serta mengenai penyebaran hoax.

Foto 3
Bapak Drs. Bambang Gunawan, M.SI mempresentasikankan tema Penanganan Konten Pelanggaran HKI di Dunia Siber. (Dokumentasi Pribadi)

Berikutnya adalah materi mengenai Pentingnya Kepatuhan HKI bagi Pemilik UMKM di Yogyakarta oleh Ibu Dra. CH. Lucy Irawati, selaku Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, yang mewakili Bapak Drs. H. Haryadi Suyuti, Walikota Kota Yogyakarta. Beliau menjelaskan mengenai beragam visi dan misi dalam pengembangan UMKM di wilayah Kota Yogyakarta. Beliau juga memaparkan mengenai indikator kemajuan suatu UMKM dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh UMKM.

Foto 4
Materi presentasi tentang Pentingnya Kepatuhan HKI bagi Pemilik UMKM di Yogyakarta oleh Ibu Dra. CH. Lucy Irawati. (Dokumentasi Pribadi)

Ketiga pemateri menyampaikan materi yang disampaikan secara lugas dan jelas, dengan dimoderatori oleh Kepala Bidang Kesejahteraan dan Hubungan Industrial Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Ibu Rihari Wulandari, SH. MH.
Kemudian mata acara berikutnya adalah sesi tanya jawab dengan peserta mengenai materi yang disampaikan. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan mengenai perlindungan merk dan pengembangan UMKM yang mereka miliki. Beberapa penanya lainnya juga menanyakan tentang hal-hal berkaitan dengan pendaftaran HKI. Acara ini pun kemudian diakhiri dengan makan siang bagi seluruh peserta dan pembicara.
Sampai jumpa di liputan saya berikutnya ya.

#CerdasHukum #forumHKIkominfo_yogya