gaya hidup, Pendidikan, reportase, Review

Berkunjung ke YIS, Sekolah dengan Kurikulum IB

IMG-20191204-WA0016 - Copy
Saya saat mengikuti acara YIS Open House. (Foto oleh Sapti Nurul)

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Rabu, 4 Desember 2019, saya berkesempatan untuk mengunjungi YIS (Yogyakarta Independent School), sebuah sekolah internasional di Yogyakarta. YIS ini berlokasi di Jalan Tegal Mlati No.1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saya berkunjung kesana dalam rangka menghadiri acara YIS Open House. Acara tersebut diselenggarakan oleh YIS untuk memperkenalkan lebih dalam lagi mengenai YIS, kepada masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Baik itu kepada keluarga WNI, maupun kepada WNA yang tinggal dan menetap di Yogyakarta dan sekitarnya.

YIS Open House 2019

YIS merupakan sebuah sekolah yang menerapkan standar internasional dalam penyelenggaraannya. Sehingga, para siswa yang bersekolah di sini akan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya. Para siswa akan berinteraksi dengan guru, staf sekolah, dan sesama siswa dalam Bahasa Inggris.

20191204_162639
Suasana di ruang kelas Kindergarten di YIS. (Dokumen pribadi)

Kesan pertama begitu saya memasuki kawasan sekolah ini adalah sebuah kata, sejuk. Iya, sekolah ini bisa dirasakan sangat kental dengan suasana sejuk. Begitu luas area terbuka hijau yang ada di kawasan sekolah YIS ini. Bahkan sejak memasuki pintu gerbang, nuansa asri dari berbagai tanaman yang ada, memanjakan mata pengunjungnya. Termasuk saya.

Walaupun YIS ini adalah sebuah sekolah internasional, namun nuansa Indonesia masih terasa di sini. Saya mendapati sebuah ruangan terbuka mirip dengan pendopo sebuah joglo di kawasan sekolah YIS. Para siswa YIS biasanya menikmati bekal makan siang mereka di pendopo ini. Pasti asyik banget tuh, makan siang sambil menikmati angin sepoi-sepoi di pendopo.

YIS sudah didirikan sejak tahun 1989 dan menjadi sebuah sekolah unggulan di Yogyakarta, yang merupakan program dari YPIY (Yayasan Pendidikan Internasional Yogyakarta). YIS dikelola oleh tim pendidik dari berbagai negara. Beberapa guru memang berasal dari luar negeri, yang siap mengabdi untuk mendidik dan memberi teladan bagi para siswanya.

Saat itu, saya mendapati beberapa siswa yang sepertinya bukan berasal dari Indonesia. Terlihat dari penampilan mereka yang seperti dari keturunan Eropa. Beberapa siswa lainnya juga tampak seperti dari Timur Tengah dan Asia Barat. Saya pun menjadi semakin terkagum pada sekolah ini.

Oh ya, siswa di YIS ini tidak menggunakan seragam yang terlalu formal, selayaknya seragam sekolah saya dulu, yang berupa kemeja berpotongan resmi. Saya melihat bahwa para siswa menggunakan kaos polo shirt, yang berlogo sekolah YIS. Santai, namun tetap sopan dan stylish.

Desain gedung utama sekolah YIS terasa sangat modern. Bagi saya, malah lebih mirip seperti gedung kampus untuk mahasiswa, untuk anak kuliahan, bukan seperti gedung sekolah konvensional -seperti sekolah saya dulu, hehe-.

20191204_155400 - Copy
Ibu Kimberly, selaku Kepala Sekolah YIS, didampingi Ibu Maya, saat menyambut kami dalam acara YIS Open House. (Dokumen pribadi)

Kemudian Ibu Kimberly Kingry, selaku Kepala Sekolah YIS menyambut kami. Beliau mempersilakan kami untuk bergabung ke dalam acara YIS Open House, bersama dengan beberapa calon orang tua siswa. Saya melihat ada beberapa keluarga yang nampaknya bukan WNA, selain ada beberapa keluarga yang lain yang berasal dari WNI, termasuk dua keluarga WNI yang duduk satu meja bersama saya dan Kak Sapti.

Pada saat YIS Open House ini, Ibu Kimberly berkata bahwa YIS mengajak para orang tua sebagai mitra pembelajaran bagi anak selaku siswa. Jadi, bersama dengan sekolah, YIS percaya bahwa kemitraan antara orang tua dalam proses pembelajaran anak sangat penting, sebagai fondasi untuk kesuksesan anak di bidang akademik dan non akademik, yang berguna bagi kehidupan siswa.

Ibu Kimberly juga menyampaikan mengenai pentingnya pendidikan internasional bagi masa depan anak sebagai siswa. Para siswa akan diajak untuk berpikir secara global, dan bertindak secara lokal, untuk memberikan dampak positif bagi lingkungannya. YIS ingin memberikan kesempatan kepada para siswanya agar menjadi generasi pembelajar dan pemikir yang peduli, selalu ingin tahu, dan berpola pikir kritis.

Ibu Kimberly menyampaikan bahwa YIS menerapkan International Baccalaureate. Nah, apa itu International Baccalaureat? International Baccalaureate merupakan suatu yayasan pendidikan internasional yang telah dirancang untuk mempersiapkan siswa dalam menemukan tempat dan keunggulan mereka di dunia. Yayasan International Baccalaureate (IB) ini berfokus pada pendidikan berbasis inkuiri yang mempersiapkan siswa untuk sukses dengan mengajar mereka untuk berpikir kritis dan mandiri. Dan YIS adalah satu-satunya sekolah IB di Yogyakarta. Keren kan?

YIS ini memang merupakan satu-satunya sekolah internasional di Yogyakarta yang telah disahkan untuk menawarkan rangkaian lengkap pendidikan IB bagi anak-anak dari usia 3 tahun sampai 18 tahun. Ibu Kimberly menambahkan bahwa YIS menawarkan program Primary Years Programme (PYP) / program tingkat PUD-SD, Middle Years Programme (MYP) / program tingkat SMP, serta Diploma Programme (DP) / program setingkat SMA, yang semua dokumen pendidikannya seperti rapor, ijazah, dan sertifikat yang diterbitkan oleh YIS sepadan dengan sekolah internasional lainnya di Indonesia dan luar negeri, sekaligus universitas di seluruh dunia.

20191204_163444
Suasana Campus Tour di salah satu ruang kelas, saat acara YIS Open House. (Dokumen pribadi)

Oh ya, di YIS, walaupun kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum internasional, namun berdasarkan lisensi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, YIS pun mengintegrasikan mata pelajaran inti dari Ujian Nasional (UN), khususnya bagi siswa Indonesia. YIS juga mempunyai kegiatan ekstra kurikuler bagi para siswa, seperti klub musik, bola basket, bela diri taekwondo, dan sebagainya.

Kegiatan berikutnya dari YIS Open House 2019 ini adalah campus tour, yakni berkeliling mengunjungi satu per satu ruangan yang ada di dalam lingkungan sekolah YIS. Ruangan kelas yang ada ditata sedemikian rupa supaya terasa santai. Mirip seperti suasana ruang kelas yang ada di film-film luar negeri. Jadi terasa asyik dan nyaman untuk belajar. Beberapa bagian kelas dihiasi dengan karya-karya siswa seperti gambar, prakarya, kerajinan tangan, dan puisi. Menarik sekali.

20191204_164048
Salah satu sudut di sebuah ruang kelas di YIS, sangat menarik dengan dihiasi karya para siswa. (Dokumen pribadi)

Di dalam lorong yang menghubungkan antar ruang kelas, terdapat beberapa rak buku yang penuh dengan buku-buku yang siap untuk dibaca. Lengkap dengan beberapa meja dan kursi. Memang lorong ini difungsikan sebagai ruang perpustakaan terbuka. Saya hanya berdecak kagum pada desain ruangan yang terasa sangat nyaman ini. Serasa tidak ingin pulang saja, ingin ikutan belajar juga di sini, hehe.

20191204_171948 Copy
Saya saat berada di ruang perpustakaan sekolah YIS, saat mengikuti YIS Open House. (Foto oleh Sapti Nurul)

Itu tadi cerita pengalaman saya mengunjungi sekolah YIS. Jika anda ingin berkunjung juga, atau ingin mengetahui lebih lanjut mengenai YIS, silakan saja menghubungi Yogyakarta Independent School (YIS) melalui surel di info@yis-edu.org atau melalui telepon di nomor +62274 5305147 atau +6282241044242, atau melalui alamat surat PO Box 1175 Yogyakarta, Indonesia 55284. Anda juga bisa mengikuti sosial media YIS di Instagram @yogyakartaindependentschool atau melalui laman www.yis-edu.org .

Yogyakarta Independent School. Aim High, Be Relevant, Make a Difference!

 

gaya hidup, Musik, Review

Meleleh bersama Ardhito Pramono di Lovepotted Extra Attention

20191126_182901.jpg
Saya di depan backdrop acara Lovepotted with Ardhito Pramono. (Foto oleh Priyo Harjiono)

Selasa, 26 November 2019, kembali Mezzanine Coffee and Eatery yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Yogyakarta, bekerjasama dengan Signature Time Out, menyelenggarakan acara musik, bertajuk Lovepotted Extra Attention. Mezzanine Coffee and Eatery sebelumnya pernah menghadirkan artis-artis ibukota, seperti Kotak, Vierratale, Element Reunion, Yura Yunita, dan Kunto Aji, untuk tampil menghibur pengunjungnya. Dan kali ini, Mezzanine Coffee and Eatery menghadirkan Ardhito Pramono.

Ardhito Pramono merupakan seorang musisi yang tengah naik daun. Dia sangat terkenal di kalangan anak muda yang menggemari musik jazz. Dia tidak saja terkenal di dunia nyata dengan penampilan off air dari panggung ke panggung, namun juga sangat popular di dunia maya. Terbukti dengan pengikut setianya yang telah mencapai angka lebih dari 131.000 orang yang mengikuti saluran Youtube-nya, dengan jumlah pemirsa yang mencapai lebih dari 5.390.465 tampilan, serta pendengar setia bulanannya di platform musik digital Spotify yang menyentuh angka 820.732 orang. Karya-karya musisi berusia 24 tahun ini sangat fenomenal dan enak untuk dinikmati, seperti Bitterlove yang telah turut didendangkan oleh 6.867.720 orang yang mengklik videonya.

Tahun ini, Ardhito meraih nominasi di ajang penghargaan musik tertinggi di Indonesia, Anugerah Musik Indonesia 2019 (AMI Awards 2019). Melalui kategori Artis Solo Pria Pop Terbaik, Artis Jazz Vokal Terbaik, dan Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik, dia berhasil menancapkan kukunya sebagai musisi muda millennial Indonesia yang berprestasi. Dan melalui karyanya yang berjudul Superstar, dia berhasil meraih penghargaan Artis Jazz Vokal Terbaik di AMI Awards 2019 tersebut. Selain itu, Ardhito merupakan brand ambassador dari sebuah produk minuman teh dan sabun muka.

01_Poster_Utama.jpg
Poster resmi acara ini.

Ardhito tidak tampil sendirian saja di Lovepotted kali ini. Melainkan didampingi oleh penyanyi indie asal Yogyakarta, yakni Okky Kumala Sari. Sepak terjang Okky di dunia tarik suara sudah tak perlu diragukan lagi. Okky mempunyai akun Youtube yang berisikan video-videonya tengah menyanyikan ulang lagu-lagu yang tengah hits, dan sudah diikuti oleh sebanyak 34.000 pengikut. Dan total sudah ada 62.765 kali video-videonya disaksikan. Okky juga sudah menjuarai berbagai perlombaan tarik suara. Jadi sudah tak perlu ada keraguan akan kemampuan olah suara yang dimiliki oleh dara cantik berusia 24 tahun ini. Dengan suaranya yang lembut dan sangat feminin, wanita ini akan berkolaborasi dengan teman-temannya sesama musisi Yogyakarta, seperti Josh, Yohanes, Baswara, dan Dimas, untuk tampil di panggung Lovepotted volume ini.

Penampilan Ardhito di Lovepotted

Saya bersama sembilan orang blogger-influencer asal Yogyakarta lainnya, mendapatkan kehormatan dengan diundang untuk menghadiri Lovepotted Extra Attention by Mezzanine and Signature Time Out, sebagai tamu VIP. Duh, jadi berasa famous donk ya. Gerbang masuk ke Mezzanine resmi dibuka pukul 17:00 WIB untuk umum dan 18:00 WIB untuk VIP, sementara acara baru akan dimulai pukul 18:30 WIB.

IMG-20191126-WA0024
Saya bersama beberapa blogger-influencer Yogyakarta lainnya yang turut hadir di Lovepotted edisi kali ini. (Foto oleh Ipul Soedibjo dan Agata Vera)

Saya dan teman-teman sesama blogger-influencer Yogyakarta, baru lengkap berkumpul pada pukul 18:15 WIB. Kami pun satu per satu memasuki venue. And you know what, di area depan, kami langsung disambut oleh backdrop segede gaban yang menampilkan wajah dari Ardhito Pramono. Kemudian kami juga disambut oleh kakak-kakak cantik dan ganteng dari Signature Time Out, yang mempersilakan kami untuk mengisi waktu dengan bermain beragam permainan, dimana di setiap permainan akan mendapatkan poin yang bisa dikumpulkan dengan beragam merchandise menarik, seperti T-shirt, blocknote, baseball cap, dan lain sebagainya. Permainan yang disediakan adalah bermain puzzle berbentuk pipa air ledeng di komputer tablet, kemudian sejenis permainan ular tangga, ada juga permainan memasukkan bola tennis ke dalam keranjang, dan berfoto di spot tertentu yang sudah disediakan. Saya sendiri berhasil mengumpulkan poin sempurna, 400 poin, yang kemudian saya tukarkan dengan T-shirt.

Berhubung saya (dan juga teman-teman sesama blogger-influencer lainnya) hadir sebagai tamu VIP, kami mendapatkan special privilege donk. Yakni kami disediakan ruangan khusus untuk menikmati acara Lovepotted ini. Di dalam ruangan tersebut, kami bergabung bersama rekan-rekan lainnya dari beberapa media massa yang ada di Yogyakarta, serta bersama beberapa fotografer kenamaan Yogyakarta.

Sekitar pukul 19:00 WIB, Syarif Acil dan Mozza yang bertindak selaku tuan rumah, membuka acara. Seperti biasa, pasti ada bagi-bagi doorprize bagi para pengunjung Mezzanine Coffee and Eatery yang sudah hadir. Kemudian disusul penampilan dari Okky Kumala dan rekan yang membawakan beberapa lagu top 40 dan beberapa lagu nostalgia era 2000an, seperti Pilihanku-Maliq & D’Essentials dan Kisah Romantis-Glenn Fredly. Suara Okky sangat lembut mendayu. Sangat nge-blend dengan aransemen musik yang dibawakan oleh rekan-rekannya. Dia berhasil menghipnotis sekaligus membakar semangat dari sekitar 250 pengunjung Mezzanine yang hadir malam itu.

Sekitar pukul 21:30 WIB barulah Ardhito Pramono tampil di panggung. Dia tampil bersama beberapa rekan musisinya yang khusus dia boyong dari Jakarta, untuk tampil di acara Lovepotted ini. Bitterlove, Bila, Fake Optics, Cigarettes of Love, Superstar, dan masih banyak lagi lagu-lagu karyanya yang dia bawakan. Ardhito berhasil memukau seluruh penggemarnya yang hadir.

Beberapa dari mereka terhanyut dalam performance atraktif yang dibawakan oleh Ardhito dan rekan. Mereka meleleh ke dalam suasana romantis nan energetik yang dihadirkan oleh Ardhito dan rekan, melalui lagu-lagunya. Ardhito juga beberapa kali turun panggung, untuk menyapa para penggemarnya secara langsung. Beberapa di antara mereka juga mengabadikan momen istimewa ini melalui ponsel pintar mereka masing-masing. Dan setiap kali Ardhito kembali naik panggung, energi di seluruh ruangan kembali panas terbakar, untuk kembali larut dalam menikmati alunan musik yang dibawakan.

a-1.jpg
Penampilan Ardhito Pramono. (Foto oleh saya)

Saya sendiri berhasil terhanyut dalam suasana Lovepotted, pada saat Ardhito dan rekan membawakan Bitterlove. Sebuah lagu tentang cinta yang –memang tidak selamanya terasa manis- terasa pahit, terasa getir. Bitterlove bukan lagu sedih yang mendayu-dayu ala sobat ambyar –yang sedang hangat-hangatnya saat ini-, namun sebuah karya musik yang justru ingin mengajak para penikmat lagunya untuk menikmati rasa pahit itu, rasa getir itu, dengan alunan musik yang menghentak, dan mengajak bergoyang, namun tetap terasa meleleh.

Jadi, apakah kamu juga ingin meleleh bersama Ardhito?

gaya hidup, perjalanan, Review, travelling

GatheringPositif Bermedia Sosial dari Gerakan Nasional Revolusi Mental 2019

20190520_104843
Wahyu saat mengikuti acara Gathering Positif Bermedia Sosial 2019. (Dokumentasi pribadi)

Halo, kawan. Lama juga ya kita tidak berjumpa. Kali ini, Wahyu ingin bercerita kepada kamu semua, bahwa Wahyu baru saja mengikuti sebuah acara yang keren banget. Jadi pada hari Senin, 20 Mei 2019 yang lalu, Wahyu berkesempatan untuk mengikuti acara Gathering Positif Bermedia Sosial yang diadakan oleh Kemenko PMK RI (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia) dan GNRM (Gerakan Nasional Revolusi Mental), yang berlokasi di Desa Wisata Pulesari, Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Tepatnya acara ini diadakan di Pendopo Utama Desa Wisata Pulesari, Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Acara yang bertema “Pembangunan Karakter yang Berwawasan Budaya Menuju Indonesia Mandiri” ini mengundang banyak pelaku digital yang berasal dari generasi muda yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti menghadirkan para penggiat komunitas, blogger, vlogger, netizen aktif generasi muda, serta para penggiat media sosial. Acara ini dipandu oleh seorang MC senior dari Yogyakarta, yaitu mas Anang Batas. Oh ya, dalam kesempatan ini, Wahyu bersama dengan seorang kawan bernama Prima, hadir mewakili dari profesi blogger, karena Wahyu mendapatkan undangan dari Blogger Crony Community, dimana Wahyu dan Prima tergabung di dalamnya sebagai anggota.

IMG-20190520-WA0047
Para Pembicara berfoto bersama beberapa peserta. (Dokumen GNRM)

Pada acara ini terdapat segmen bincang-bincang (talkshow) yang menghadirkan empat orang pembicara, yang kesemuanya mengajak para peserta untuk tetap bijak dalam menggunakan media sosial, baik itu Twitter, Facebook, Instagram, blog, vlog, dan sebagainya. Pembicara pertama adalah GKR Hayu, yang bertindak selaku penghageng Tepas Tandha Yekti, sebuah divisi yang ada di Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang bertugas menangani urusan IT dan dokumentasi. Beliau membawakan tema “Mengenali Jati Diri Warisan Budaya dan Kiprah Kasultanan di Era Milenial”. Salah satu pesan yang beliau sampaikan adalah “Modernisasi itu tidak selalu berarti Westernisasi. Budaya Jawa juga bisa Modern”.

Pembicara kedua adalah ibu Tri Mumpuni, Anggota Gugus Tugas Nasional GNRM (Gerakan Nasional Revolusi Mental), yang memaparkan tema Aksi Nyata Revolusi Mental : Menjaga Hati. Pembicara ketiga adalah bapak Wahyu Aji, yang merupakan CEO Good News From Indonesia, serta bapak Noudhy Valdryno, Facebook Indonesia, yang menjadi pembicara keempat. Kedua pembicara berpesan untuk tetap menggunakan media sosial secara positif untuk keberlangsungan Indonesia yang lebih baik. Keempat pembicara ini dipandu oleh bapak Said Hasibuan dari Relawan TIK selaku moderator. Segmen bincang-bincang ini berlangsung seru, karena di antara pembicara dan peserta terlibat sebuah diskusi yang hangat, yang sama-sama sepakat untuk menggunakan media social secara bijak dan positif demi keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Setelah acara bincang-bincang, para peserta disuguhi sajian Tari Salak yang merupakan tari kreasi baru yang menggambarkan tentang Desa Wisata Pulesari Kecamatan Turi, yang identik dengan perkebunan salak. Selanjutnya, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yang semuanya dinamai dengan tiga prinsip dasar Gerakan Nasional Revolusi Mental, yakni Integritas, Etos Kerjam dan Gotong Royong, yang kemudian peserta dipersilakan untuk menikmati beragam kegiatan yang ada di dalam Paket Wisata Desa Wisata Pulesari Wonokerto ini, yakni Kegiatan Susur Desa (Field Trip), Kegiatan menikmati Permainan Rakyat, dan mengikuti Kegiatan Olahraga Tradisional.

Karena Wahyu termasuk di dalam kelompok Etos Kerja, maka kelompok Etos Kerja mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Olahraga Tradisional, kemudian kegiatan Permainan Rakyat, dan terakhir adalah kegiatan Susur Desa. Untuk kelompok lain seperti kelompok Integritas dan kelompok Gotong Royong, kegiatannya sama persis, hanya urutannya saja yang berbeda.

IMG-20190521-WA0000
Wahyu dan beberapa peserta tengah mencoba melakukan Jemparingan. (Foto oleh Ang Tek Khun)

Kegiatan menikmati Olahraga Tradisional diawali dengan mengikuti aktifitas olahraga Jemparingan, yang mirip dengan panahan. Yang membedakan adalah Jemparingan merupakan aktifitas olahraga panahan yang menggunakan peraturan dan tata cara khas Jawa, yang di antaranya seperti penggunaan pakaian tradisional Jawa (seperti beskap untuk pria, dan kebaya untuk wanita), kegiatan Jemparingan yang dilakukan dalam posisi duduk bersila, bahan busur (jemparing) yang terbuat dari material kayu. Walaupun Wahyu pernah melakukan kegiatan panahan sebelumnya, ternyata melakukan Jemparingan ini terasa perbedaannya. Ternyata busur dan tali busurnya itu sangat berat untuk ditarik. Sebuah tantangan yang mengasyikkan. Kemudian setelah melakukan Jemparingan, peserta diajak untuk menikmati atraksi pencak silat dari Kelompok Satria Tama, yang berasal dari Desa Wonokerto, yang dimana pencak silat merupakan olahraga asli Indonesia tercinta.

20190520_141024
Beberapa anak-anak warga Desa Wisata Pulesari Wonokerto tengah melakukan permainan rakyat, dengan menggunakan busana tradisional. (Dokumentasi pribadi)

Kegiatan kedua adalah menikmati kegiatan Permainan Rakyat, seperti egrang, dakon, bakiak, telepon benang, dan sebagainya. Kegiatan ini dipandu oleh kakak-kakak dari Komunitas Kampoeng Hompimpa, sebuah komunitas yang peduli pada kelestarian permainan rakyat Indonesia yang hadir dari keprihatinan melihat generasi muda dan anak-anak Indonesia yang menghabiskan waktunya lebih banyak menggunakan gawai (gadget) daripada bermain secara langsung di dunia nyata. Permainan rakyat ini diperagakan oleh anak-anak warga Desa Wisata Pulesari Wonokerto dalam balutan pakaian tradisional. Sungguh menyenangkan bagi Wahyu, ketika melihat beragam permainan rakyat Indonesia ini dimainkan, menjadi semacam pemutaran memori mengenang masa lalu saat Wahyu masih anak-anak di era ‘90an.

A
Wahyu saat mengikuti kegiatan Susur Desa. (Foto oleh Ang Tek Khun)

Kegiatan terakhir adalah kegiatan Susur Desa, yang terdiri atas menyusuri sungai-sungai kecil yang ada di Pulesari yang kemudian menyusuri area perkebunan salak, yang kemudian mendapatkan oleh-oleh olahan salak yang merupakan sajian khas dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto. Kegiatan Susur Desa ini dimaksudkan agar para peserta dapat menikmati keindahan panorama alam yang ada, dan semakin meningkatkan kembali kesadaran untuk melestarikan lingkungan. Oh ya, saat Wahyu pulang, Wahyu dan peserta lain mendapatkan goody bag yang salah satu isinya adalah sedotan stainless steel, yang merupakan salah satu upaya pelestarian lingkungan dengan mengurangi sampah sedotan plastik. Keren banget ya tujuannya. Dan ketiga kegiatan tersebut sama-sama bertujuan positif, yang sesuai dengan tema Revolusi Mental semua ya, kawan.

Demikianlah secuplik cerita Wahyu selama mengikuti acara Gathering Positif Bermedia Sosial yang diadakan oleh Kemenko PMK RI (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia) dan GNRM (Gerakan Nasional Revolusi Mental), yang berlokasi di Desa Wisata Pulesari, Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman yang lalu. Wahyu ingin mengucapkan terima kasih kepada Blogger Crony Community atas undangannya, terima kasih pula kepada Kemenko PMK RI dan GNRM yang sudah mengadakan acara bagus nan keren ini. Wahyu juga ingin mengucapkan terima kasih kepada kamu yang sudah meluangkan waktu untuk menyimak cerita Wahyu kali ini. Kita berjumpa di cerita Wahyu berikutnya ya.

gaya hidup, Kuliner, Review

Menikmati Ayam Goreng Krispy Lezat di Naoki Chicken and Café Kalasan

1IMG-20190406-WA0028
Wahyu saat menikmati menu ayam goreng di Naoki Chicken and Cafe Kalasan.

Good people, apakah kamu pernah mengalami lapar yang sangat berat melanda perut kamu, di saat kamu baru saja pulang dari mengunjungi Candi Prambanan? Wahyu pernah beberapa kali mengalaminya.

Dan jujur, untuk mencari makanan yang cepat saji sekaligus higinis di sepanjang perjalanan Candi Prambanan menuju kawasan Yogyakarta memang agak susah ya. Memang ada beberapa restoran besar di sana, namun yang berbentuk rumah makan siap saji, sungguh tidak mudah untuk dicari.

Bukankah saat lapar berat, kita akan lebih memilih makanan yang sudah siap saji kan, good people?

Kalau beberapa minggu yang lalu, saat Wahyu sehabis berkunjung dari Candi Prambanan dan merasa sangat kelaparan, Wahyu akan memilih makanan cepat saji donk ya. Tentunya dengan harga yang terjangkau. Dan untuk makanan cepat saji, pasti akan identik dengan ayam goreng krispy atau burger.

Untungnya, saat ini, di kawasan Kalasan, tepatnya di Jalan Raya Solo-Yogyakarta Km. 14, Glondong, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, atau sekitar 4 km dari Candi Prambanan menuju ke arah Yogyakarta, sudah ada rumah makan baru yang bernama Naoki Chicken and Café Kalasan. Ancer-ancernya sangat mudah, yaitu berada di seberang minimarket Alfamart Kalasan dan sebelah timur RS Bhayangkara Jogja.

Beberapa hari yang lalu, Wahyu bersama beberapa influencer Yogyakarta mendapat undangan untuk menikmati menu baru di Naoki Chicken and Café Kalasan ini.

Wahyu dan teman-teman beruntung banget karena bisa bertemu langsung dengan pengelola dari Naoki Chicken and Café Kalasan ini, yaitu Ibu Tutik, yang tak lain adalah adik dari seorang blogger senior Jogja, Pak Bowo.

IMG_20190406_194902_compressed
Ibu Tutik, pengelola Naoki Chicken and Cafe Kalasan, bersama kakaknya, blogger senior Jogja, Pak Bowo.

Ibu Tutik menceritakan bahwa awal mula beliau berniat membuka usaha rumah makan Naoki Chicken and Café Kalasan ini karena beliau sendiri pernah mengalami keadaan yang sama seperti Wahyu tadi, yakni merasa kelaparan juga saat sepulang bertandang dari Candi Prambanan yang kemudian agak kesusahan mencari rumah makan cepat saji di sepanjang perjalanan Prambanan-Jogja.

Akhirnya, beliau membulatkan tekad untuk membuka Naoki Chicken and Café Kalasan ini pada tanggal 1 April 2019. FYI, Naoki Chicken and Café Kalasan ini merupakan cabang ketiga yang ada di kawasan Yogyakarta lho, good people. Naoki Chicken and Café pertama ada di Jalan Raya Tajem Maguwoharjo, dan yang kedua ada di seputaran Kasihan, Bantul. Naoki sendiri berasal dari Bahasa Jepang yang artinya adalah jujur, kejujuran hati.

Di Naoki Chicken and Café Kalasan, terdapat beragam menu olahan ayam goreng krispy yang disajikan dengan rasa yang sangat lezat. Dan tentunya dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk paket Ayam goreng krispy sayap atau paha bawah plus nasi putih dan es teh hanya seharga Rp 8.000,- saja lho. Dan masih ada beragam paket lainnya yang juga tak kalah terjangkau.

320190406_183501
Wahyu menikmati Strawberry Milkshake.

Selain menyediakan menu ayam goreng krispy, Naoki Chicken and Café Kalasan juga menyediakan menu ayam geprek yang bisa dipilih level kepedasannya, burger, kentang goreng (French fries), beraneka milkshake, dan juice sari buah. Ke depannya juga akan dilengkapi dengan menu ayam bakar, chicken steak, dan es buah. Dan khusus pada periode promo Opening Ceremony pada tanggal 1 hingga 14 April 2019, Naoki Chicken and Café Kalasan memberikan harga menarik untuk paket Ayam goreng krispy sayap atau paha bawah plus nasi putih dan es teh hanya menjadi Rp 6.000,- saja lho. Menarik banget.

Naoki Chicken and Café Kalasan juga melengkapi fasilitas ruangan dengan WiFi gratis yang bisa dinikmati oleh pengunjung, yang mulai melayani pelanggan mulai dari pukul 09:00 WIB pagi hingga pukul 21:00 WIB malam.

7IMG-20190406-WA0019
Wahyu bersama sahabat Wahyu, kak Prima Hapsari.

Untuk Wahyu, menu juara dari Naoki Chicken and Café Kalasan adalah ayam gepreknya. Bumbunya pas, tidak terlalu asin, dan sambal gepreknya juga meresap sempurna ke dalam daging ayamnya. Juara banget dech.

620190406_185958
Menu Ayam Geprek dari Naoki Chicken and Cafe Kalasan yang menjadi juara.

Wahyu sangat merekomendasikan Naoki Chicken and Café Kalasan ini untuk kamu yang sedang merasa sangat kelaparan, terutama setelah berkunjung ke Candi Prambanan. Dengan rasanya yang lezat, dan harga yang sangat terjangkau, Naoki Chicken and Café Kalasan ini sangat Wahyu rekomendasikan untuk kamu kunjungi.

Naoki Chicken and Café Kalasan
Jalan Raya Solo-Yogyakarta Km. 14, Glondong, Tirtomartani,
Kalasan, Kabupaten Sleman
Instagram : @naoki_chicken_cafe

gaya hidup, Kuliner

Ini Dia Tiga Menu Baru di Ibis Kitchen Restaurant

20190312_154424

Sebuah hotel berbintang tiga (3) ke atas, selalu mempunyai fasilitas restoran. Begitu pun juga dengan Ibis Yogyakarta Malioboro Hotel, yang mempunyai restoran yang bernama Ibis Kitchen Restaurant yang berada di lantai 2 hotel tersebut.

Beberapa hari yang lalu, Wahyu berkesempatan untuk menghadiri acara keren yang diselenggarakan oleh Ibis Yogyakarta Malioboro Hotel yang bertajuk Food Blogger and Media Gathering, berlokasi di Ibis Kitchen Restaurant.

IMG_20190312_154635_HDR

Ya, hotel berbintang yang berlokasi bersebelahan dengan Malioboro Mall, Yogyakarta tersebut mengundang kami –food blogger, foodstagram, influencer, dan jurnalis- untuk mencicipi tiga menu baru yang dimiliki oleh Ibis Kitchen Restaurant.

Kak Dixie, selaku Asst. Sales Manager Ibis Yogyakarta Malioboro berkesempatan menjadi tuan rumah acara tersebut, yang kemudian disambut oleh Bapak Nanang Sumardjono, selaku General Manager Ibis Yogyakarta Malioboro. Pak Nanang menyatakan bahwa Ibis Kitchen Restaurant ini mempunyai beberapa titik yang instagrammable, yang sangat cocok untuk kaum muda milenial, dari berbagai kalangan dan profesi. Beragam menu kekinian ditawarkan di Ibis Kitchen Restaurant, yang cocok di lidah kaum muda millennial, sehingga diharapkan para kaum muda millennial tersebut dapat merasa nyaman menikmati hidangan Ibis Kitchen Restaurant, sekaligus melakukan pertemuan bisnis atau sekadar untuk menikmati makan siang atau makan malam di sana.

FotoJet1
Kak Dixie dan Pak Nanang dari Ibis Yogyakarta Malioboro.

Selain Ibis Kitchen Restaurant, Ibis Malioboro Yogyakarta juga mempunyai Ibar (Ibis Bar and Relationship) yang berlokasi tepat di sebelah Ibis Kitchen Restaurant, yang ditujukan untuk kaum muda yang ingin menikmati suasana yang lebih rileks. Karena Ibar mempunyai konsep di ruangan semi outdoor dan modern. DIlengkapi dengan sajian live music, para pengunjung Ibar akan semakin dimanjakan dengan suasananya yang santai.

FotoJet2
Chef Eka dari Ibis Kitchen Restaurant dan Chief Bartender Pima dari Ibar.

Pada moment tersebut, Ibis Yogyakarta Malioboro menyajikan tiga menu baru untuk kami cicipi. Yang pertama adalah menu Bebek Manalagi. Menu ini merupakan signature dish karya dari Chef Eka Surjawigena. Bebek Manalagi merupakan sajian bebek goreng lezat, yang dilengkapi sambal bawang dan kremes. Sebuah sajian sederhana, yang justru menimbulkan keistimewaan tersendiri.

20190312_162504

Menu kedua merupakan beverage segar, yang bernama Milky Yuzu, yang sangat sesuai untuk dinimakti saat siang hari yang terik, namun tetap nikmat diminum pada malam hari. Tentunya non-alkohol, sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan. Milky Yuzu ini merupakan perpaduan antara sari jeruk Sunkist dengan yogurt, yang diberi sedikit sentuhan air soda. Milky Yuzu ini merupakan karya Chief Bartender Pima, yang merupakan chief bartender dari Ibar.

20190312_172844

Favorito Sandwich menjadi sajian menu baru ketiga persembahan Ibis Kitchen Restaurant, yang berupa sajian roti berukuran jumbo, yang ditangkup dan diisi paduan unik daging ayam mozzarella dan sayuran, yang dilengkapi dengan French fries, sangat praktis untuk eat-to-go. Cocok untuk dijadikan sajian pengganjal perut untuk mengisi lambung di antara waktu jam makan siang menuju makan malam. Padat dan bernutrisi, namun tetap mengenyangkan.

20190312_161218

Ibis Malioboro Yogyakarta memang tidak salah menghadirkan tiga menu baru pada saat ini, karena generasi millennial muda seperti Wahyu ini memang menyukai segala sesuatu yang sederhana, namun tetap inovatif. Dan nuansa sederhana itu ada di tiga menu baru Ibis Kitchen Restaurant ini. Kamu tertarik menikmatinya juga kan, Good People?

Price list:
Bebek Manalagi                Rp 65.000,- net per porsi
Milky Yuzu                         Rp 25.000,- net per gelas
Favorito Sandwich           Rp 35.000,- net per porsi

Ibis Kitchen Restaurant dan Ibar
Ibis Yogyakarta Malioboro
Lantai 2
Jl. Malioboro No.52-58,
Suryatmajan, Danurejan,
Kota Yogyakarta
Telp. +62 274 516974 – 08112503070
Email: sales2@ibisyogya.com

 

Kolase foto:

 

 

gaya hidup, Review, Teknologi

Yuk Jadi Creativepreneur

nathan-dumlao-609930-unsplash 1

Halo, good people. Ketemu lagi bareng ama Wahyu lagi ya. Belum bosen, kan? Nah kali ini Wahyu mau cerita tentang sesuatu yang agak berat. Iya, berat untuk Wahyu sih, karena jujur, Wahyu masih sangat awam banget tentang topik bahasan ini. Kali ini, Wahyu ingin membahas mengenai Creativepreneur.

Creativepreneur: Serba Serbi

Sebenarnya, apa sih Creativepreneur itu? Menurut beberapa literature, Creativepreneur ini adalah berasal dari kata Creative (kreatif) dan Entrepreneur (wirausaha). Yaitu wirausahawan yang bergerak di bidang industri kreatif. Industri kreatif ini mencakup beragam bidang. Mulai dari bidang seni, budaya, teknologi, dan sosial.

the-creative-exchange-530517-unsplash 1

Di Indonesia, industri kreatif sedang sangat berkembang pesat. Apalagi industri kreatif ini juga difasilitasi oleh pemerintah melalui Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Industri kreatif, yang berkaitan langsung dengan Creativepreneur ini, mencakup 16 sub sektor, yaitu:

  1. Aplikasi dan Pengembang Permainan
  2. Arsitektur
  3. Desain Interior
  4. Desain Komunikasi Visual
  5. Desain Produk
  6. Fashion
  7. Film, Animasi, dan Video
  8. Fotografi
  9. Kriya
  10. Kuliner
  11. Musik
  12. Penerbitan
  13. Periklanan
  14. Seni Pertunjukan
  15. Seni Rupa
  16. Televisi dan Radio

Sementara itu, banyak anak muda Indonesia yang menemukan passion-nya di dalam hal-hal yang berhubungan dengan dunia kreatif ini. Dan akhirnya bisa mendapatkan penghasilan yang memuaskan, dan mengembangkannya menjadi bidang usahanya.

Beberapa contoh profesi yang dapat disebut dengan Creativepreneur ini sedang hangat-hangatnya ditekuni oleh anak muda Indonesia. Sebut saja profesi blogger, influencer, selebgram, Youtuber, dan sebagainya.

Nakota Wagner photo-1542114955-fcb277dd22f4

Profesi penyanyi, musisi, komposer lagu, animator, pengisi suara, penulis naskah sinetron, penulis naskah film, desainer fashion, desainer grafis, dan banyak lagi, pokoknya selama profesi itu berhubungan dengan dunia kreatif, maka pelakunya dapat dikategorikan sebagai Creativepreneur.

Profesi yang berhubungan dengan Creativepreneur ini tidak menuntut untuk berada di dalam kantor, dari pagi sampai sore. Beberapa malah sama sekali tidak memerlukan kantor, karena pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Bisa di alam bebas, di coffeeshop, di dalam mall, atau di coworking space yang saat ini sedang sangat berkembang di Jogja. Semisal profesi Youtuber yang bisa dilakukan sambil traveling, atau desainer fashion yang bisa mendesain di bangku di dalam mall, atau blogger yang bisa menulis sambil ngopi di coffeeshop.

Ternyata, Wahyu sendiri juga menjalani hidup sebagai Creativepreneur lho, good people. Wahyu kan juga seorang blogger, juga seorang pengisi suara, pembaca berita, pembawa acara, dan juga menjadi influencer melalui platform media sosial. Boleh donk sombong sedikit, hehe.

IMG-20190302-WA0001

Qwords dan Creativepreneur

Kamu udah tahu Qwords belum, good people? Kalau belum tahu, ini Wahyu kasih tahu ya. Kalau pun udah, Wahyu ingetin lagi, hehe. Nah Qwords itu adalah salah satu perusahaan Indonesia yang layanannya itu menjadi penyedia Web Hosting Indonesia dan Nama Domain. Jadi kalau kamu pengin punya website sendiri, kamu bisa minta bantuan Qwords untuk menjadi penyedia alamat domain-nya kayak kamu dot com atau kamu dot co dot id gitu, sekaligus mereka juga menyediakan layanan hostingnya, ada yang kapasitasnya 1 GB, 3 GB, sampai 80 GB.

20190302134052_IMG_0796

Baru-baru ini, Qwords mengadakan event mini gathering bersama Blogger yang diberi nama “Be a Creativepreneur in Digital Era”. Tujuan dari diselenggarakannya event ini adalah untuk mewujudkan salah satu tujuan Qwords yang mendukung para pegiat Creativepreneur untuk mengembangkan bisnisnya di dunia digital. Event ini juga bertujuan untuk menjalin hubungan yang baik dan kekeluargaan antara Qwords dengan para komunitas, khususnya blogger. Di Jogja, Qwords mengadakan mini gathering ini dengan mengambil lokasi di The Bean Garden Coffee and Eatery, yaitu sebuah tempat nongkrong di area Ring Road Utara, pada hari Sabtu, 2 Maret 2019.

Dan senengnya, Wahyu dapet undangan untuk menghadiri acara keren dari Qwords ini loh. Ada beberapa blogger lainnya yang diundang juga. Blogger paling terakhir ngeblog memang Wahyu sih. Beberapa di antaranya ada yang sudah ngeblog di atas lima belas tahun, ada pula yang di atas sepuluh tahun. Wahyu sendiri baru sekitar setahun aktif ngeblog, hehehe. Tapi boleh bangga donk, bisa hadir dan diundang di acara keren dari Qwords bareng bloggerblogger lainnya.

Pada acara keren itu, Qwords menghadirkan dua orang pembicara, yaitu pak Rendy dan mas Ari dari Qwords Indonesia. Kalau pak Rendy, memberikan sambutan. Nah, kalau mas Ari mempresentasikan mengenai website yang tentunya sangat diperlukan oleh para Creativepreneur, termasuk blogger. Kemudian beliau juga mempresentasikan tentang Qwords.

FotoJet1

Menurut cerita dari mas Ari, Qwords ini tuh punya banyak layanan loh, good people. Di antaranya adalah :

  • Web Hosting

Qwords menawarkan beragam paket hosting dengan beragam kapasitas, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu.

  • Registrasi Domain

Qwords juga bakalan ngebantu kamu untuk mendaftarkan alamat domain yang kamu inginkan.

  • Layanan Email

Qwords juga menawarkan layanan email yang bisa kamu personalisasikan, agar kamu bisa terlihat lebih professional karena tidak menggunakan alamat email gratisan.

  • Mudah Dalam Membuat Website

Kalau kamu sangat awam dalam membangun website, tim dari Qwords bakalan membantu kamu untuk membuat dan menyusun website.

  • SSL Sertifikat

Kalau ini, Qwords bakalan membantu kamu untuk mengamankan data pelanggan yang mengunjungi website kamu, pastinya website yang kamu punya, bakalan terlihat terpercaya dan disukai oleh mesin pencari.

Oh ya, tahun 2019 ini Qwords telah melaunching paket Unlimited Hosting, yaitu paket Hosting yang kuotanya tanpa batasan kapasitas. Kemudian nama Domain dan Sertifikat keamanan SSL sudah tersedia secara gratis di Qwords melalui Paket Unlimited Hosting ini, yang tentunya juga sudah dilengkapi dengan Web Accelerator yang membuat website kamu lebih cepat untuk diakses oleh pengunjung web.

Tambahan lagi Qwords juga baru saja meningkatkan fitur untuk salah satu produk unggulannya, yaitu Paket WordPress Hosting, yang didesain khusus untuk kamu yang blog-nya berbasis WordPress. Asal kamu tahu ya, good people, Paket WordPress Hosting dari Qwords ini sekarang sudah ditingkatkan kapasitas Disk Space-nya, lalu kamu juga bakalan dapet alamat Domain dan SSL secara gratis. Ditambah lagi kamu juga akan mendapat ekstra CloudPop.

Oh ya, di Qwords ada paket yang sangat terjangkau loh. Yaitu paket Bundling Hosting 1GB dan Domain .COM dengan biaya mulai dari Rp 10.500/bln. Hm…menarik banget kan ya, good people. Wahyu jadi tertarik nih dengan paket ini.

Berikutnya adalah sesi sharing pengalaman dengan bloggerblogger senior. Rencananya pada event mini gathering Qwords Jogja ini, akan menghadirkan seorang blogger senior bernama Agus Mulyadi. Itu loh blogger yang lebih dikenal dengan nama Agus Magelangan, yang tulisannya kocak. Agus Mulyadi ini akan mengisi sesi sharing mengenai pengalaman di dunia blogger. Namun, karena beliau berhalangan hadir, maka sesi sharing beliau digantikan dengan sharing pengalaman dari tiga blogger senior Jogja, yaitu kak Indah Juli Sibarani, kak Nasirullah Sitam, dan kak Elisabeth Elza.

Keren ya acaranya. Wahyu seneng banget dapet undangan dari Qwords ini, karena Wahyu jadi mendapat banyak ilmu dari teman-teman blogger yang lebih senior, mendapatkan informasi baru mengenai dunia Creativepreneur, sekaligus mendapat tawaran menarik dari Qwords.

FotoJet2

Hm…Wahyu jadi tertarik mengubah alamat website blog milik Wahyu ini, diubah menjadi lebih personal, ditambahin kapasitas hostingnya, trus diotak-atik tampilannya supaya lebih menarik. Jadi pengin nih bikin domain dan hostingnya di Qwords dech, hehe.

Apalagi Wahyu ini kan juga seorang Creativepreneur, jadi ga ada salahnya kan memanfaatkan tawaran menarik dari Qwords ini. Kamu juga kan, good people? Makanya, yuk jadi Creativepreneur.

Oh ya, kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai paket-paket yang ditawarkan oleh Qwords, kamu bisa mengunjungi website http://www.qwords.com ya, good people.

20190302_112332

Qwords Indonesia
Website               : http://www.qwords.com
Email                     : info@qwords.com
Call Center          : 0804 1 808 888, +62 21 5290 5148

 

Referensi:
http://www.qwords.com
http://www.bekraf.go.id/subsektor
https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_kreatif
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/06/30/307161/apa-itu-creativepreneur/

#LFAAPAJogja, perjalanan, Review, travelling

Catatan Perjalanan: Berkunjung ke Kemuning, Kampung Berseri Astra di Yogyakarta

 

Kesayanganku Semua, saya mau cerita lho. (Dan kamu kudu baca ya, hahaha).

Jadi tuh kemarin awal bulan, tepatnya pada hari Sabtu, 3 November 2018 yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah acara keren, yaitu Roadshow Kampung Berseri Astra, yang merupakan rangkaian aktivitas Satu Indonesia (Semangat Astra Terpadu Indonesia) 2018 persembahan dari PT. Astra International Tbk. Kebetulan tuh ya acara ini diselenggarakan di Kampung Kemuning, Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

20181103_081510
Bapak Suhardi, Kadus Kampung Kemuning, menyambut para blogger dan jurnalis peserta Roadshow.

Kalau kamu mendengar nama Gunungkidul, kamu pasti akan membayangkan sebuah kabupaten yang terletak di ujung timur dan tenggara DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Dan dulu, Gunungkidul itu identik dengan kekeringan, wilayah tandus, gersang. Namun sekarang, sudah tidak lagi. Gunungkidul saat ini sudah mulai berubah. Gunungkidul sudah menjadi salah satu kabupaten di DIY yang menggeliat. Ibarat kata, Gunungkidul saat ini sedang rajin-rajinnya membangun wilayahnya, seperti seorang gadis yang tengah rajin bersolek dan berdandan. Lihat saja, saat ini ada begitu banyak destinasi wisata kekinian yang ada di Gunungkidul. Sebut saja Pantai Indrayanti, Pantai Sundak, Pantai Siung, Gua Pindul, dan masih banyak lagi. Dan itulah bukti bahwa Gunungkidul saat ini telah menjadi wilayah di DIY yang menggeliat secara ekonomi dan wisata.

Beruntungnya saya mendapat undangan untuk mengikuti acara Roadshow Kampung Berseri Astra ini, sehingga saya dapat mengunjungi sebuah kampung yang juga saat ini tengah bersolek, yaitu Kampung Kemuning.

Saya, bersama beberapa Panitia Penyelenggara dan para Pejabat dari PT. Astra International Tbk, beserta beberapa blogger dan jurnalis, berkunjung ke Kampung Kemuning melalui jalur darat. Kami semua memakan waktu sekitar satu jam perjalanan menuju ke sana. Maka tak heran, ketika kami tiba di sana, para warga Kampung Kemuning telah bersiap untuk menyambut kami semua.

Kami dipersilakan untuk menuju Pendopo Astra, sebuah pendopo yang biasa dipakai oleh warga setempat untuk menyambut tamu-tamu kehormatan. Ah, saya menjadi merasa seperti orang penting nih, hehe. Namun sebelumnya, kami semua harus melalui sebuah prosesi unik sebelum memasuki pendopo tersebut.

Pertama-tama kami akan dipersilakan untuk menggunakan kain batik, yang pemakaiannya dibantu oleh warga. Yang kemudian diberikan tempelan semacam bros yang terbuat dari rempah-rempah bangle, dan diperciki air yang ditaruh di dalam guci yang di dalamnya ada tanaman kemuningnya, salah satu tanaman khas Kampung Kemuning. Unik sekali kan. Dan prosesi penyambutan pun dilanjutkan dengan senam yang dilaksanakan oleh ibu-ibu dari warga setempat. Oh ya hampir saja lupa, lokasi Pendopo Astra ini berdekatan dengan sebuah telaga. Kami pun menyempatkan diri untuk mengabadikan pemandangan telaga itu tentunya.

Kemudian acara Roadshow Kampung Berseri Astra ini pun dimulai dengan ditandai pidato sambutan oleh Bapak Fernanda dari PT. Astra International Tbk, disambung dengan sambutan dari Bapak Suhardi selaku Kadus (Kepala Dusun) Kampung Kemuning, dan juga sambutan dari Bapak Eli Martono dari Dinas Pariwisata Gunungkidul, dengan dipandu oleh Mas Ilham dari PT. Astra International.

Saat menyimak pidato sambutan tersebut, kami mendapatkan beragam sajian hidangan kue tradisional seperti kacang rebus, pisang rebus, dan ubi rebus. Serta ada sebuah makanan yang belum pernah saya temui sebelumnya. Namanya adalah Gaplek Geprek. Gaplek Geprek ini adalah makanan yang terbuat dari gaplek matang yang dipotong besar-besar, digeprek, untuk kemudian dilumuri gula merah cair. Unik dan enak. Ternyata, Gaplek Geprek ini mempunyai filosofi yang sangat dalam, yang melambangkan sebagai manusia, dari tanah kembali ke tanah, yang dari prosesnya singkong menjadi gaplek dari sejak dicabut, dikuliti, dijemur, direndam, dan direbus itu ibarat ujian kehidupan manusia. Dan diharapkan nanti di akhir hayat akan mendapat surga dari Tuhan YME, sebagaimana lumuran gula merah cair yang manis yang menjadi topping Gaplek Geprek ini. Mak jlebb banget euy.

20181103_084405
Gaplek Geprek. (Dokumen Pribadi)

Dalam sambutannya, Pak Suhardi –yang juga merupakan Kepala Kelompok Sadar Wisata Kampung Kemuning- menjelaskan bahwa filosofi kain batik yang kami pakai dengan cara dipakaikan itu semacam kain bedong yang dipakaikan kepada bayi. Jadi kami semua diibaratkan semacam bayi yang tengah berkunjung ke Kampung Kemuning. Dan karena bayi itu masih rentan, maka agar “menolak bala”, kami pun dipakaikan bros bangle dan percikan air kemuning itu tadi. Ya ampun, saya yang udah jenggotan gini masih dianggap bayi lho, hahaha.

Oh ya, Kampung Kemuning ini sudah menjadi kampung binaan PT. Astra International Tbk sejak tahun 2016. Kampung Kemuning ini merupakan satu dari 77 kampung binaan PT. Astra International Tbk. Sementara definisi dari Kampung Berseri Astra itu merupakan singkatan dari Bersih, Sehat, Cerdas, dan Produktif (Berseri). Kampung Berseri Astra ini merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT. Astra International Tbk yang berfokus pada pengembangan kampung atau daerah tertentu secara terpadu yang mengandung empat unsur pilar program CSR Astra yaitu Kesehatan, Lingkungan, Pendidikan, dan Kewirausahaan. Dan untuk keterangan lengkap mengenai Kampung Berseri Astra ini dapat mengunjungi ke sini ya.

20181103_083148

Setelah acara penyambutan tersebut, kami pun menuju ke destinasi-destinasi yang merupakan program binaan PT. Astra International Tbk.

Destinasi pertama adalah menuju ke RA Masyitoh yang merupakan binaan PT. Astra International dalam pilar Pendidikan. Walaupun sederhana, namun para siswa RA (Raudhatul Athfal) ini sangat bersemangat belajar. Para ibu guru pun termotivasi untuk mengajar dengan baik. RA Masyitoh ini juga ternyata sebuah RA yang cukup berprestasi. Mengingat begitu banyak piala yang dipajang yang merupakan bukti prestasi RA ini. Oh ya Raudhatul Athfal itu adalah pendidikan setara TK dan PAUD ya.

Kemudian destinasi kedua adalah menuju ke pusat sentra industri makanan lempeng singkong yang merupakan UMKM Binaan PT. Astra International. Dan UMKM yang dibidani dan dikelola oleh para ibu-ibu warga setempat ini merupakan bukti bahwa PT. Astra International Tbk membina Kampung Kemuning dalam pilar Kewirausahaan. Tidak hanya membina dalam segi produksi, PT. Astra International Tbk juga memberikan pelatihan dalam hal distribusi produknya. Terbukti dengan bentuk kemasan yang modern untuk produk sekelas UKM, serta proses produksi yang telah dapat ditingkatkan kapasitas dan kecepatannya. Selain lempeng singkong, UMKM ini juga memproduksi banana roll, keripik, dan juga jenang.

Destinasi berikutnya adalah mengunjungi sesepuh Kampung Kemuning, Mbah Sumanto. Mbah Sumanto bercerita mengenai sejarah pendirian Kampung Kemuning dan juga silsilah para sesepuh kampung tersebut. Di halaman rumah Mbah Sumanto, ternyata sedang ada sekelompok anak perempuan dan gadis remaja yang tengah berlatih tari tradisional. Kebetulan banget ya. Saya dan beberapa rekan blogger dan jurnalis pun menyempatkan diri untuk menikmati tarian tersebut sebelum kami berlanjut menuju destinasi berikutnya.

Kalau kamu pernah mendengar bank sampah, nah di Kampung Kemuning ternyata juga ada bank sampah lho. Bank sampah ini terletak di sebelah rumah Bapak Suhardi, Kadus Kampung Kemuning. Untuk pengelolaan bank sampah ini, warga Kampung Kemuning juga mendapat pembinaan oleh PT. Astra International Tbk sebagai bukti pilar Lingkungan dari program Kampung Berseri Astra.

Destinasi terakhir adalah menuju ke Balai Pertemuan Dusun Kampung Kemuning yang kebetulan saat itu juga tengah diadakan Posyandu Balita dan Posyandu Lansia.)* Posyandu ini merupakan wujud Pilar Kesehatan binaan PT. Astra International Tbk dalam program Kampung Berseri Astra di Kampung Kemuning ini.

Dan tibalah kami menikmati makan siang kembul (makan beramai-ramai) dengan menu nasi tumpeng, ingkung ayam, sambel tiwul, sambel bawang, dan wedang secang. Endol markendol. Setelah kami mengunjungi lengkap semua destinasi tersebut, kami pun dipersilakan untuk pulang dan membantu menyebarkan kabar baik dan hal positif dari Kampung Kemuning, Gunungkidul, yang merupakan Kampung Berseri Astra di Yogyakarta, ke seluruh Indonesia dan dunia. Sebagaimana yang diminta oleh Bapak Fernanda dan Bapak Eli saat pidato sambutan kepada kami.

Jadi, kalau kamu mau ikutan berseri seperti saya, saya sarankan kamu untuk mengunjungi Kampung Kemuning, yang merupakan Kampung Berseri Astra di Yogyakarta. Dekat kok, hanya dengan perjalanan sekitar satu setengah jam doank dari Yogyakarta. Kalau kamu mau ke sana, kabari saya ya. Siapa tahu saya juga boleh ikutan hehe.


Oh ya untuk liputan mengenai perjalanan saya selama di Kampung Kemuning ini, kamu bisa mengunjungi channel Youtube saya ini ya. Terima kasih.

#LFAAPAJogja
)* Posyandu = Pos Pelayanan Terpadu
Balita = Bawah Lima Tahun
Lansia = Lanjut Usia