Blog

gaya hidup, reportase, Review

De Laxston Hotel Yogyakarta, Cocok Untuk Pesta Pernikahanmu

IMG-20200225-WA0008

Saya saat menghadiri resepsi pernikahan sahabat saya di Emerald Ballroom, De Laxston Hotel by Azana, Yogyakarta, 22 Februari 2020. (Foto oleh Agata Vera)

Sebagai sebuah hotel berbintang tiga, yang berlokasi di area pusat bisnis dan ekonomi Kota Yogyakarta, De Laxston Hotel by Azana Yogyakarta selalu tak henti memberikan inovasi bagi para konsumennya. Sebelumnya, De Laxston Hotel by Azana ini telah terkenal sebagai hotel unik, karena berlokasi di area jalan satu arah, yang berada tepat di belakang minimarket, yang terlihat di depan sebuah area bioskop terbesar se-Yogyakarta.

IMG-20200225-WA0003
Saya bersama sahabat saya, Agata Vera, saat menghadiri resepsi pernikahan sahabat saya di Emerald Ballroom, De Laxston Hotel by Azana, Yogyakarta, 22 Februari 2020. (Foto oleh Saepulloh)

Kemudian De Laxston Hotel by Azana ini terkenal juga karena mempunyai menu breakfast package yang lezat bagi para tamunya yang menginap. Beberapa rekan saya yang pernah menginap di sini, mengatakan bahwa menu sarapan yang disajikan di De Royale restaurant ini sama sedapnya dengan menu sarapan di hotel berbintang lima. Lezat dengan pilihan melimpah.

Para chef dan crew dari De Royale restaurant yang ada di dalam area De Laxston by Azana akan dengan sigap dan cekatan, menyajikan beragam hidangan dari masakan Indonesia, ala Asia dan ala Barat (Western food) bagi para tamunya.

De Laxston Hotel by Azana, telah hadir di Yogyakarta selama lebih kurang lima tahun, dan menjadi hotel berbintang tiga yang modern dengan menyajikan suasana yang penuh gaya kekinian. Stylish dan nyaman, namun tetap bernuansa mewah.

Dengan sajian interior dan eksterior yang memukau -sejak dari area parkir, lobby, restoran, meeting room, sampai ke dalam kamar- De Laxston Hotel by Azana menawarkan rasa modern dan chic bagi pengunjungnya. Sangat cocok bagi kita yang berjiwa muda, modern, dan bersemangat.

Paket Pernikahan di De Laxston Hotel by Azana

Dan di awal tahun 2020 ini, masih dalam nuansa awal tahun yang penuh semangat menggelora, De Laxston Hotel by Azana kembali menghadirkan terobosan baru. Yakni Paket Pernikahan (Wedding Package), yang diberi nama Nikahan Heboh Package.

IMG-20200225-WA0023
Desain dekorasi pernikahan di Emerald Ballroom, De Laxston Hotel by Azana, Yogyakarta, 22 Februari 2020. (Foto oleh Agata Vera)

Paket ini menawarkan beragam pilihan menarik bagi kamu, yang ingin mengadakan pesta pernikahan yang elegan dan tetap terasa dekat dengan tamu undangan, tanpa meninggalkan unsur glamour dan mewah. Nuansa syahdu dan sakral juga tetap akan hadir.

Kamu dapat menikmati pesta pernikahan bersama dengan 100 orang tamu undangan. Tentunya ini akan semakin membuat pesta pernikahanmu semakin terasa private, dan bebas ribet.

Kamu dan pasanganmu juga akan mendapatkan gratis menginap di Executive Room di De Laxston by Azana. Khusus hanya untuk dua sejoli yang melangsungkan pernikahan. Iya, khusus hanya untuk kamu dan pasanganmu.

Kamu dan pasanganmu -sebagai Pengantin Baru- juga akan menerima Honeymoon Couple Massage Package, dengan terapis massage profesional yang khusus dihadirkan oleh De Laxston Hotel by Azana.

Tapi kamu tak perlu khawatir, karena keluargamu dan keluarga mertua tetap dapat menikmati fasilitas kemewahan kamar yang tersedia di De Laxston by Azana ini dengan harga khusus selama penyelenggaraan pesta pernikahanmu.

Oh ya, untuk fasilitas dari ruangan untuk menggelar resepsi pernikahan, kamu dan pasangan akan mendapatan photo booth dan buku tamu khusus yang bisa digunakan oleh para tamu. Tata suara dan tata cahaya juga menjadi fasiitas tambahan di dalam ruang resepsi, lengkap dengan daya listrik hingga 5000 watt. Kamu tak akan perlu khawatir jika terjadi penurunan daya tiba-tiba (atau dalam istilah Bahasa Jawa disebut listrik-e njegleg).

Berbicara mengenai menu makanan yang disuguhkan kepada tamu undangan selama resepsi, kamu dan pasangan akan dipersilakan untuk mencicipi terlebih dahulu menu-menu yang akan disajikan. Bahasa Inggrisnya Free Test Food for 5 pax. Jadi kamu bisa memilah-milah menu mana saja yang kira-kira akan menjadi favorit dari para tamu undanganmu.

IMG-20200223-WA0012
Saya saat menikmati hidangan pada saat menghadiri resepsi pernikahan sahabat saya di Emerald Ballroom, De Laxston Hotel by Azana, Yogyakarta, 22 Februari 2020. (Foto oleh Kisna Hafizh)

Dan ke semua pilihan yang saya sajikan tadi, bisa kamu dapatkan hanya dengan Rp 9.000.000,- nett untuk 100 pax. Sangat terjangkau kan? Jadi kamu tetap dapat menggelar pesta pernikahan mewah di hotel, dengan harga terjangkau. Keluargamu dan keluarga mertua akan bebas was-was karena dinyinyirin tetangga atau karena digosipin oleh tante jauh yang suka ghibah, hehe.

Sekadar informasi tambahan, De Laxston Hotel by Azana ini mempunyai beragam pilihan kamar, berjumlah 71, mulai dari Superior, Deluxe, Executive, hingga Suite Room. Mereka juga menawarkan beragam pilihan Meeting Package mulai dari Half Day, Full Day, dan Full Board meeting, dengan beragam fasilitas meeting yang menarik dan tentunya, nyaman.

Dan untuk ruangan pestanya, De Laxston Hotel by Azana Yogyakarta akan menyiapkan ruang meeting terbesarnya, yakni Emerald Ballroom yang berukuran 8 x 14 m, yang sanggup menampung hingga 200 tamu (penataan Theatre), hingga 145 tamu (penataan Classroom), dan hingga 110 tamu (penataan Round Table). Untuk penyelenggaraan pesta atau meeting yang lebih private lagi, Emerald Ballroom ini mampu menampung 27 tamu (untuk penataan U-Shape).

Dengan lokasi yang strategis, dekat dengan pusat bisnis dan ekonomi, dekat pula dengan Stasiun Kereta Yogyakarta, Bandara Adi Sutjipto, dan beberapa kampus besar, menjadikan De Laxston Hotel by Azana ini mudah dijangkau. Tamu undanganmu tidak akan kesulitan mencari lokasi pesta resepsi pernikahanmu.

IMG-20200225-WA0010
Sahabat saya, Erlyna dan Didit, yang melangsungkan resepsi pernikahan di Emerald Ballroom, De Laxston Hotel by Azana, Yogyakarta, 22 Februari 2020, dengan menggunakan Nikahan Heboh Package. (Foto oleh Agata Vera)

Nah, pada hari Sabtu, 22 Februari 2020 yang lalu, saya berkesempatan untuk menghadiri pesta pernikahan dari sahabat saya, Erlyna dan Didit, di De Laxston Hotel by Azana ini. Mereka berdua menggunakan dekorasi pernikahan Adat Jawa, dan menyuguhkan menu masakan Indonesia bagi para tamu. Dan favorit saya adalah, Soto Jawa-nya dari De Laxston Hotel by Azana. Sedap, lezat, dan wangi khas soto yang menyeruak, menggoda selera. Sepertinya semua tamu undangan juga menyukainya.

Makanya, Wedding Package dari De Laxston Hotel by Azana ini sangat saya rekomendasikan untuk kamu yang ingin menggelar pesta pernikahan yang private, lebih dekat lokasinya, dengan menu makanan yang lezat, namun tetap glamour dengan harga terjangkau.

 

Nikahan Heboh Package
De Laxston by Azana Yogyakarta
Jalan Urip Sumoharjo No. 139 A
Yogyakarta, Indonesia 55222
Telepon Marcomm   : +6282243324322 (Ayu); +62895631354553 (Elsa); +6281390236598 (Ade)
Telepon Kantor         : +62 274 552552
Faximile                     : +62 274 552552
Surel                           : smm.delaxston@gmail.com
Laman                        : http://www.de.laxstonhotel.com

 

Foto-foto oleh Agata Vera, Saepulloh, dan Kisna Hafizh, serta promo e-flyer dari De Laxston Hotel by Azana Yogyakarta.

 

gaya hidup, kesehatan, reportase

Mari Bijak Mengkonsumsi SKM

IMG-20200221-WA0000
Saya saat menghadiri acara sosialisasi “Bijak Mengkonsumsi SKM” yang diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Muslimat NU Yogyakarta dan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Yogyakarta, pada 20 Februari 2020. (Foto oleh Agata Vera Setianingsih)

Sebagai salah satu sumber protein hewani yang baik bagi masa pertumbuhan dan perkembangan anak, susu menjadi sebuah sumber protein hewani yang mudah didapat. Susu hewani yang paling popular di masyarakat berasal dari susu sapi. Walau pun memang ada pula susu yang bersumber dari hewan lain seperti kambing, kerbau, dan sebagainya.

Mengingat susu mempunyai beragam kandungan nutrisi -seperti macro nutrient protein, lemak, dan karbohidrat, serta micro nutrient yakni vitamin dan mineral- susu menjadi salah satu bahan makanan yang berharga. Maka, susu yang akan didistribusikan memang sebaiknya diproses terlebih dahulu, sebelum didistribusikan. Untuk memudahkan proses distribusi, maka susu sapi akan dioleh sedemikian rupa, supaya lebih tahan lama dari kerusakan, hingga sampai ke tangan konsumen untuk dikonsumsi.

Susu olahan yang beredar di pasaran terdiri atas beberapa bentuk, seperti di antaranya adalah susu sapi segar, susu bubuk yang dikemas dalam aluminum foil dan kaleng, susu cair yang diproses secara UHT (Ultra High Temperature) yang dikemas dalam kemasan tetrapack, dan susu kental manis (selanjutnya akan saya singkat dengan SKM).

inCollage_20200225_154204504
Ilustrasi dari berbagai macam susu kemasan yang beredar di masyarakat. (Foto olahan dari situs berbagi foto Pixabay)

Dari semua bentuk susu olahan yang saya sebutkan tadi, SKM lah yang mempunyai harga jual terendah. SKM yang dijual per sachet dengan isi sekitar 39 gram, harganya sekitar Rp 1.000,- hingga Rp 1.500,- saja. Dan itu menjadikan SKM sebagai susu olahan yang paling murah dan mudah didapat. Namun, apakah SKM mempunyai manfaat yang baik bagi tubuh, terutama bagi anak-anak?

Bijak Mengkonsumsi SKM

Pada hari Kamis, 20 Februari yang lalu, saya dan beberapa rekan blogger-influencer Yogyakarta berkesempatan untuk mengikuti acara sosialisasi “Bijak Mengkonsumsi SKM” yang diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), bekerja sama dengan Muslimat NU Yogyakarta dan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Yogyakarta, berlokasi di Omah PMII, Bantul.

20200220_115854
Para pembicara dalam acara sosialisasi “Bijak Mengkonsumsi SKM” yang diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Muslimat NU Yogyakarta dan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Yogyakarta, pada 20 Februari 2020. (Foto dokumentasi pribadi)

Acara tersebut menghadirkan empat orang narasumber, yakni Dra. Diah Tjahjonowati, M.Si., Apt – Mewakili Kepala Balai BPOM DIY; Drh. Berty Murtiningsih, Kabid P2 mewakili Kadinkes DIY; Hj. Lutvia Dewi Malik S.Ag dari Muslimat NU Yogyakarta; dan Arif Hidayat, SE, MM. dari YAICI.

Pada acara tersebut, Arif Hidayat memaparkan bahwa bahwa SKM bukan lah sumber protein yang baik dikonsumsi untuk anak. Pada satu takar sajian SKM, yakni empat sendok makan, atau sekitar 39-42 gram, hanya mengandung 1 atau 2 gram protein, dengan kandungan gula sebanyak 40-50 %. Dengan kandungan gula yang tinggi pada SKM tersebut, dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak, serta meningkatkan risiko kerusakan gigi pada anak.

Arif menambahkan bahwa jika anak-anak terbiasa mengkonsumsi SKM dalam jumlah banyak, apalagi jika dikonsumsi setiap hari, maka akan mengakibatkan beragam risiko kesehatan lain, seperti anak akan mengalami gangguan makan, karena anak akan menjadi mudah kenyang hanya dengan mengkonsumsi SKM tanpa tambahan bahan makanan lain. Yang kemudian akan menimbulkan anak akan mengalami pertumbuhan yang terhambat karena kekurangan kalsium, salah satu mineral penting pada susu, yang sekaligus mengalami kelebihan gula dan karbohidrat dalam tubuh.

20200224_110139
Saya bersama beberapa rekan blogger-influencer Yogyakarta, saat menghadiri acara sosialisasi “Bijak Mengkonsumsi SKM” yang diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Muslimat NU Yogyakarta dan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Yogyakarta, pada 20 Februari 2020. (Foto oleh Agata Vera Setianingsih)

Dr Diah Tjahjonowati, M.Si.,Apt mewakili Kepala Balai POM DIY menjelaskan bahwa kandungan gula dan susu dalam kental manis sudah tertera dalam labelnya, baik dari label kaleng, pouch, maupun sachet. Jadi kita sebagai konsumen harus bijak dalam memilih dan menggunakan SKM. Dalam label juga sudah tertera bahwa SKM tidak untuk dikonsumsikan kepada bayi yang berusia di bawah satu tahun. Namun khawatirnya, untuk balita yang berusia di bawah 3 tahun juga tidak bagus, karena akan membuat balita menjadi adiksi dan menolak makanan yang kadar manisnya di bawah SKM.

Melalui sambutannya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta –yang saat itu diwakilkan oleh Drh. Berty Murtiningsih, Pelaksana Harian Kadinkes DIY-  menyatakan bahwa telah banyak beredar berita tentang dampak SKM untuk anak-anak di Indonesia , namun masih banyak orang tua yang belum menyadarinya efek negatif SKM tersebut. Selama ini ada yang menganggap SKM adalah minuman yang direkomendasikan untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak.

Sebagai Ketua Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial PP Muslimat NU, dr Erna Yulia Sofihara dalam sambutannya menyatakan selama ini kita ketahui banyak konsep yang salah, terutama ibu-ibu bahwa SKM masih dianggap susu, padahal kandungan gulanya tinggi, namun kandungan susunya rendah. Jadi perlu hati-hati bila dikonsumsi anak, karena sejatinya SKM adalah berlaku sebagai topping untuk makanan atau minuman, bukan berlaku sebagai susu.

inCollage_20200224_110343653
Saya bersama beberapa rekan blogger-influencer Yogyakarta, saat menghadiri acara sosialisasi “Bijak Mengkonsumsi SKM” yang diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Muslimat NU Yogyakarta dan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Yogyakarta, pada 20 Februari 2020, berfoto bersama rekan-rekan dari YAICI. (Foto dokumentasi pribadi)

Pada acara tersebut, juga diselenggarakan pula pengumuman Lomba Kreasi Makanan Sehat antar Muslimat NU se-Yogyakarta, yang menggunakan bahan tambahan SKM sebagai topping makanan saja, bukan sebagai bahan utama untuk kreasi makanan yang dilombakan.

inCollage_20200224_110610787
Para peserta dalam acara sosialisasi “Bijak Mengkonsumsi SKM” yang diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Muslimat NU Yogyakarta dan Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) Yogyakarta, pada 20 Februari 2020. (Foto dokumentasi pribadi)

Referensi:
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Milk
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Condensed_milk
Pers Rilis

gaya hidup, Kuliner, Review

Mencicipi Sate Kanak karya Sate Ratu, Inovasi dari Sang Juara

20200208_173802
Saya menikmati Sate Kanak dari Sate Ratu. (Foto oleh Lusi Tris)

Menjadi seorang penggemar wisata kuliner, saya mempunyai beberapa pantangan yang harus saya hindari. Salah satunya adalah, makanan yang terlalu pedas (dan juga buah durian). Mungkin memang lidah saya bisa tahan dengan rasa pedas suatu masakan, namun bagaimana dengan perut.
Belum lagi keringat yang mengucur setiap kali saya memakan sesuatu yang ekstra pedas. Tidak hanya di area badan saja keringat saya mengalir deras, namun juga di wajah. Dan (jujur) bagi saya itu tidak nyaman.
Makanya, setiap kali sahabat saya yang seorang pengusaha kuliner, Fabian Budi Seputro, mengundang saya untuk menikmati masakannya, saya jadi berpikir satu dua kali terlebih dahulu untuk mengiyakan. Mengingat masakan beliau identik dengan kata pedas.

beyourselfwoman_84072715_638411643573550_9084801343225102992_n
Pak Fabian Budi Seputro, pemilik sekaligus pengelola Sate Ratu. (Foto oleh Lusi Tris)

Pak Budi, demikian saya memanggil beliau, adalah seorang pemilik dari brand Sate Ratu, yang merupakan usaha kuliner yang menspesialisasikan diri untuk menyajikan sate ayam. Ya, hanya sate ayam.

IMG-20200209-WA0027
Logo Sate Ratu yang terpampang di area Jogja Paradise Food Garden. (Foto oleh Agata Vera Setianingsih)

Sate Ratu sudah berdiri sejak Maret 2016 -yang menempati satu tenant di Jogja Paradise Food Garden, dengan target market untuk warga dan wisatawan asing yang bertandang ke Yogyakarta- memang hanya berfokus untuk menyajikan menu utama sate ayam pedas, dengan nama dagang Sate Merah.
Selain Sate Merah, Sate Ratu juga mempunyai menu lain yang juga merupakan modifikasi dari sate ayam lilit, yakni Lilit Basah.

vickyyuwono_74602362_395676924643910_5359770513309103459_n
Lilit Basah dari Sate Ratu. (Foto dokumentasi Sate Ratu dari Vicky Yuwono)

Sate Merah dan Lilit Basah sudah lebih dari 3 tahun ini menjadi menu utama dan paling highly recommended dari Sate Ratu. Selain tentu saja Sate Ratu menawarkan menu lainnya, yakni Ceker Tugel, Kuah Polos (semacam kaldu ayam), dan Bumbu Sate Merah.
Bagi lidah saya, Lilit Basah dan Kuah Polos yang paling cocok. Mengingat, sekali lagi, saya adalah orang yang tidak begitu tahan dengan makanan ekstra pedas.
Namun, Sate Merah, yang mempunyai tingkat kepedasan ekstra, dan Ceker Tugel -yang tingkat kepedasannya lebih tinggi lagi dari Sate Merah- sebenarnya masih aman bagi saya. Hampir mendekati alert.

20200208_173722
Sate Merah dari Sate Ratu. (Dokumentasi pribadi)

Hanya saja. Setiap kali saya menikmati dua menu ekstra pedas itu, saya harus meminta tambahan satu porsi nasi putih ekstra, dan satu botol air mineral dingin, untuk menetralisir kepedasan yang hinggap di lidah saya.
Dan Pak Budi sudah hafal betul jika setiap kali saya bertandang ke Sate Ratu, pasti saya akan memesan dua porsi nasi putih dan dua porsi air mineral dingin. Hehe. Ya mau bagaimana lagi, bagi saya, kelezatan Sate Merah mampu mengalahkan sensasi pedasnya.
Apalagi dengan tekstur daging ayamnya yang lembut dan juicy, berpadu dengan semua bumbunya yang terserap sampai ke inchi terdalam, dikombinasikan dengan aroma khas sate yang dibakar dengan suhu yang pas dengan tingkat kematangan yang sempurna, dan tanpa ada aroma gosong sama sekali, membuat Sate Merah memang layak jadi pilihan utama setiap kali saya berkunjung ke sana. Membuat lidah saya bergoyang. Sedap.

Sate Kanak, Sebuah Inovasi

Hingga beberapa hari lalu, Pak Budi kembali mengundang saya. Beliau meminta saya untuk mencoba menu baru dari Sate Ratu. Tak lupa beliau juga berpesan untuk mengajak serta beberapa sahabat saya. Pada Sabtu, 8 Februari 2020 pada pukul 17:00 WIB yang lalu, yang merupakan hari dan jam yang telah kami sepakati bersama, kami –saya dan 12 orang sahabat saya lainnya- pun bertandang ke sana.
Pak Budi pun menyambut kami satu per satu dengan ramah. Kemudian beliau bercerita bahwa saat ini, Sate Merah telah berhasil dikunjungi oleh wisatawan mancanegara sejumlah 3468 orang yang melakukan kunjungan berulang, yang berasal dari 84 negara berbeda. Bravo!
Beliau juga bercerita bahwa Sate Ratu pada bulan November 2019 berhasil menjuarai sebuah ajang kompetisi kuliner yang diadakan oleh sebuah perusahaan multinasional, Unilever Indonesia, yakni Unilever Food Solutions Indonesia : Ngulik Rasa 2019 untuk Kategori Sate.

20200208_181721
Penghargaan yang menyatakan Sate Kanak dari Sate Ratu memenangkan Kompetisi Ngulik Rasa 2019 yang diadakan oleh Unilever Food Solutions Indonesia. (Dokumentasi pribadi)

Unilever Food Solutions Indonesia : Ngulik Rasa 2019 ini merupakan sebuah ajang kompetisi yang mempertandingkan kreativitas dan inovasi bagi para chef dan para pebisnis kuliner Indonesia untuk menciptakan kreasi fusion food dari makanan-makanan khas Indonesia yang tengah digemari oleh para generasi millennial Indonesia. Kompetisi Ngulik Rasa 2019 ini mengerucutkan pada tiga menu khas Indonesia yang paling terkenal, yakni Soto, Sate dan Nasi Goreng.
Grand Final dari Kompetisi Ngulik Rasa 2019 diadakan pada bulan November 2019 di Jakarta, dengan pendaftaran yang dibuka sejak September hingga Oktober 2019. Para juri pada kompetisi ini di antaranya adalah Gemita Pasaribu, Country Marketing Manager Unilever Food Solutions Indonesia; Gungun Chandra Handayana, Executive Chef Unilever Food Solutions Indonesia; Chef Bambang Nurianto, Ketua Perkumpulan Chef Profesional Indonesia; dan Chef Yuda Bustara, seorang Celebrity Chef.
Dari sekitar lebih dari 2900 peserta, terpilih lima finalis untuk setiap kategori (total 15 finalis) yang berhak untuk melakukan Final Cook-off saat Grand Final.
Yang kemudian melahirkan tiga orang pemenang di masing-masing kategori. Yang adalah Eka – Karunia Bumbu Pawon dari Lamongan dengan Soto Seafood Lamongan Koya Telur Asin, untuk Kategori Soto; Fabian Budi Seputro – Sate Ratu dari Sleman dengan Sate Kanak, untuk Kategori Soto; dan Gozali – Gozali Catering dari Balikpapan dengan Nasi Goreng Borneo, untuk Kategori Nasi Goreng.
Dan, here it is. Pak Budi pun menyajikan Sate Kanak, yang merupakan menu baru dari Sate Ratu, kepada kami semua bertiga belas. Yup, Sate Kanak yang baru saja mengantarkan Sate Ratu menjuarai Kompetisi Ngulik Rasa 2019 pun tersaji ke hadapan kami.

IMG-20200209-WA0022
Sate Kanak dan Sate Merah dari Sate Ratu, tersaji dengan Nasi Putih dan Kuah Polos. (Foto oleh Agata Vera Setianingsih)

Sembari menyajikan Sate Kanak ini, Pak Budi melanjutkan cerita mengenai perjuangan beliau saat mengikuti Kompetisi Ngulik Rasa 2019. Beliau pun berkata bahwa Sate Kanak ini adalah inovasi dari Sate Merah. Dengan sedikit memodifikasi bumbu Sate Merah, supaya lebih “ramah” untuk konsumen yang tidak menyukai rasa pedas, seperti untuk konsumen anak-anak misalnya, maka hadirlah Sate Kanak ini.
Dengan komposisi bumbu yang persis sama dengan Sate Merah, hanya dengan modifikasi tertentu, Sate Kanak ini di lidah saya terasa lebih ringan daripada Sate Merah. Hanya sedikit ada percikan pedas di mulut saya, which is aman bagi mulut, perut, badan dan wajah saya. Saya nyaris tidak berkeringat sedikit pun saat menikmati Sate Kanak ini.

IMG-20200209-WA0023
Sate Kanak dari Sate Ratu yang menjuarai Kompetisi Ngulik Rasa 2019 yang diadakan oleh Unilever Food Solutions Indonesia. (Foto oleh Agata Vera Setianingsih)

Untuk tekstur, Sate Kanak ini nyaris tidak ada perbedaan sama sekali dengan Sate Merah. Tetap lembut dan juicy. Bumbu pun termarinasi sempurna. Pun demikian dengan tingkat kematangannya.

Bagi saya, Sate Kanak ini sangat layak untuk menjadi juara. Baik juara di Kompetisi Ngulik Rasa 2019, maupun juara di lidah saya.
Sebagai pembanding, Pak Budi menghadirkan Sate Kanak ini berdampingan dengan Sate Merah. Jika biasanya Sate Merah hadir sendiri dengan terdiri atas enam tusuk sate setiap porsi. Maka, khusus untuk kami, Sate Merah hadir tiga tusuk, mendampingi “adik bungsunya” Sate Kanak yang juga hadir tiga tusuk. Pembedanya adalah pada pangkal tusukan Sate Kanak dihiasi tanda hitam bekas terbakar bara arang. Untuk tampilan, Sate Kanak terlihat brownie keemasan, sementara Sate Merah terlihat cokelat kemerahan yang menggoda.
Dan bagi saya –yang memang hanya mempunyai definisi makanan itu hanya “enak” dan “enak banget”- Sate Kanak ini masuk ke dalam kategori ENAK BANGET, meyusul dua menu kakaknya, yakni Sate Merah dan Lilit Basah.

IMG-20200209-WA0008
Saya, Pak Budi, dan 12 orang sahabat saya, berfoto bersama setelah menikmati Sate Kanak dari Sate Ratu. (Foto oleh Agata Vera Setianingsih)

Oh ya, jika anda ingin juga menikmati Sate Kanak ini, saya persilakan anda untuk berkunjung ke Jogja Paradise Food Garden, yang ada di Jalan Magelang, Mlati, Sleman, DIY, dan silakan menuju ke tenant Sate Ratu yang ada di ujung timur, di sebelah panggung dan mushola. Saya jamin anda akan ketagihan. Bon appetite.

Sate Ratu
Jogja Paradise Food Garden, Jalan Magelang Km. 6
Mlati, Sleman, DIY
Jam Operasional               : Senin – Sabtu, pkl. 11:00 – 21:00 WIB
Telp.                                    : 08155556666
Surel                                   : fabianbudiseputro@gmail.com
Laman                                : www.sateratu.id
Daftar Harga                     : Sate Kanak, Sate Merah, Lilit Basah, Ceker Tugel Rp 25.000,-
Nasi Putih, Air Mineral                                               Rp 5.000,-
Pengantaran                      : Tersedia di Gofood dan Grabfood

Ragam Galeri (Foto oleh Agata Vera Setianingsih):