Blog

gaya hidup, Kuliner

Bertualang Rasa di HonaBelle and Co, Brownies Panggang Premium yang Endulita

Saya berkunjung ke kitchen studionya HonaBelle and Co, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Saya memegang salah satu varian dessert box. (Dokumentasi pribadi)

Jadi tuh ya sebagai generasi millennial yang gede di era 90an, saya tuh tumbuh dan berkembang dengan begitu banyak pilihan jajanan yang rasanya manis dan gurih. Makanya begitu beberapa hari yang lalu, sahabat saya, Agata Vera Setianingsih mengundang saya untuk berkunjung ke studio kitchen dari salah satu brand brownies, langsung saja saya iyain.

Salah satu produk unggulan HonaBelle and Co, yakni Brownies Panggang Premium varian Pentamix. (Dokumentasi HonaBelle and Co)

Brownies yang mengundang saya ini tuh unik banget, karena brownies-nya ini back-to-basic yakni dipanggang, bukan brownies kukus yang di Yogyakarta ini lebih dulu viral di kalangan mahasiswa. Yup, brownies yang saya maksud kali ini tuh merupakan brownies panggang. Yang adalah mempunyai jenama Honabelle And Co.

Salah satu produk dari HonaBelle and Co. (Dokumentasi HonaBelle and Co)

Honabelle and Co yang Menggoda

Dan, saya berkesempatan langsung masuk ke studio kitchennya donk. Ga hanya sekadar berkunjung ke galeri outletnya dan melihat produk jadinya doank lho ya. Tapi literally beneran diajak masuk ke studio kitchennya. Memang bukan untuk melihat dari awal proses pembuatannya sih. Tapi saat itu sudah ada beberapa produk browniesnya Honabelle and Co yang siap dikemas. Pemilik sekaligus pengelolanya, kak Helga Oki Nabilla Adriano dan suaminya Chef Harisatu Zakaria, sendiri lho yang ngajakin saya untuk masuk ke dalam studio kitchen.

Beragam Brownies Panggang Premium produk dari HonaBelle and Co yang baru saja selesai dipanggang. (Dokumentasi HonaBelle and Co)

Honabelle and Co ini tuh udah hadir di Yogyakarta sejak tahun 2016. Awalnya memang kak Bella, panggilan akrabnya kak Helga Oki Nabilla Adriano, memasak brownies panggang ini dengan sistem made-by-order. Namun lama kelamaan, jadi banyak peminat dan penikmatnya, akhirnya kak Bella dan Chef Haris bersepakat untuk mendalami dan mengembangkan bisnis kuliner brownies panggang ini.

Siapa coba yang tahan godaan dari Brownies Panggang Premiumnya HonaBelle and Co ini? (Dokumentasi pribadi, foto oleh Prima Hapsari)

Dengan mengusung tagline “Pelopor Brownies Panggang Premium No. 1 di Yogyakarta”, Honabelle and Co ini mempunyai produk unggulan yakni brownies panggang premium varian Pentamix, Cheesy, dan Silverqueen. HonaBelle and Co juga mempunyai varian lain yakni Greentea, Choco Swift, Almond, Nutella Almond, Cheese Nutella, Devil Choco, Magnum Nut, Kitkat, Marie Me, Brownies Pizza dan Angel Cheesecake. Dengan harga berkisar dari Rp 45.000,- hingga Rp 250.000,-.

Oh ya, selain brownies panggang premium, HonaBelle and Co juga mempunyai produk lain yakni dessert box yang hadir mulai akhir tahun 2018, dan pernah viral pada awal tahun 2019, karena salah satu produknya, yakni Dessert Box River Choco direview oleh banyak foodgram yang kemudian banyak dicari oleh masyarakat dan mahasiswa di Yogyakarta, sampai berkali-kali sold out. Selain River Choco, HonaBelle and Co mempunyai pasukan Red Velvet, Pepper Mint, dan ChocolateCreamy Cheesecake, dengan kisaran harga Rp 55.000,- hingga Rp 75.000,-.

Pada tahun 2020 ini, HonaBelle and Co membawa campaign baru, yakni Premium, Pride, and Tasty, sekaligus memperkenalkan logo dan kemasan baru yang lebih fresh, muda dan kekinian. Dan pada 26 Oktober 2020, HonaBelle and Co juga meluncurkan versi mungil dessert box yang diberi nama Babybelle Dessert Box series yang harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp 15.000,- saja. Cocok banget nih untuk dijadiin oleh-oleh ya.

Beragam produk dari HonaBelle and Co. (Dokumentasi oleh HonaBelle and Co)

Kalau dari segi rasa, jujur ya. Brownies panggang premium-nya HonaBelle and Co ini memang teksturnya agak kering dan padat. Ya iya lah, kan karena dipanggang. Basic-nya brownies ya pasti gitu. Kalau yang udah terbiasa menikmati brownies kukus yang empuk dan lembut, pasti akan terkejut dengan tekstur dari brownies panggang ini. Justru di situlah nikmatnya brownies panggang ini. Sensasi di mulut sangat menggoda. Pahit dan manis berpadu dengan komposisi yang tepat. Tidak terlalu manis, namun tidak terlalu pahit. Pas, namun tetap melimpah rasa cokelatnya. Membahagiakan mulut dan memanjakan lidahmu kok. Asyik dech pokoknya.

Saya saat berkunjung ke galeri outletnya HonaBelle and Co. (Dokumentasi pribadi, foto oleh Prima Hapsari)

Jadi, kalau kamu ingin mencoba sensasi rasa brownies panggang premium yang sebenarnya, langsung aja sila kamu berkunjung ke HonaBelle and Co. Rasanya endulita. Oh ya, mereka juga menawarkan kerjasama reseller kalau kamu pengin berbisnis di bidang pemasaran brownies panggang premium dan dessert box-nya HonaBelle and Co loh. Menarik kan? Kuy, langsung aja kamu meluncur ke HonaBelle and Co.

HonaBelle and Co, Pelopor Brownies Panggang Premium No. 1 di Yogyakarta.

Saya saat berkunjung ke galeri outletnya HonaBelle and Co. (Dokumentasi pribadi, foto oleh Prima Hapsari)

HonaBelle and Co
IG                           : @honabelleandco
Alamat                  : Gang Lempongsari 5 No. 178, Ngaglik, Sariharjo, Sleman
Jam Operasional : Senin-Minggu, 09:00-21:00 WIB
Telp.                      : 0895361920345
Go-Food available
Grab Food available

gaya hidup, Pendidikan

Kuliah Daring bersama Smartfren

Saya saat mengikuti kuliah daring, menggunakan koneksi internet dari Smartfren. (Dokumentasi Pribadi)

Jadi, setelah semester yang lalu, masa kuliah saya terhantam pandemi Covid-19, akhirnya mulai semester ini, saya kembali ke bangku perkuliahan. Ya namanya saja kuliah yang biasanya harus datang ke gedung kampus, sekarang sepenuhnya kuliah saya diadakan secara daring (online). Saya berkuliah dengan menghadap ke komputer jinjing, atau melalui ponsel.

Dengan awal masa perkuliahan yang dimulai lebih belakangan dari jenjang S1 –yang biasanya kuliah S1 dimulai pada bulan Agustus–, kuliah saya justru baru dimulai pada bulan Oktober 2020 ini. Dan tentunya, dengan melaksanakan protokol kebiasaan baru, yang sama sekali berbeda dengan kuliah pada masa sebelum pandemi.

Jika sebelumnya, saya memang menggunakan aplikasi teleconference, seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams, hanya untuk penyelenggaraan rapat atau meeting dengan klien untuk keperluan pekerjaan, atau untuk mengikuti kelas kursus daring yang menjamur selama masa pandemi Covid-19 ini, maka mulai bulan ini, saya menggunakan aplikasi teleconference tadi ke sebuah level yang sama sekali berbeda.

Yup, betul. Secara resmi, saya menggunakan aplikasi teleconference sebagai sarana kuliah saya saat ini.

Kuliah Daring bersama Smartfren

Sebagai seseorang yang disebut sebagai mahasiswa (lagi), saya tentu saja pernah menjalani masa perkuliahan secara konvensional. Pembelajaran dilaksanakan secara kelas tatap muka. Dosen dan mahasiswa berada di satu ruangan yang sama, pada waktu yang sama pula.

Mulai semester ini, di jenjang perkuliahan saya yang di semester sebelumnya diliburkan, kembali diaktifkan lagi aktifitas perkuliahannya. Yang dimana kali ini mengaplikasikan sistem pembelajaran jarak jauh secara daring (online).

Dosen dan mahasiswa diperkenankan untuk tetap berada di rumah atau tempat tinggal masing-masing. Yang kemudian pada waktu yang sama, kami –mahasiswa dan dosen– secara bersama-sama mengakses aplikasi teleconference yang sama, untuk digunakan sebagai medium kami berkomunikasi.

Ilustrasi kuliah daring dari aplikasi Microsoft Teams. (Dokumentasi Pribadi)

Sebenarnya metode perkuliahan jarak jauh secara daring ini nyaris tidak ada perbedaan yang signifikan dengan metode perkuliahan secara konvensional. Dosen tetap dapat membagikan materi kuliahnya, nyaris sama persis seperti pada metode perkuliahan konvensional. Dan mahasiswa –yang berbeda dimensi ruang– tetap dapat menerima materi perkuliahan juga. Nyaris tak ada perbedaan.

Ilustrasi kuliah daring dari aplikasi Microsoft Teams. (Dokumentasi Pribadi)

Jika mengenai pembagian dan pengumpulan tugas kuliah sih, sejak masih mengenyam pendidikan S1, di kampus saya yang sebelumnya sudah menerapkan sistem tugas daring. Tugas kuliah ada sebagian yang dikirimkan kepada dosen melalui surel (e-mail). Hanya sebagian tugas saja yang masih harus dicetak atau ditulis tangan. Jadi sebenarnya, sudah semenjak beberapa tahun sebelumnya, saya sudah mahfum dengan metode perkuliahan secara daring ini. Sementara untuk saat ini, semua tugas dikumpulkan secara daring, melalui surel atau diunggah ke sebuah pranala penyimpanan digital (Google Drive atau Cloud) tertentu yang ditentukan oleh dosen.

Nah tentunya, metode perkuliahan jarak jauh secara daring ini harus memerlukan koneksi internet, sebagai salah satu sumber daya terpenting untuk kelangsungan proses belajar mengajar. Dan dari semua provider, kebetulan provider yang saya gunakan untuk terhubung dengan dunia maya adalah dengan menggunakan Smartfren.

Sebagai salah satu provider telekomunikasi yang menyasar ke kaum muda milenial seperti saya, tentunya Smartfren secara penuh totalitas mendukung terlaksananya proses pembelajaran jarak jauh seperti ini. Memang di semua jenjang pendidikan mulai dari TK hingga Kuliah, selama masa pandemi Covid-19 ini, maka proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring, menggunakan metode pembelajaran jarak jauh.

Pemerintah beberapa waktu lalu mencanangkan program bantuan Kuota Pembelajaran bagi seluruh tenaga pendidikan dan para peserta didik, yang disalurkan secara bertahap mulai sejak bulan September hingga Desember 2020. Dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, setiap pengajar dan peserta didik akan secara gratis mendapatkan kuota bantuan internet dari Pemerintah ini, asalkan nomor yang didaftarkan ke Dapodik (Data Pokok Pendidikan) masih aktif.

Materi konten mengenai Kuota Internet dari Pemerintah, dari provider Smartfren. (Dokumentasi Instagram @smartfrenworld )

Untuk jumlah bantuan kuota internetnya memang berbeda-beda, tergantung dengan tingkat pendidikan yang ditempuh. Berikut adalah rinciannya:

  1. Siswa PAUD (TK)           : 5GB kuota internet all access + 15GB kuota belajar  (Total 20GB)
  2. Siswa SD-SMA/setara   : 5GB kuota internet all access + 30GB kuota belajar  (Total 35GB)
  3. Guru                                : 5GB kuota internet all access + 37GB kuota belajar (Total 42GB)
  4. Mahasiswa/Dosen        : 5GB kuota internet all access + 45GB kuota belajar (Total 50GB)

Nah, bagi pelanggan Smartfren yang merupakan tenaga pendidikan atau peserta didik, yang mendaftarkan nomor ponselnya di Dapodik, maka juga akan mendapatkan bantuan kuota internet gratis dari pemerintah, sesuai jumlah yang disebutkan di atas.

Lalu untuk memeriksa apakah nomor ponselmu –baik yang kamu pakai adalah dari Smartfren atau dari provider lain– itu sudah terdaftar di Dapodik atau belum, kamu bisa mengunjungi ke laman http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id . Atau kamu bisa menghubungi pihak administrasi di sekolah atau kampus kamu, untuk meminta bantuan didaftarkan nomor ponselmu ke Dapodik.

Oh ya, kalau kamu belum menggunakan nomor Smartfren, kamu bisa mendapatkan perdana Smartfren ini di banyak tempat lho, Kamu bisa berkunjung ke Galeri Smartfren terdekat di kotamu. Seperti saya yang di Kota Yogyakarta, bisa berkunjung ke Galeri Smartfren Timoho Yogyakarta atau ke Galeri Smartfren Seturan Sleman. Kamu juga bisa berkunjung ke outlet-outlet penjualan kartu perdana ponsel terdekat dari rumahmu. Jangan lupa untuk mengaktifkan, mendaftarkan dan menggunakan nomor Smartfren-mu itu ya.

Sama seperti saya nih. Kebetulan pada tanggal 24 September 2020 yang lalu, nomor saya mendapatkan pesan pendek (SMS) yang berisi pemberitahuan mengenai kuota gratis internet yang saya dapatkan dari Pemerintah ini. Tentunya jumlah kuota internet yang saya dapatkan sebesar 50 GB. Dimana 45 GB bisa saya gunakan untuk mengakses situs serta aplikasi pembelajaran yang ditetapkan pemerintah, dan 5 GB berikutnya bisa saya gunakan untuk mengakses koneksi internet secara umum.

Saya saat mengikuti kuliah daring, menggunakan koneksi internet dari Smartfren. (Dokumentasi Pribadi)

Dan akhirnya, saya jadi bisa dengan tenang mengikuti perkuliahan lagi dech. Karena, kuota internet yang saya gunakan untuk mengakses ke sarana perkuliahan ini menggunakan kuota gratis dari Pemerintah, yang tentunya menggunakan Smartfren untuk jaringan koneksi internet saya. Smartfren WOW WOW WOW.

gaya hidup, Kuliner, Review

Dawet Kani, Dawet Khas Pasar Kliwon Kudus, Kini Hadir di Yogyakarta

Saya di depan Dawet Kani Jogja, Jalan Kaliurang KM. 10, Sleman, Yogyakarta. (Foto oleh: Agata Vera Setianingsih)

Dawet, atau sering juga disebut dengan istilah es cendol, merupakan salah satu kuliner asli Indonesia. Minuman yang terbuat dari perpaduan antara sirup gula Jawa, cendol, santan, dan bahan lainnya, menjadikan dawet mampu memanjakan lidah masyarakat Indonesia sejak dahulu. Dawet selalu memberikan kesan segar dan meninggalkan rasa manis di lidah penikmatnya, apalagi jika disajikan dengan pelengkap es batu yang menambah derajat kesegarannya, menjadikannya salah satu hidangan minuman yang cocok disajikan di iklim tropis Indonesia.

Dawet Kani yang Segar dan Unik

Dan kini hadir di Yogyakarta, Dawet Kani Jogja yang merupakan dawet asli khas Pasar Kliwon Kudus. Yang menjadikan Dawet Kani ini istimewa di lidah saya adalah karena Dawet Kani menggunakan cendol yang terbuat dari tepung aren atau tepung sagu. Sehingga cendol yang ada di setiap porsi sajian Dawet Kani ini terasa sangat lembut dan lumer di lidah saya. FYI, pada umumnya, cendol pada minuman dawet terbuat dari tepung beras, dengan tekstur kenyal. Oh ya, bentuk cendol pada Dawet Kani juga lebih mirip seperti adonan cincau atau agar-agar yang dipotong acak, agak kurang beraturan, tidak bulat pipih memanjang. Namun di situlah keistimewaan dari Dawet Kani ini.

Saya berfoto bersama dengan pemilik sekaligus pengelola Dawet Kani, mas Daniel. Tampak dalam foto, food vlogger terkenal Daniel Andre Makan Keliling, yang ikut berfoto bersama kami. (Foto oleh: Agata Vera Setianingsih)

Oh ya, istilah Kani sendiri merupakan penyebutan santan kental (kanil) dalam Bahasa Jawa dialek Kudus. Ya memang, Dawet Kani menggunakan santan kental, yang aromanya sangat wangi menggoda. Mas Daniel, selaku pemilik dan pengelola Dawet Kani ini mengatakan bahwa dia menggunakan dua puluh butir kelapa untuk memasak santan kental pada prosesnya. Bukan menggunakan santan instan sachetan, ataupun santan bubuk instan. Itulah yang menjadikan santan kanil pada Dawet Kani memberikan aroma wangi yang khas. Dia pun menambahkan bahwa dia membutuhkan waktu 5 jam dalam proses memasak santan kental pada racikan dawetnya tersebut. Dia mengatakan bahwa dia rela meluangkan waktunya selama hampir empat bulan belajar mengenai resep pembuatan dawet khas Pasar Kliwon ini secara langsung ke tempat asalnya, yakni di Kudus.

Santan kental (kani) yang merupakan bahan utama dalam sajian Dawet Kani. (Dokumentasi pribadi)
Santan encer yang menjadi penyeimbang rasa dalam sajian Dawet Kani. (Dokumentasi pribadi)

Selain santan kental, Dawet Kani juga menggunakan santan encer sebagai tambahan. Jadi, setiap kali kamu mencecap sajian Dawet Kani, akan ada dua macam santan dengan tekstur berbeda, yang kental (kani) dan yang encer, berpadu di dalam mulutmu. Kedua santan tersebut, beradu dengan lembutnya cendol tadi, siap menggoyangkan lidahmu. Sedap dan segar, namun unik karena cendolnya lembut. Sangat cocok untuk dinikmati saat siang hari, selepas makan siang.

Mas Daniel, selaku pemilik dan pengelola Dawet Kani, sedang menyajikan sajian Dawet Kani. Tampak pada foto santan kental (kani) dan cendol yang terbuat dari tepung aren. (Dokumentasi pribadi)

Untuk saat ini, warung minuman dawet yang beroperasi sejak awal bulan Oktober 2020 ini, memberikan dua pilihan rasa. Yakni rasa original, yang menggunakan sirup gula Jawa yang segar. Dan rasa frambose, yang memberikan aroma wangi buah frambose (raspberry). Bagi saya –yang pecandu makanan manis ini-, kedua rasa tersebut sama-sama segar dan nikmat. Namun tidak menutup kemungkinan jika ke depannya Mas Daniel akan melakukan terobosan baru dengan menambahkan varian rasa lainnya.

Dua varian Dawet Kani. Rasa original dan rasa frambose. Tampak dalam foto, kedua varian rasa tersebut sedang ditunjukkan oleh food vlogger terkenal Jimmy Mahasiswa Kulineran. (Dokumentasi pribadi)

Oh ya, kalau kamu pengin menikmati lezatnya Dawet Kani Jogja ini, cuss buruan saja kamu meluncur ke Jalan Kaliurang Km. 10, di sebelah Bank BRI Unit Ngaglik, timur jalan. Tepatnya setelah SPBU Ngaglik. Mumpung selama bulan Oktober 2020 ini sedang ada program promo menarik nih. Satu porsi Dawet Kani bisa kamu dapatkan hanya seharga Rp 6.000,- saja. Murah dan terjangkau, bukan? Nantinya, satu porsi Dawet Kani bisa kamu dapatkan dengan kisaran harga Rp 8.000,- sampai Rp 9.000,- saja. Apalagi ke depannya, akan disajikan pula kue pendampingnya, yakni kue khas Indonesia juga, lapis legit. Hm….pasti menambah tingkat nikmatnya donk ya. Mari kita cintai Kuliner Asli Indonesia. Salah satu caranya ya dengan menikmati segarnya es dawet dari Dawet Kani Jogja.

Saya di depan Dawet Kani Jogja, Jalan Kaliurang KM. 10, Sleman, Yogyakarta, tengah menikmati Dawet Kani varian rasa frambose. (Foto oleh: Agata Vera Setianingsih)

Dawet Kani Jogja 
Jalan Kaliurang Km. 10, sebelah BRI Unit Ngaglik,
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Buka : Senin-Sabtu, 09:00-16:30 WIB
No. Telp. : 082233530386
Go-Food and Grab Food soon available
Instagram : @dawetkani

gaya hidup, perjalanan, reportase, Review, travelling

Sebuah Cerita Tentang Hari Pariwisata Sedunia ke 40 di Kabupaten Bantul 2020: Dari Seminar On The Road, Jelajah Bandara, hingga Lepas Tukik

Upacara peringatan Hari Pariwisata Sedunia ke 40 di Kabupaten Bantul 2020. (Dokumentasi pribadi)

Jadi, pada hari Minggu, 27 September 2020 yang lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti rangkaian acara Puncak Peringatan Hari Pariwisata Sedunia ke 40 di Kabupaten Bantul 2020, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Bantul. Ga hanya saya doank loh ya, tapi juga bersama dengan beberapa pelaku pariwisata lainnya di Kabupaten Bantul. Seperti perwakilan pengelola desa wisata di Kabupaten Bantul, perwakilan pengelola homestay di Kabupaten Bantul, duta wisata Kabupaten Bantul, serta tentunya travel blogger dan influencer Yogyakarta dan Bantul (Kak Agata Vera, Kak Nuzulul, dan saya).

Meriahnya Puncak Peringatan Hari Pariwisata Sedunia ke 40 di Kabupaten Bantul 2020

Rangkaian acara dari Puncak Peringatan Hari Pariwisata Sedunia ke 40 di Kabupaten Bantul 2020 ini terdiri atas beberapa mata acara. Yang pertama adalah seminar on the road dengan tema Pranatan Anyar Plesiran Jogja dengan nara sumber Bapak V. Hantoro, ST, yang merupakan Ketua DPD Organda, sekaligus pemilik dari PO. Bus Gelis Gede Maju Mandiri, dan juga Ibu Dra. Malia Uti dari Divisi Tour dan Promosi ASITA DIY. Acara seminarnya seru dan unik, karena disajikan di dalam bus pariwisata yang berjalan. Iya, beneran, busnya melaju di atas jalan raya gitu. Lebih tepatnya sih sebutannya seminar on the road, in the bus, hehe.

Tenang saja, kami semua tetap memperhatikan protokol kesehatan kok. Mulai dari pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki bus, menggunakan masker, serta dibagikan hand sanitizer yang bisa kami pakai sewaktu-waktu. Oh ya, di dalam bus, kami juga tetap menjaga jarak lho. Jadi bus pariwisata yang kami kendarai ini hanya diisi 50 % dari kapasitas totalnya. Kami duduk sendiri-sendiri di dalam bus, tidak berdampingan.

Suasana persiapan memasuki ke dalam bus, saat Seminar on the Road. (Dokumentasi pribadi)

Bus pariwisata ini melaju menuju ke Yogyakarta International Airport (YIA), yang menjadi venue diadakannya upacara Puncak Peringatan Hari Pariwisata Sedunia ke 40 di Kabupaten Bantul 2020. Pada saat upacara ini, kami semua seluruh peserta tetap menjaga jarak lho, dan itu semua tidak mengurangi kekhidmatan kami mengikuti jalannya upacara. By the way, upacara Puncak Peringatan Hari Pariwisata Sedunia ke 40 di Kabupaten Bantul 2020 ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Bapak Kwintarto Heru Prabowo loh. Upacara ini juga turut dihadiri oleh Bapak Agus Pandu Purnama selaku GM. PT. Angkasa Pura I, Pemda DIY, Pemda Kulonprogo, Bank BPD DIY Cabang Bantul, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), serta kami para pelaku pariwisata di Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Oh ya, sebelum upacara dimulai, kami semua dihibur oleh pergelaran tari yang disajikan oleh para penari berbakat dari SMKI Kabupaten Bantul lho.

Pergelaran tari dalam upacara Peringatan Hari Pariwisata Sedunia ke 40 di Kabupaten Bantul 2020. (Dokumentasi pribadi)

Setelah upacara, kami semua diajak untuk mengunjungi bandara baru, yang adalah Yogyakarta International Airport (YIA). Yeayy….ini menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan bagi saya, karena menjadi pengalaman pertama saya memasuki bandara ini, secara resmi disambut oleh petugas bandara pula. Kami semua diajak berkeliling untuk menikmati sajian interior di dalam bandara. Tentunya dengan dipandu oleh petugas bandara yang cantik, ganteng, dan ramah donk.

Saya berswafoto di salah satu sudut YIA. (Dokumentasi pribadi)

Kami dipersilakan untuk menjelajahi setiap sudut bandara baru ini. Asli, desain eksterior dan interiornya keren banget. Megah dan masih tetap mengandung unsur budaya Jawa khas Jogja. Apalagi kami diperbolehkan untuk berfoto di dalamnya. Makin cinta dech ama bandara baru ini.

Lepas Tukik ke Samudera di Pantai Gua Cemara

Selesai berkeliling bandara YIA, kami dipersilakan untuk menuju ke destinasi terakhir, yakni Pantai Goa Cemara. Ketika sampai di Pantai Goa Cemara, kami semua disambut oleh kakak-kakak dari Bank BPD DIY Cabang Bantul, yang mempresentasikan mengenai produk terbaru dari mereka dalam pelayanan pembayaran non tunai, yang bisa diaplikasikan di dunia pariwisata. Udah canggih loh Bank BPD DIY sekarang, terutama Bank BPD DIY Cabang Bantul. Asyik kan kalau udah bisa pakai pembayaran non tunai, ga perlu repot nyiapin uang tunai. Lebih praktis dan lebih aman.

Kakak-kakak dari Bank BPD DIY Cabang Bantul berfoto bersama bapak ibu dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. (Dokumentasi pribadi)

Selanjutnya, kami pun menuju ke Rumah Penyu, yang merupakan tempat penangkaran dan pemeliharaan penyu dan tukik. Udah pada tahu kan tukik itu apa? Ya udah, aku ingetin lagi dech. Tukik itu adalah istilah untuk menyebut anak penyu. Tukik-tukik yang ada di Rumah Penyu ini lucu-lucu banget, imut-imut.

Saya sendiri diberi satu ekor tukik yang boleh saya lepaskan ke laut bebas. Tukik saya ini saya beri nama Marina, karena nama tersebut sesuai kan dengan samudera luas, hehe. Pemandu di Rumah Penyu, Mas Wawan, bilang kalau tukik-tukik ini akan kembali ke Pantai Goa Cemara dalam waktu 6 tahun setelah cukup dewasa untuk bertelur. Yach, jadi saya baru akan bisa bertemu dengan Marina setelah 6 tahun donk. Jujur, saya terharu lho pas lihat Marina berusaha lari menuju lautan yang menjadi habitatnya.

Saya bersama Marina, tukik yang saya lepaskan di Pantai Goa Cemara. (Foto oleh Prima Hapsari)

Demikian lah cerita saya selama mengikuti rangkaian acara Puncak Peringatan Hari Pariwisata Sedunia ke 40 di Kabupaten Bantul 2020. Walau kami semua datang secara bersama-sama, kami semua tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19 kok. Tetap ikuti cerita saya selanjutnya ya. Terima kasih.

gaya hidup, Review, Teknologi

Smartfren Kuota Nonstop yang Serunya Ga Habis-Habis

Saya bersama dengan Kartu Perdana Smartfren Kuota Nonstop. (Dokumentasi Galeri Smartfren Yogyakarta Timoho)

Kalau kamu perhatikan nih, akhir-akhir ini ada sebuah iklan dari Smartfren yang sering muncul di sosial media dan televisi. Yap, itu adalah produk terbaru dari Smartfren, yang adalah Smartfren Kuota Nonstop.

FYI, Smartfren Kuota Nonstop ini tuh secara resmi diluncurkan barengan dengan acara Smartfren WOW Virtual Concert 2020, yakni tepatnya pada hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2020 di layar kaca SCTV dan aplikasi Vidio.

Peluncuran produk baru, Smartfren Kuota Nonstop, dalam Smartfren WOW Virtual Concert 2020. (Dokumentasi pribadi, dari tangkapan layar aplikasi Vidio)

Saat itu, selain acara Smartfren WOW Virtual Concert 2020 yang keren banget, acara launching Smartfren Kuota Nonstop ini juga ga kalah kerennya. Dengan menampilkan beberapa penari modern dance, yang membentuk kata KUOTA NONSTOP.

Dengan mengusung tagline Anti Putus Nyambung Terus, Smartfren Kuota Nonstop ini menawarkan tiga keunggulan buat kamu, yang adalah Akses Internet Nonstop di Semua Aplikasi Setelah Kuota Utama Habis; Anti Sedot Pulsa; dan Kuota Besar 24 Jam. Entar saya jelasin satu per satu ya, hehe.

Smartfren Kuota Nonstop yang Nyambung Terus

Smartfren Kuota Nonstop ini menawarkan akses internet tanpa henti ke kamu. Kamu bisa tetap internetan, walau kuota utama udah habis. Jadi kalau kamu beli Perdana Smartfren Kuota Nonstop atau beli Paket Smartfren Kuota Nonstop (semisal melalui aplikasi My SmartFren atau melalui outlet terdekat kamu), katakanlah yang 6 GB gitu misalnya. Setelah yang 6 GB ini habis kamu nikmati untuk browsing, chatting, nonton Youtube, bermain game, dan sebagainya, kamu tetap akan bisa internetan kok. Kamu masih bisa chatting di WA, browsing, nonton Youtube, dan lain-lain. Ya…memang kecepatannya memang akan dirasionalkan a.k.a. disesuaikan sih ya. Agak lambat sedikit, wajar aja kok.

Saya bersama dengan Kartu Perdana Smartfren Kuota Nonstop. (Dokumentasi Galeri Smartfren Yogyakarta Timoho)

Tapi tenang, kecepatannya ga kerasa lambat kok. Sepengalaman saya sih begitu. Kebetulan kan saya punya Smartfren Kuota Nonstop yang 18 GB. 18 GB ini saya habiskan setelah 12 hari. Boros juga ya, hehe. Nah setelah kuota utama sebesar 18 GB ini habis, saya masih bisa kok nonton Youtube dengan lancar, browsing, dan juga chatting. Bahkan buat mengakses Instagram juga masih lancar-lancar aja kok.

Smartfren Kuota Nonstop ini juga ngasih keunggulan Anti Sedot Pulsa, setelah kuota utama habis, tentunya sampai masa aktif paketnya selesai lho ya. Jadi, ga kayak paket lain di operator sebelah yang langsung nyedot pulsamu sampai Rp 0, bahkan ada yang sampai minus, di Smartfren Kuota Nonstop ga ada tuh yang nyedot pulsa kayak gitu. Setelah kuota utama habis, kamu ga usah khawatir, karena kamu masih bisa internetan dengan tenang sampai tanggal masa aktif paketmu itu selesai. Oh ya, masa aktif paket Smartfren Kuota Nonstop ini cukup lumayan panjang lho, sampai 28 hari. Ya sebulan kurang dikit lah ya.

Dan keunggulan berikutnya dari Smartfren Kuota Nonstop ini adalah Kuota Besar yang berlaku selama 24 Jam di semua aplikasi. Maksudnya gini. Ada kan ya produk paket internet di operator sebelah yang kuotanya dibagi-bagi. Ada yang dibagi dari jam sekian sampai jam sekian. Ada pula yang dibagi hanya untuk mengakses aplikasi tertentu saja. Untuk selebihnya ya di luar paket, kudu beli lagi dech. Ribet.

Materi Promosi Kartu Perdana Smartfren Kuota Nonstop. (Dokumentasi Instagram: Smartfren @smartfrenworld)

Nah, di Smatfren Kuota Nonstop ini tuh ya, kuota yang udah kamu beli ini, semisal katakan 18 GB kayak punya saya tadi, berlaku selama 24 jam untuk mengakses internet dan ke semua aplikasi. Mau dipakai buat chatting di WA atau Telegram, hayuk. Mau dipakai buat nonton Youtube atau streaming atau podcast, hayuk juga. Mau dipakai buat browsing juga ga masalah.

Enaknya lagi, Paket Smartfren Kuota Nonstop ini ada banyak pilihannya loh. Ada Kuota Nonstop 6 GB seharga Rp30 Ribu, ini yang paling ekonomis dan terjangkau; Kuota Nonstop 10 GB seharga Rp45 Ribu; dan Kuota Nonstop 30 GB seharga Rp100 Ribu yang paling gede kuota internetannya. Dan yang paling laris, dan jadi yang paling saya rekomendasikan adalah Smartfren Kuota Nonstop 18 GB seharga Rp65 Ribu. Terjangkau banget kan ya? Tidak menguras kantong.

Trus cara untuk mendapatkan Smartfren Kuota Nonstop ini juga gampang dan mudah. Kamu bisa mendapatkan Smartfren Kuota Nonstop ini di Galeri Smartfren dan atau di outlet terdekat dengan rumah kamu. Kamu bisa mendapatkan Smartfren Kuota Nonstop ini dalam bentuk voucher data. Atau buat kamu yang baru akan menjadi pengguna Smartfren, kamu bisa mendapatkan Perdana Smartfren Kuota Nonstop. Paket Kuota Nonstop ini juga bisa didapatkan di aplikasi MySmartfren atau *123#. Cek aja langsung ya.

Materi Promosi Smartfren Kuota Nonstop (Dokumentasi Galeri Smartfren Yogyakarta Timoho)

Produk Smartfren Kuota Nonstop ini, dan produk Smartfren lainnya, juga bisa kamu dapatkan di aplikasi e-commerce seperti Blibli, Bukalapak, Shopee, dan Tokopedia lho. Asyik bat dah.

Oh ya, kalau kamu ngerasa kecepatan Smartfren Kuota Nonstop setelah kuota utama habis itu perlu dinaikkan, kamu bisa menaikkan kecepatannya lagi kok. Caranya adalah dengan: Pengisian voucher data Kuota Nonstop atau membeli Paket Kuota Nonstop; Pengisian Voucher Volume Base atau membeli paket Volume base; dan Pengisian Voucher data Unlimited atau membeli paket Unlimited – Pembelian paket add On Unlimited; yang kesemuanya ini bisa kamu dapatkan melalui applikasi MySmartFren atau melalui *123#. Praktis banget pokoknya.

Tambahan lagi, Smartfren Kuota Nonstop ini bisa kamu pakai di gawai apapun yang kamu punya, seperti di ponsel, tablet, dan juga modem lho. Trus sebagai pelanggan Smartfren, pastikan kalau kamu adalah pengguna prabayar Smartfren sebelum membeli paket Kuota Nonstop ini ya.

Materi Promosi Smartfren Kuota Nonstop di laman situs resmi Smartfren.

Nah, untuk keterangan lebih lengkap mengenai Smartfren Kuota Nonstop ini, kamu bisa mengunjungi ke halaman ini ya.

Pokoknya sih internetan pakai Smartfren Kuota Nonstop bakal ngebebasin kamu dari semua kekhawatiran. Kamu masih bisa browsing, nonton video, nonton Mukbang, nonton Drakor, main Tik Tok, ngegame bareng temen-temen, belajar online, chattingan, dan masih banyak lagi kegiatan berinternet lainnya, tanpa takut khawatir pulsa kamu kesedot walau kuota utamanya udah habis. Internetan tetap lancar, anti putus nyambung terus, dengan Smartfren Kuota Nonstop.

Smartfren Kuota Nonstop, Serunya Ga Habis-habis, Anti Putus Nyambung Terus. Smartfren WOW WOW WOW.