Blog

gaya hidup, reportase

Cerdas Hukum: Forum Sosialisasi Kepatuhan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual dari Kemenkominfo

Foto 1
Ibu Rihari Wulandari selaku moderator bersama pembicara Bapak Handi Nugraha dan Bapak Bambang Gunawan, dalam Cerdas Hukum : Forum Sosialisasi Kepatuhan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual, Kamis 25 Juli 2019. (Dokumentasi Pribadi)

Hari ini, Kamis, 25 Juli 2019, saya mengikuti acara Cerdas Hukum : Forum Sosialisasi Kepatuhan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual, yang bertempat di Sheraton Mustika Resort and Spa, Yogyakarta, yang diadakan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, bekerja sama dengan Kemenkumham, dan pemerintah Kota Yogyakarta.
Acara ini berlangsung meriah dan lancar. Dengan disambut oleh Ibu Kepala Subdit Media Internasional Kominfo, Henni Prastiwi, acara ini pun dibuka pada pukul 10:00 WIB. Beliau mewakili Ir. Djoko Agung Harijadi, MM. PLT. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik dari Kemkominfo.

Foto 5
Ibu Henni Prastiwi yang menyampaikan Pidato Sambutan dalam acara Cerdas Hukum : Forum Sosialisasi Kepatuhan Terhadap Hak Kekayaan Intelektual. (Dokumentasi Pribadi)

Materi pertama dibawakan oleh Bapak Handi Nugraha, S.H., M.H. selaku Kepala Seksi Kerja Sama Antar Lembaga Non Pemerintah dan Monitoring Konsultan KI. Beliau membawakan materi tentang Sosialisasi Regulasi dan Fasilitasi Pendaftaran HKI.
Materi yang dibawakan oleh Bapak Handi sangat padat dan berisi. Saya mendapatkan beragam insight-insight baru mengenai Kekayaan Intelektual, seperti mengenai perlindungan merk, karya seni, dan hak paten.

Foto 2
Bapak Handi Nugraha, S.H., M.H. membawakan materi tentang Sosialisasi Regulasi dan Fasilitasi Pendaftaran HKI. (Dokumentasi Pribadi)

Materi berikutnya adalah dari Bapak Drs. Bambang Gunawan, M.SI sebagai Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan, yang membawakan tema Penanganan Konten Pelanggaran HKI di Dunia Siber. Beliau memaparkan mengenai pentingnya mengatur HKI di internet dan memberikan contoh-contoh mengenai pelanggaran HKI, serta mengenai penyebaran hoax.

Foto 3
Bapak Drs. Bambang Gunawan, M.SI mempresentasikankan tema Penanganan Konten Pelanggaran HKI di Dunia Siber. (Dokumentasi Pribadi)

Berikutnya adalah materi mengenai Pentingnya Kepatuhan HKI bagi Pemilik UMKM di Yogyakarta oleh Ibu Dra. CH. Lucy Irawati, selaku Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, yang mewakili Bapak Drs. H. Haryadi Suyuti, Walikota Kota Yogyakarta. Beliau menjelaskan mengenai beragam visi dan misi dalam pengembangan UMKM di wilayah Kota Yogyakarta. Beliau juga memaparkan mengenai indikator kemajuan suatu UMKM dan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh UMKM.

Foto 4
Materi presentasi tentang Pentingnya Kepatuhan HKI bagi Pemilik UMKM di Yogyakarta oleh Ibu Dra. CH. Lucy Irawati. (Dokumentasi Pribadi)

Ketiga pemateri menyampaikan materi yang disampaikan secara lugas dan jelas, dengan dimoderatori oleh Kepala Bidang Kesejahteraan dan Hubungan Industrial Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Ibu Rihari Wulandari, SH. MH.
Kemudian mata acara berikutnya adalah sesi tanya jawab dengan peserta mengenai materi yang disampaikan. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan mengenai perlindungan merk dan pengembangan UMKM yang mereka miliki. Beberapa penanya lainnya juga menanyakan tentang hal-hal berkaitan dengan pendaftaran HKI. Acara ini pun kemudian diakhiri dengan makan siang bagi seluruh peserta dan pembicara.
Sampai jumpa di liputan saya berikutnya ya.

#CerdasHukum #forumHKIkominfo_yogya

Advertisements
Film, gaya hidup, Review

Film Mahasiswi Baru, Kocak dan Menghibur

66430227_488596471899395_1528653407980637168_n
Official Poster dari Film Mahasiswi Baru karya Monty Tiwa produksi MNC Pictures. (Dokumen MNC Pictures)

Halo, sob. Lama juga saya ga menulis blog. Kali ini berjumpa lagi bersama saya di tulisan baru ini. Saya akan menulis tentang sebuah film yang sebentar lagi akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 8 Agustus nanti, yakni sebuah film karya sutradara Monty Tiwa, berjudul Mahasiswi Baru.

Dengan mengetahui judulnya saja, saya yakin kamu akan berasumsi bahwa film ini akan menyajikan cerita mengenai perjalanan seorang gadis remaja dalam memasuki satu tahap jenjang pendidikan, yaitu berkuliah, dengan menjadi seorang mahasiswi yang baru saja diterima di sebuah kampus.

65312679_2053831908257185_3225445937027793639_n
Beberapa pemeran dalam Film Mahasiswi Baru, ki-ka: Morgan Oey, Mikha Tambayong, Widyawati, Sonia Alyssa, dan Umay Shahab.  (Dokumen MNC Pictures)

Saya juga tadinya beranggapan demikian. Namun ternyata, Film Mahasiswi Baru ini justru berkisah mengenai seorang nenek berusia 70 tahun bernama Lastri, yang baru saja mempunyai kesempatan untuk menjadi seorang mahasiswi.

Apa? Nenek-nenek kuliah? Ya, demikian lah adanya.

Sebenarnya sih, kalau bagi saya, yang saat ini juga tengah mendobel dengan berkuliah di Universitas Terbuka -salah satu universitas negeri yang tidak memberlakukan batas maksimal umur- bertemu dengan teman kampus yang telah berusia lanjut, sudah menjadi hal yang biasa bagi saya. Dan mungkin bagi beberapa kampus di luar negeri, ada orang berusia lanjut masih berkuliah -dalam hal ini jenjang S1- adalah hal wajar dan biasa.

Namun, di kehidupan nyata, terutama di Indonesia, fenomena nenek-nenek yang berkuliah S1, belum menjadi hal yang dianggap biasa. Dan hal inilah yang hendak diangkat oleh Monty Tiwa dalam film ini.

Trailer Kocak yang Mengocok Perut

Film Mahasiswi Baru ini memang baru akan tayang bulan depan, tepatnya pada tanggal 8 Agustus 2019. Namun trailer resmi dari film ini, sudah dapat kamu saksikan melalui akun Youtube dari MNC Pictures, selaku rumah produksinya. Dan trailernya sendiri saat ini telah ditonton sebanyak 1,2 juta kali lho, sob.

Sebenarnya bukan yang mengherankan jika trailer Film Mahasiswi Baru ini bisa menembus jumlah yang cukup fantastis, 1,2 juta views, mengingat dari trailernya sudah dapat ditebak jika film ini akan bergenre komedi. Salah satu genre yang sangat popular di Indonesia.

Monty Tiwa sendiri sudah berkecimpung di dunia layar perak selama lebih dari 17 tahun. Beberapa film karyanya memang mengambil genre komedi. Sebut saja “Maaf, Saya Menghamili Istri Anda” (2007), “Laskar Pemimpi” (2010), “Get Married 3” (2011), dan “Get M4rried” (2013), yang cukup sukses di pasaran. Jadi, jika kini Monty Tiwa kembali ke genre komedi melalui Film Mahasiswi Baru ini, bisa lah kita sebagai penonton memberikan ekspektasi kepada beliau. Dan hal ini bisa kita saksikan melalui trailer Film Mahasiswi Baru yang sangat kocak.

D_1TBGUUYAANSkL
Adegan saat Lastri (Widyawati) sedang mengikuti acara orientasi pengenalan kampus, saat bertemu dengan kakak tingkatnya yang menjadi panitia, dalam Film Mahasiswi Baru. (Dokumen MNC Pictures)

Lihatlah sejak detik-detik awal, trailer Film Mahasiswi Baru ini telah mampu mengundang tawa dan mengocok perutmu. Semenjak munculnya tokoh Lastri –diperankan oleh aktris senior yang awet muda, Widyawati- yang tengah mengikuti acara orientasi pengenalan kampus, lengkap dengan atribut konyol khas maba (mahasiswa baru), seperti rambut penuh pita, kalung papan nama dari kertas, dan make up cemang-cemong, sedang dikerjain oleh kakak tingkatnya yang menjadi panitia orientasi.

Detik-detik berikutnya juga sangat kocak. Seperti saat ada scene Lastri sedang berkumpul dengan teman-teman satu gank kampus seangkatannya, yang umurnya sama dengan umur cucunya, seperti Danny (Morgan Oey), Sarah (Mikha Tambayong), Erfan (Umay Shahab), dan Reva (Sonia Alyssa). Begitu juga saat Lastri sedang menggoda dosen (Slamet Rahardjo) sambil mengucapkan “Yoaaa Braaaay” seperti anak muda. Kedua scene ini sangat mengundang tawa lho, sob. Apalagi peran karakter Lastri ini diceritakan sebagai seorang nenek lincah yang sangat rajin belajar dan bergaul.

D_1UJahVAAA1fm6
Adegan saat Lastri (Widyawati) sedang menemui dosennya (Slamet Rahardjo), dan berlagak seperti anak muda, dalam Film Mahasiswi Baru. (Dokumen MNC Pictures)

Jika menilik dari trailer-nya, Film Mahasiswi Baru ini akan mengupas masalah keluarga juga, dimana akan muncul tokoh anak dan menantu Lastri (Karina Suwandi dan Iszur Muchtar), yang akan mengambil bagian penting dalam menentukan langkah yang diambil oleh Lastri. Jadi, akan ada beberapa scene drama keluarga yang mengharukan di dalam film ini. Dan tentunya, ada pesan moral yang hendak diusung oleh Monty Tiwa dan MNC Pictures, yakni “belajar sepanjang hayat, tidak mengenal usia”, maka tetaplah bersemangat belajar dan berkuliah sampai di usia lanjut.

Film Mahasiswi Baru ini selain menampilkan acting memukau dari aktris Widyawati, juga akan didukung oleh aktor muda Morgan Oey dan Umay Shahab. Aktris cantik Mikha Tambayong, pendatang baru Sonia Alyssa, aktris cantik Karina Suwandi, komedian Iszur Muchtar dan Ence Bagus juga akan bermain dalam film ini. Dan akan ada juga penampilan spesial dari aktor senior yang telah meraih beragam penghargaan melalui bakatnya, yaitu Slamet Rahardjo.

Jika kamu sudah ga sabar ingin menyaksikan film ini, kamu bisa menyimak trailernya terlebih dahulu di sini. Karena film ini kental dengan nuansa komedi dengan berlatar belakang dunia kuliah dan kehidupan keluarga, serta persahabatan, maka aku rekomendasikan film ini untuk kamu saksikan bersama teman-teman dan keluargamu. Filmnya pasti cocok untuk anak muda, anak kuliahan, orang dewasa, dan pastinya buat kamu yang sudah berkeluarga.

Kamu juga bisa mengikuti akun media sosial resmi dari Film Mahasiswi Baru melalui Instagram @film_mahasiswibaru dan melalui Twitter @mncp_movie serta channel Youtube MNC Pictures. Serta saksikan Film Mahasiswi Baru di bioskop-bioskop kesayangan kamu mulai 8 Agustus 2019.

Oh ya, untuk kamu alumnus UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), seperti saya, atau yang masih menjadi mahasiswa-mahasiswi UNY, saya kasih tahu sebuah rahasia ya. Syuting Film Mahasiswi Baru ini dilakukan di beberapa lokasi yang ada di UNY lho. Jadi kamu bisa bernostalgia dengan kampus ungu kita itu, hehe. Okay, sampai jumpa di tulisan saya berikutnya ya.

gaya hidup, perjalanan, Review, travelling

GatheringPositif Bermedia Sosial dari Gerakan Nasional Revolusi Mental 2019

20190520_104843
Wahyu saat mengikuti acara Gathering Positif Bermedia Sosial 2019. (Dokumentasi pribadi)

Halo, kawan. Lama juga ya kita tidak berjumpa. Kali ini, Wahyu ingin bercerita kepada kamu semua, bahwa Wahyu baru saja mengikuti sebuah acara yang keren banget. Jadi pada hari Senin, 20 Mei 2019 yang lalu, Wahyu berkesempatan untuk mengikuti acara Gathering Positif Bermedia Sosial yang diadakan oleh Kemenko PMK RI (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia) dan GNRM (Gerakan Nasional Revolusi Mental), yang berlokasi di Desa Wisata Pulesari, Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Tepatnya acara ini diadakan di Pendopo Utama Desa Wisata Pulesari, Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Acara yang bertema “Pembangunan Karakter yang Berwawasan Budaya Menuju Indonesia Mandiri” ini mengundang banyak pelaku digital yang berasal dari generasi muda yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti menghadirkan para penggiat komunitas, blogger, vlogger, netizen aktif generasi muda, serta para penggiat media sosial. Acara ini dipandu oleh seorang MC senior dari Yogyakarta, yaitu mas Anang Batas. Oh ya, dalam kesempatan ini, Wahyu bersama dengan seorang kawan bernama Prima, hadir mewakili dari profesi blogger, karena Wahyu mendapatkan undangan dari Blogger Crony Community, dimana Wahyu dan Prima tergabung di dalamnya sebagai anggota.

IMG-20190520-WA0047
Para Pembicara berfoto bersama beberapa peserta. (Dokumen GNRM)

Pada acara ini terdapat segmen bincang-bincang (talkshow) yang menghadirkan empat orang pembicara, yang kesemuanya mengajak para peserta untuk tetap bijak dalam menggunakan media sosial, baik itu Twitter, Facebook, Instagram, blog, vlog, dan sebagainya. Pembicara pertama adalah GKR Hayu, yang bertindak selaku penghageng Tepas Tandha Yekti, sebuah divisi yang ada di Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang bertugas menangani urusan IT dan dokumentasi. Beliau membawakan tema “Mengenali Jati Diri Warisan Budaya dan Kiprah Kasultanan di Era Milenial”. Salah satu pesan yang beliau sampaikan adalah “Modernisasi itu tidak selalu berarti Westernisasi. Budaya Jawa juga bisa Modern”.

Pembicara kedua adalah ibu Tri Mumpuni, Anggota Gugus Tugas Nasional GNRM (Gerakan Nasional Revolusi Mental), yang memaparkan tema Aksi Nyata Revolusi Mental : Menjaga Hati. Pembicara ketiga adalah bapak Wahyu Aji, yang merupakan CEO Good News From Indonesia, serta bapak Noudhy Valdryno, Facebook Indonesia, yang menjadi pembicara keempat. Kedua pembicara berpesan untuk tetap menggunakan media sosial secara positif untuk keberlangsungan Indonesia yang lebih baik. Keempat pembicara ini dipandu oleh bapak Said Hasibuan dari Relawan TIK selaku moderator. Segmen bincang-bincang ini berlangsung seru, karena di antara pembicara dan peserta terlibat sebuah diskusi yang hangat, yang sama-sama sepakat untuk menggunakan media social secara bijak dan positif demi keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Setelah acara bincang-bincang, para peserta disuguhi sajian Tari Salak yang merupakan tari kreasi baru yang menggambarkan tentang Desa Wisata Pulesari Kecamatan Turi, yang identik dengan perkebunan salak. Selanjutnya, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yang semuanya dinamai dengan tiga prinsip dasar Gerakan Nasional Revolusi Mental, yakni Integritas, Etos Kerjam dan Gotong Royong, yang kemudian peserta dipersilakan untuk menikmati beragam kegiatan yang ada di dalam Paket Wisata Desa Wisata Pulesari Wonokerto ini, yakni Kegiatan Susur Desa (Field Trip), Kegiatan menikmati Permainan Rakyat, dan mengikuti Kegiatan Olahraga Tradisional.

Karena Wahyu termasuk di dalam kelompok Etos Kerja, maka kelompok Etos Kerja mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Olahraga Tradisional, kemudian kegiatan Permainan Rakyat, dan terakhir adalah kegiatan Susur Desa. Untuk kelompok lain seperti kelompok Integritas dan kelompok Gotong Royong, kegiatannya sama persis, hanya urutannya saja yang berbeda.

IMG-20190521-WA0000
Wahyu dan beberapa peserta tengah mencoba melakukan Jemparingan. (Foto oleh Ang Tek Khun)

Kegiatan menikmati Olahraga Tradisional diawali dengan mengikuti aktifitas olahraga Jemparingan, yang mirip dengan panahan. Yang membedakan adalah Jemparingan merupakan aktifitas olahraga panahan yang menggunakan peraturan dan tata cara khas Jawa, yang di antaranya seperti penggunaan pakaian tradisional Jawa (seperti beskap untuk pria, dan kebaya untuk wanita), kegiatan Jemparingan yang dilakukan dalam posisi duduk bersila, bahan busur (jemparing) yang terbuat dari material kayu. Walaupun Wahyu pernah melakukan kegiatan panahan sebelumnya, ternyata melakukan Jemparingan ini terasa perbedaannya. Ternyata busur dan tali busurnya itu sangat berat untuk ditarik. Sebuah tantangan yang mengasyikkan. Kemudian setelah melakukan Jemparingan, peserta diajak untuk menikmati atraksi pencak silat dari Kelompok Satria Tama, yang berasal dari Desa Wonokerto, yang dimana pencak silat merupakan olahraga asli Indonesia tercinta.

20190520_141024
Beberapa anak-anak warga Desa Wisata Pulesari Wonokerto tengah melakukan permainan rakyat, dengan menggunakan busana tradisional. (Dokumentasi pribadi)

Kegiatan kedua adalah menikmati kegiatan Permainan Rakyat, seperti egrang, dakon, bakiak, telepon benang, dan sebagainya. Kegiatan ini dipandu oleh kakak-kakak dari Komunitas Kampoeng Hompimpa, sebuah komunitas yang peduli pada kelestarian permainan rakyat Indonesia yang hadir dari keprihatinan melihat generasi muda dan anak-anak Indonesia yang menghabiskan waktunya lebih banyak menggunakan gawai (gadget) daripada bermain secara langsung di dunia nyata. Permainan rakyat ini diperagakan oleh anak-anak warga Desa Wisata Pulesari Wonokerto dalam balutan pakaian tradisional. Sungguh menyenangkan bagi Wahyu, ketika melihat beragam permainan rakyat Indonesia ini dimainkan, menjadi semacam pemutaran memori mengenang masa lalu saat Wahyu masih anak-anak di era ‘90an.

A
Wahyu saat mengikuti kegiatan Susur Desa. (Foto oleh Ang Tek Khun)

Kegiatan terakhir adalah kegiatan Susur Desa, yang terdiri atas menyusuri sungai-sungai kecil yang ada di Pulesari yang kemudian menyusuri area perkebunan salak, yang kemudian mendapatkan oleh-oleh olahan salak yang merupakan sajian khas dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto. Kegiatan Susur Desa ini dimaksudkan agar para peserta dapat menikmati keindahan panorama alam yang ada, dan semakin meningkatkan kembali kesadaran untuk melestarikan lingkungan. Oh ya, saat Wahyu pulang, Wahyu dan peserta lain mendapatkan goody bag yang salah satu isinya adalah sedotan stainless steel, yang merupakan salah satu upaya pelestarian lingkungan dengan mengurangi sampah sedotan plastik. Keren banget ya tujuannya. Dan ketiga kegiatan tersebut sama-sama bertujuan positif, yang sesuai dengan tema Revolusi Mental semua ya, kawan.

Demikianlah secuplik cerita Wahyu selama mengikuti acara Gathering Positif Bermedia Sosial yang diadakan oleh Kemenko PMK RI (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia) dan GNRM (Gerakan Nasional Revolusi Mental), yang berlokasi di Desa Wisata Pulesari, Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman yang lalu. Wahyu ingin mengucapkan terima kasih kepada Blogger Crony Community atas undangannya, terima kasih pula kepada Kemenko PMK RI dan GNRM yang sudah mengadakan acara bagus nan keren ini. Wahyu juga ingin mengucapkan terima kasih kepada kamu yang sudah meluangkan waktu untuk menyimak cerita Wahyu kali ini. Kita berjumpa di cerita Wahyu berikutnya ya.

gaya hidup, Kuliner, Review

Bernostalgia dengan Menu dari Joglo Pari Sewu

IMG-20190409-WA0013
Wahyu saat berada di Joglo Pari Sewu. (Photo by Nova Aristanto)

Halo, good people. Wahyu mau cerita lagi nih. Jadi beberapa hari yang lalu, Wahyu berkesempatan mengunjungi sebuah rumah makan yang asri dan penuh nuansa alam. Namanya Joglo Pari Sewu. Saat itu, Wahyu dan beberapa rekan influencer lainnya, mendapat undangan khusus dari Joglo Pari Sewu dengan dikoordinir oleh seorang vlogger senior Jogja, mas Andreas.

IMG-20190409-WA0012
Wahyu bersama vlogger senior Jogja, mas Andreas, saat berada di Joglo Pari Sewu. (Photo by Nova Aristanto)

Ngomong-ngomong nih, Joglo Pari Sewu ini berlokasi di kawasan Desa Wisata Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman. Dan ternyata, Desa Wisata Bromonilan ini merupakan sebuah desa wisata rintisan yang diresmikan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman pada akhir tahun 2018. Oh ya, Joglo Pari Sewu ini terletak di sebelah aliran sungai Kali Kuning, yang merupakan bagian dari Desa Wisata Bromonilan ini, good people. Jadi jika kamu berkunjung ke sini, kamu akan mendapatkan pemandangan keren dari aliran sungai Kali Kuning yang menyejukkan mata, hati dan pikiranmu.

FotoJet1
Beberapa spot di Joglo Pari Sewu. (Photo by Wahyu Prasetya)

Joglo Pari Sewu ini merupakan sebuah rumah makan yang berkonsep Resto Wisata Jogja, yang mempunyai pemandangan alam khas pedesaan yang masih alami, floating boat lucu bagi anak-anak maupun dewasa, aktifitas berenang di sungai Kali Kuning, dan tentunya yang paling utama adalah makanannya. Joglo Pari Sewu mempunyai beragam pilihan kuliner untuk bisa kamu nikmati. Di sini, pengunjung juga bisa menikmati rasa geli ketika melakukan terapi ikan, ketika ada ratusan ekor ikan mengerubungi kulit kaki, yang katanya ikan-ikan ini akan memakan sel kulit mati yang ada di kaki kamu. Geli banget beneran. Dan di sini juga ada fasilitas Rumah Boneka yang mempunyai ratusan koleksi boneka yang menggemaskan dan instagrammable.

Joglo Pari Sewu ini sendiri mempunyai kapasitas yang cukup besar. Daya tampungnya bisa mencapai 150 orang, sehingga cocok banget tuh untuk kamu yang ingin melaksanakan acara-acara seperti meeting kantor, reuni alumni, arisan keluarga, arisan teman-teman, karyawisata anak-anak sekolah, darmawisata anak kuliahan atau orang kantoran. Atau sekadar berkumpul bersama keluarga, juga bisa. Jadi Joglo Pari Sewu ini bisa digunakan untuk tempat berkumpulnya acara banyak orang, bisa juga untuk keluarga kecil berkumpul dan bercengkerama.

Menikmati Joglo Pari Sewu dan Rumah Bonekanya

Joglo Pari Sewu ini sangat menyejukkan, karena areanya dipenuhi beragam pepohonan, dan juga berada di dekat daerah aliran sungai. Di sini, terdapat beberapa titik yang bisa dijadikan tempat untuk menikmati santapan, seperti di gazebo, pendopo, rumah pohon dan taman bambu. Di area Taman Bambu sendiri, berkonsep luar ruangan (outdoor), jadi kamu bisa menikmati kuliner dari Joglo Pari Sewu ini sekaligus menikmati suasana alam dan udara pedesaan secara langsung, sekaligus diiringi suara alam dari pepohonan, rumpun bambu, dan gemericik suara air sungai yang mengalir.

20190409_093842
Beberapa menu prasmanan tradisional yang ditawarkan di Joglo Pari Sewu. (Photo by Wahyu Prasetya)

Khusus di akhir pekan, semua menu makanan Joglo Pari Sewu yang biasanya disajikan di pendopo, akan dibawa turun ke area Taman Bambu ini, sehingga kamu bisa langsung merasakan nikmatnya alam pedesaan sembari menikmati sajian kuliner khas di sini.

Beruntungnya Wahyu, walaupun saat itu Wahyu berkunjung tidak saat akhir pekan, namun saat itu pengelola Joglo Pari Sewu secara khusus menyajikan semua menu-nya di Taman Bambu ini. Khusus untuk Wahyu dan teman-teman Wahyu saja lho. Dan saat itu, Joglo Pari Sewu menyajikan menu prasmanan tradisionalnya.

Uniknya, sistem pembayaran di Joglo Pari Sewu ini menggunakan kupon khusus, yang bisa kamu dapatkan dari karyawan Joglo Pari Sewu ini. Seru banget dech.

Menu prasmanan tradisional dari Joglo Pari Sewu yang disajikan saat itu adalah sayur lodeh, oseng daun   kates, ikan pindang lumpur, bakwan jagung, telur dadar, tempe garit krispi, tempe mendoan, gudeg, pecel, opor telur, sop ceker ayam, dan semur jengkol. Ada pula pilihan nasi putih hangat dan nasi goreng. Wahyu sendiri saat itu memilih menu nasi putih dengan pecel, ditemani opor telur dan tempe mendoan.

IMG-20190409-WA0009
Wahyu saat menikmati minuman jamu dari Joglo Pari Sewu. (Photo by Nova Aristanto)

Untuk minumannya, terdapat pilihan minuman air putih, jamu beras kencur, dan kunyit asam. Dengan ditemani dessert berupa aneka bubur tradisional seperti bubur candil (cendol biji salak), bubur mutiara, bubur ubi ungu, yang dilengkapi topping santan gurih atau areh (gula merah cair), semakin membuat nuansa tradisional Joglo Pari Sewu semakin kental.

Jangan khawatir, semua menu prasmanan tradisional yang disajikan oleh Joglo Pari Sewu ini sangat terasa sedap. Membuat kamu bisa bernostalgia dengan aneka menu masakan tradisional Indonesia.

Nah, setelah selesai kami –Wahyu dan teman-teman influencer- menikmati sajian dari Joglo Pari Sewu ini, kami pun berkunjung ke Rumah Boneka, yang masih berada di kompleks Joglo Pari Sewu. Di dalam Rumah Boneka ini, terdapat beragam boneka dari berbagai ukuran. Favorit Wahyu sendiri tentu saja Doraemon. Semua boneka yang ada di dalamnya sangat lucu dan menggemaskan.

FotoJet2
Wahyu saat berada di dalam Rumah Boneka-Joglo Pari Sewu. (Photo by M. Azaz)

Di Joglo Pari Sewu, selain kamu bisa menikmati menu masakan, dan berkunjung ke Rumah Boneka, kamu juga bisa menikmati floating boat, bermain air di sungai Kali Kuning, dan melakukan terapi ikan. Semuanya ditawarkan dengan harga terjangkau dan dengan paket-paket yang menarik. Untuk keterangan lebih lengkap, kamu bisa berkunjung ke laman resmi atau melalui media sosial resmi dari Joglo Pari Sewu, good people.

20190409_111003
Wahyu berfoto bersama Hello Kitty, di dalam Rumah Boneka-Joglo Pari Sewu. (Photo by Tri Darmini)

Jadi, sekarang kamu sudah ingin bernostalgia dengan menu masakan tradisional Indonesia belum? Kalau iya, Wahyu sangat merekomendasikan Joglo Pari Sewu ini untuk kamu. Ga usah khawatir dengan harga, karena Joglo Pari Sewu menawarkan harga yang terjangkau untuk kantong kamu. Sampai jumpa di cerita Wahyu berikutnya ya.

Joglo Pari Sewu
Website               : http://www.jogloparisewu.com
IG                           : @jogloparisewu @kenyalkental_pudding
FB dan FP            : Joglo Pari Sewu
Twitter                 : @parisewu

FotoJet3

FotoJet4

 

gaya hidup, Kuliner, Review

Menikmati Ayam Goreng Krispy Lezat di Naoki Chicken and Café Kalasan

1IMG-20190406-WA0028
Wahyu saat menikmati menu ayam goreng di Naoki Chicken and Cafe Kalasan.

Good people, apakah kamu pernah mengalami lapar yang sangat berat melanda perut kamu, di saat kamu baru saja pulang dari mengunjungi Candi Prambanan? Wahyu pernah beberapa kali mengalaminya.

Dan jujur, untuk mencari makanan yang cepat saji sekaligus higinis di sepanjang perjalanan Candi Prambanan menuju kawasan Yogyakarta memang agak susah ya. Memang ada beberapa restoran besar di sana, namun yang berbentuk rumah makan siap saji, sungguh tidak mudah untuk dicari.

Bukankah saat lapar berat, kita akan lebih memilih makanan yang sudah siap saji kan, good people?

Kalau beberapa minggu yang lalu, saat Wahyu sehabis berkunjung dari Candi Prambanan dan merasa sangat kelaparan, Wahyu akan memilih makanan cepat saji donk ya. Tentunya dengan harga yang terjangkau. Dan untuk makanan cepat saji, pasti akan identik dengan ayam goreng krispy atau burger.

Untungnya, saat ini, di kawasan Kalasan, tepatnya di Jalan Raya Solo-Yogyakarta Km. 14, Glondong, Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, atau sekitar 4 km dari Candi Prambanan menuju ke arah Yogyakarta, sudah ada rumah makan baru yang bernama Naoki Chicken and Café Kalasan. Ancer-ancernya sangat mudah, yaitu berada di seberang minimarket Alfamart Kalasan dan sebelah timur RS Bhayangkara Jogja.

Beberapa hari yang lalu, Wahyu bersama beberapa influencer Yogyakarta mendapat undangan untuk menikmati menu baru di Naoki Chicken and Café Kalasan ini.

Wahyu dan teman-teman beruntung banget karena bisa bertemu langsung dengan pengelola dari Naoki Chicken and Café Kalasan ini, yaitu Ibu Tutik, yang tak lain adalah adik dari seorang blogger senior Jogja, Pak Bowo.

IMG_20190406_194902_compressed
Ibu Tutik, pengelola Naoki Chicken and Cafe Kalasan, bersama kakaknya, blogger senior Jogja, Pak Bowo.

Ibu Tutik menceritakan bahwa awal mula beliau berniat membuka usaha rumah makan Naoki Chicken and Café Kalasan ini karena beliau sendiri pernah mengalami keadaan yang sama seperti Wahyu tadi, yakni merasa kelaparan juga saat sepulang bertandang dari Candi Prambanan yang kemudian agak kesusahan mencari rumah makan cepat saji di sepanjang perjalanan Prambanan-Jogja.

Akhirnya, beliau membulatkan tekad untuk membuka Naoki Chicken and Café Kalasan ini pada tanggal 1 April 2019. FYI, Naoki Chicken and Café Kalasan ini merupakan cabang ketiga yang ada di kawasan Yogyakarta lho, good people. Naoki Chicken and Café pertama ada di Jalan Raya Tajem Maguwoharjo, dan yang kedua ada di seputaran Kasihan, Bantul. Naoki sendiri berasal dari Bahasa Jepang yang artinya adalah jujur, kejujuran hati.

Di Naoki Chicken and Café Kalasan, terdapat beragam menu olahan ayam goreng krispy yang disajikan dengan rasa yang sangat lezat. Dan tentunya dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk paket Ayam goreng krispy sayap atau paha bawah plus nasi putih dan es teh hanya seharga Rp 8.000,- saja lho. Dan masih ada beragam paket lainnya yang juga tak kalah terjangkau.

320190406_183501
Wahyu menikmati Strawberry Milkshake.

Selain menyediakan menu ayam goreng krispy, Naoki Chicken and Café Kalasan juga menyediakan menu ayam geprek yang bisa dipilih level kepedasannya, burger, kentang goreng (French fries), beraneka milkshake, dan juice sari buah. Ke depannya juga akan dilengkapi dengan menu ayam bakar, chicken steak, dan es buah. Dan khusus pada periode promo Opening Ceremony pada tanggal 1 hingga 14 April 2019, Naoki Chicken and Café Kalasan memberikan harga menarik untuk paket Ayam goreng krispy sayap atau paha bawah plus nasi putih dan es teh hanya menjadi Rp 6.000,- saja lho. Menarik banget.

Naoki Chicken and Café Kalasan juga melengkapi fasilitas ruangan dengan WiFi gratis yang bisa dinikmati oleh pengunjung, yang mulai melayani pelanggan mulai dari pukul 09:00 WIB pagi hingga pukul 21:00 WIB malam.

7IMG-20190406-WA0019
Wahyu bersama sahabat Wahyu, kak Prima Hapsari.

Untuk Wahyu, menu juara dari Naoki Chicken and Café Kalasan adalah ayam gepreknya. Bumbunya pas, tidak terlalu asin, dan sambal gepreknya juga meresap sempurna ke dalam daging ayamnya. Juara banget dech.

620190406_185958
Menu Ayam Geprek dari Naoki Chicken and Cafe Kalasan yang menjadi juara.

Wahyu sangat merekomendasikan Naoki Chicken and Café Kalasan ini untuk kamu yang sedang merasa sangat kelaparan, terutama setelah berkunjung ke Candi Prambanan. Dengan rasanya yang lezat, dan harga yang sangat terjangkau, Naoki Chicken and Café Kalasan ini sangat Wahyu rekomendasikan untuk kamu kunjungi.

Naoki Chicken and Café Kalasan
Jalan Raya Solo-Yogyakarta Km. 14, Glondong, Tirtomartani,
Kalasan, Kabupaten Sleman
Instagram : @naoki_chicken_cafe

gaya hidup, Kuliner

Ini Dia Tiga Menu Baru di Ibis Kitchen Restaurant

20190312_154424

Sebuah hotel berbintang tiga (3) ke atas, selalu mempunyai fasilitas restoran. Begitu pun juga dengan Ibis Yogyakarta Malioboro Hotel, yang mempunyai restoran yang bernama Ibis Kitchen Restaurant yang berada di lantai 2 hotel tersebut.

Beberapa hari yang lalu, Wahyu berkesempatan untuk menghadiri acara keren yang diselenggarakan oleh Ibis Yogyakarta Malioboro Hotel yang bertajuk Food Blogger and Media Gathering, berlokasi di Ibis Kitchen Restaurant.

IMG_20190312_154635_HDR

Ya, hotel berbintang yang berlokasi bersebelahan dengan Malioboro Mall, Yogyakarta tersebut mengundang kami –food blogger, foodstagram, influencer, dan jurnalis- untuk mencicipi tiga menu baru yang dimiliki oleh Ibis Kitchen Restaurant.

Kak Dixie, selaku Asst. Sales Manager Ibis Yogyakarta Malioboro berkesempatan menjadi tuan rumah acara tersebut, yang kemudian disambut oleh Bapak Nanang Sumardjono, selaku General Manager Ibis Yogyakarta Malioboro. Pak Nanang menyatakan bahwa Ibis Kitchen Restaurant ini mempunyai beberapa titik yang instagrammable, yang sangat cocok untuk kaum muda milenial, dari berbagai kalangan dan profesi. Beragam menu kekinian ditawarkan di Ibis Kitchen Restaurant, yang cocok di lidah kaum muda millennial, sehingga diharapkan para kaum muda millennial tersebut dapat merasa nyaman menikmati hidangan Ibis Kitchen Restaurant, sekaligus melakukan pertemuan bisnis atau sekadar untuk menikmati makan siang atau makan malam di sana.

FotoJet1
Kak Dixie dan Pak Nanang dari Ibis Yogyakarta Malioboro.

Selain Ibis Kitchen Restaurant, Ibis Malioboro Yogyakarta juga mempunyai Ibar (Ibis Bar and Relationship) yang berlokasi tepat di sebelah Ibis Kitchen Restaurant, yang ditujukan untuk kaum muda yang ingin menikmati suasana yang lebih rileks. Karena Ibar mempunyai konsep di ruangan semi outdoor dan modern. DIlengkapi dengan sajian live music, para pengunjung Ibar akan semakin dimanjakan dengan suasananya yang santai.

FotoJet2
Chef Eka dari Ibis Kitchen Restaurant dan Chief Bartender Pima dari Ibar.

Pada moment tersebut, Ibis Yogyakarta Malioboro menyajikan tiga menu baru untuk kami cicipi. Yang pertama adalah menu Bebek Manalagi. Menu ini merupakan signature dish karya dari Chef Eka Surjawigena. Bebek Manalagi merupakan sajian bebek goreng lezat, yang dilengkapi sambal bawang dan kremes. Sebuah sajian sederhana, yang justru menimbulkan keistimewaan tersendiri.

20190312_162504

Menu kedua merupakan beverage segar, yang bernama Milky Yuzu, yang sangat sesuai untuk dinimakti saat siang hari yang terik, namun tetap nikmat diminum pada malam hari. Tentunya non-alkohol, sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan. Milky Yuzu ini merupakan perpaduan antara sari jeruk Sunkist dengan yogurt, yang diberi sedikit sentuhan air soda. Milky Yuzu ini merupakan karya Chief Bartender Pima, yang merupakan chief bartender dari Ibar.

20190312_172844

Favorito Sandwich menjadi sajian menu baru ketiga persembahan Ibis Kitchen Restaurant, yang berupa sajian roti berukuran jumbo, yang ditangkup dan diisi paduan unik daging ayam mozzarella dan sayuran, yang dilengkapi dengan French fries, sangat praktis untuk eat-to-go. Cocok untuk dijadikan sajian pengganjal perut untuk mengisi lambung di antara waktu jam makan siang menuju makan malam. Padat dan bernutrisi, namun tetap mengenyangkan.

20190312_161218

Ibis Malioboro Yogyakarta memang tidak salah menghadirkan tiga menu baru pada saat ini, karena generasi millennial muda seperti Wahyu ini memang menyukai segala sesuatu yang sederhana, namun tetap inovatif. Dan nuansa sederhana itu ada di tiga menu baru Ibis Kitchen Restaurant ini. Kamu tertarik menikmatinya juga kan, Good People?

Price list:
Bebek Manalagi                Rp 65.000,- net per porsi
Milky Yuzu                         Rp 25.000,- net per gelas
Favorito Sandwich           Rp 35.000,- net per porsi

Ibis Kitchen Restaurant dan Ibar
Ibis Yogyakarta Malioboro
Lantai 2
Jl. Malioboro No.52-58,
Suryatmajan, Danurejan,
Kota Yogyakarta
Telp. +62 274 516974 – 08112503070
Email: sales2@ibisyogya.com

 

Kolase foto:

 

 

gaya hidup, Review, Teknologi

Yuk Jadi Creativepreneur

nathan-dumlao-609930-unsplash 1

Halo, good people. Ketemu lagi bareng ama Wahyu lagi ya. Belum bosen, kan? Nah kali ini Wahyu mau cerita tentang sesuatu yang agak berat. Iya, berat untuk Wahyu sih, karena jujur, Wahyu masih sangat awam banget tentang topik bahasan ini. Kali ini, Wahyu ingin membahas mengenai Creativepreneur.

Creativepreneur: Serba Serbi

Sebenarnya, apa sih Creativepreneur itu? Menurut beberapa literature, Creativepreneur ini adalah berasal dari kata Creative (kreatif) dan Entrepreneur (wirausaha). Yaitu wirausahawan yang bergerak di bidang industri kreatif. Industri kreatif ini mencakup beragam bidang. Mulai dari bidang seni, budaya, teknologi, dan sosial.

the-creative-exchange-530517-unsplash 1

Di Indonesia, industri kreatif sedang sangat berkembang pesat. Apalagi industri kreatif ini juga difasilitasi oleh pemerintah melalui Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Industri kreatif, yang berkaitan langsung dengan Creativepreneur ini, mencakup 16 sub sektor, yaitu:

  1. Aplikasi dan Pengembang Permainan
  2. Arsitektur
  3. Desain Interior
  4. Desain Komunikasi Visual
  5. Desain Produk
  6. Fashion
  7. Film, Animasi, dan Video
  8. Fotografi
  9. Kriya
  10. Kuliner
  11. Musik
  12. Penerbitan
  13. Periklanan
  14. Seni Pertunjukan
  15. Seni Rupa
  16. Televisi dan Radio

Sementara itu, banyak anak muda Indonesia yang menemukan passion-nya di dalam hal-hal yang berhubungan dengan dunia kreatif ini. Dan akhirnya bisa mendapatkan penghasilan yang memuaskan, dan mengembangkannya menjadi bidang usahanya.

Beberapa contoh profesi yang dapat disebut dengan Creativepreneur ini sedang hangat-hangatnya ditekuni oleh anak muda Indonesia. Sebut saja profesi blogger, influencer, selebgram, Youtuber, dan sebagainya.

Nakota Wagner photo-1542114955-fcb277dd22f4

Profesi penyanyi, musisi, komposer lagu, animator, pengisi suara, penulis naskah sinetron, penulis naskah film, desainer fashion, desainer grafis, dan banyak lagi, pokoknya selama profesi itu berhubungan dengan dunia kreatif, maka pelakunya dapat dikategorikan sebagai Creativepreneur.

Profesi yang berhubungan dengan Creativepreneur ini tidak menuntut untuk berada di dalam kantor, dari pagi sampai sore. Beberapa malah sama sekali tidak memerlukan kantor, karena pekerjaan bisa dilakukan di mana saja. Bisa di alam bebas, di coffeeshop, di dalam mall, atau di coworking space yang saat ini sedang sangat berkembang di Jogja. Semisal profesi Youtuber yang bisa dilakukan sambil traveling, atau desainer fashion yang bisa mendesain di bangku di dalam mall, atau blogger yang bisa menulis sambil ngopi di coffeeshop.

Ternyata, Wahyu sendiri juga menjalani hidup sebagai Creativepreneur lho, good people. Wahyu kan juga seorang blogger, juga seorang pengisi suara, pembaca berita, pembawa acara, dan juga menjadi influencer melalui platform media sosial. Boleh donk sombong sedikit, hehe.

IMG-20190302-WA0001

Qwords dan Creativepreneur

Kamu udah tahu Qwords belum, good people? Kalau belum tahu, ini Wahyu kasih tahu ya. Kalau pun udah, Wahyu ingetin lagi, hehe. Nah Qwords itu adalah salah satu perusahaan Indonesia yang layanannya itu menjadi penyedia Web Hosting Indonesia dan Nama Domain. Jadi kalau kamu pengin punya website sendiri, kamu bisa minta bantuan Qwords untuk menjadi penyedia alamat domain-nya kayak kamu dot com atau kamu dot co dot id gitu, sekaligus mereka juga menyediakan layanan hostingnya, ada yang kapasitasnya 1 GB, 3 GB, sampai 80 GB.

20190302134052_IMG_0796

Baru-baru ini, Qwords mengadakan event mini gathering bersama Blogger yang diberi nama “Be a Creativepreneur in Digital Era”. Tujuan dari diselenggarakannya event ini adalah untuk mewujudkan salah satu tujuan Qwords yang mendukung para pegiat Creativepreneur untuk mengembangkan bisnisnya di dunia digital. Event ini juga bertujuan untuk menjalin hubungan yang baik dan kekeluargaan antara Qwords dengan para komunitas, khususnya blogger. Di Jogja, Qwords mengadakan mini gathering ini dengan mengambil lokasi di The Bean Garden Coffee and Eatery, yaitu sebuah tempat nongkrong di area Ring Road Utara, pada hari Sabtu, 2 Maret 2019.

Dan senengnya, Wahyu dapet undangan untuk menghadiri acara keren dari Qwords ini loh. Ada beberapa blogger lainnya yang diundang juga. Blogger paling terakhir ngeblog memang Wahyu sih. Beberapa di antaranya ada yang sudah ngeblog di atas lima belas tahun, ada pula yang di atas sepuluh tahun. Wahyu sendiri baru sekitar setahun aktif ngeblog, hehehe. Tapi boleh bangga donk, bisa hadir dan diundang di acara keren dari Qwords bareng bloggerblogger lainnya.

Pada acara keren itu, Qwords menghadirkan dua orang pembicara, yaitu pak Rendy dan mas Ari dari Qwords Indonesia. Kalau pak Rendy, memberikan sambutan. Nah, kalau mas Ari mempresentasikan mengenai website yang tentunya sangat diperlukan oleh para Creativepreneur, termasuk blogger. Kemudian beliau juga mempresentasikan tentang Qwords.

FotoJet1

Menurut cerita dari mas Ari, Qwords ini tuh punya banyak layanan loh, good people. Di antaranya adalah :

  • Web Hosting

Qwords menawarkan beragam paket hosting dengan beragam kapasitas, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu.

  • Registrasi Domain

Qwords juga bakalan ngebantu kamu untuk mendaftarkan alamat domain yang kamu inginkan.

  • Layanan Email

Qwords juga menawarkan layanan email yang bisa kamu personalisasikan, agar kamu bisa terlihat lebih professional karena tidak menggunakan alamat email gratisan.

  • Mudah Dalam Membuat Website

Kalau kamu sangat awam dalam membangun website, tim dari Qwords bakalan membantu kamu untuk membuat dan menyusun website.

  • SSL Sertifikat

Kalau ini, Qwords bakalan membantu kamu untuk mengamankan data pelanggan yang mengunjungi website kamu, pastinya website yang kamu punya, bakalan terlihat terpercaya dan disukai oleh mesin pencari.

Oh ya, tahun 2019 ini Qwords telah melaunching paket Unlimited Hosting, yaitu paket Hosting yang kuotanya tanpa batasan kapasitas. Kemudian nama Domain dan Sertifikat keamanan SSL sudah tersedia secara gratis di Qwords melalui Paket Unlimited Hosting ini, yang tentunya juga sudah dilengkapi dengan Web Accelerator yang membuat website kamu lebih cepat untuk diakses oleh pengunjung web.

Tambahan lagi Qwords juga baru saja meningkatkan fitur untuk salah satu produk unggulannya, yaitu Paket WordPress Hosting, yang didesain khusus untuk kamu yang blog-nya berbasis WordPress. Asal kamu tahu ya, good people, Paket WordPress Hosting dari Qwords ini sekarang sudah ditingkatkan kapasitas Disk Space-nya, lalu kamu juga bakalan dapet alamat Domain dan SSL secara gratis. Ditambah lagi kamu juga akan mendapat ekstra CloudPop.

Oh ya, di Qwords ada paket yang sangat terjangkau loh. Yaitu paket Bundling Hosting 1GB dan Domain .COM dengan biaya mulai dari Rp 10.500/bln. Hm…menarik banget kan ya, good people. Wahyu jadi tertarik nih dengan paket ini.

Berikutnya adalah sesi sharing pengalaman dengan bloggerblogger senior. Rencananya pada event mini gathering Qwords Jogja ini, akan menghadirkan seorang blogger senior bernama Agus Mulyadi. Itu loh blogger yang lebih dikenal dengan nama Agus Magelangan, yang tulisannya kocak. Agus Mulyadi ini akan mengisi sesi sharing mengenai pengalaman di dunia blogger. Namun, karena beliau berhalangan hadir, maka sesi sharing beliau digantikan dengan sharing pengalaman dari tiga blogger senior Jogja, yaitu kak Indah Juli Sibarani, kak Nasirullah Sitam, dan kak Elisabeth Elza.

Keren ya acaranya. Wahyu seneng banget dapet undangan dari Qwords ini, karena Wahyu jadi mendapat banyak ilmu dari teman-teman blogger yang lebih senior, mendapatkan informasi baru mengenai dunia Creativepreneur, sekaligus mendapat tawaran menarik dari Qwords.

FotoJet2

Hm…Wahyu jadi tertarik mengubah alamat website blog milik Wahyu ini, diubah menjadi lebih personal, ditambahin kapasitas hostingnya, trus diotak-atik tampilannya supaya lebih menarik. Jadi pengin nih bikin domain dan hostingnya di Qwords dech, hehe.

Apalagi Wahyu ini kan juga seorang Creativepreneur, jadi ga ada salahnya kan memanfaatkan tawaran menarik dari Qwords ini. Kamu juga kan, good people? Makanya, yuk jadi Creativepreneur.

Oh ya, kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai paket-paket yang ditawarkan oleh Qwords, kamu bisa mengunjungi website http://www.qwords.com ya, good people.

20190302_112332

Qwords Indonesia
Website               : http://www.qwords.com
Email                     : info@qwords.com
Call Center          : 0804 1 808 888, +62 21 5290 5148

 

Referensi:
http://www.qwords.com
http://www.bekraf.go.id/subsektor
https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_kreatif
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/06/30/307161/apa-itu-creativepreneur/